THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 157 Rencana Behemoth



"Zear Jane ada apa dengan kalian?" Tanya Leonard.


"Tidak ayah hanya saja aku ingin bilang kepada kalian, bahwa ini bukanlah waktu kita untuk bersenang-senang dan merasakan kemenangan, aku tadi hanya tidak enak saja bicaranya." Ujar Zear.


"Memangnya apa yang terjadi Zear?" Tanya Silvi.


"Ibu ayah, dan yang lainnya sebentar lagi pemimpin Primordial demon, akan turun kemari dan dia membawa pasukan yang lebih kuat dan lebih banyak dari pada tadi." Jawab Zear.


"Itulah alasan kenapa kami khawatir dan tidak ikut senang, padahal kita telah memenangkan peperangan yang hebat tadi." Ujar Jane.


"Ah iya benar juga kami melupakan hal itu, maafkan kami." Ujar Reyhan.


"Tidak masalah santai saja, perasaan senang ketika menang itu adalah hal yang wajar." Ujar Zear.


"Jadi kak Zear sekarang apa yang harus kita lakukan apa kita akan melawan mereka atau kita akan kabur terlebih dahulu?" Tanya Devin.


"Itulah yang sedang aku pikirkan dari tadi Devin. Apa kalian memiliki saran?" Ujar Zear.


Mereka semua pun tiba-tiba berpikir keras. Mereka semua sedang kebingungan, apa mereka harus kabur terlebih dahulu, atau mereka langsung melawan pemimpin Primordial demon, dan pasukan yang dia bawa.


Mereka sekarang berpikir beberapa kemungkinan di mulai dari yang terburuk.


"Zear yang harus kita lakukan sekarang adalah berpikir bagaimana caranya jika kita kalah melawan mereka kita semua bisa kabur dan selamat, apa kau memiliki caranya?" Tanya Reyhan.


"Itu yah hmmmmm sepertinya aku memiliki caranya." Jawab Zear.


Reyhan pun disini tersenyum lebar "Kalau begitu untuk apa kita harus berpikir dan takut menghadapi mereka, jika kita kalah kita hanya perlu kabur bukan."


"Tapi masalahnya Reyhan kemungkinan nya hanya 50 persen, 50 persen."


"Itu tidak jadi masalah, kami semua mempercayai mu Zear, selagi ada dirimu, kami semua yakin kita akan baik-baik saja dan memenangkan peperangan yang sangat panjang kali ini, seperti sebelum-sebelumnya." Ujar Reyhan.


"Baiklah apa yang lain juga tidak masalah dengan hal itu?" Tanya Zear.


"Tentu saja." Ujar Jane sambil tersenyum. Mereka semua pun tersenyum.


"Baiklah kalau begitu lebih baik kita berkumpul terlebih dahulu dengan Raguel dan yang lainnya." Ujar Zear.


Mereka pun menganggukan kepala dan mereka semua pun singkatnya sudah sampai di tempat Raguel dan yang lainnya.


Reyhan pun disini menjelaskan pada mereka semua, namun sepertinya mereka semua sudah mengetahuinya.


Mereka semua pun sekarang sedang bersiap-siap Zear memberikan ramuan-ramuan yang membuat mereka semua kembali pulih, dari mulai stamina dan yang lainnya.


Zear juga memberikan senjata setingkat para Dewa pada mereka semua.


Karena semua orang sudah siap, Zear pun menarik dominasinya dari planet tersebut.


Dan langsung saja secara tiba-tiba di langit terdapat portal yang sangat besar dan terlihat tidak terbatas.


Berwarna hitam, dan terlihat sangat mengerikan, aura nya lebih mengerikan dari portal yang pernah mereka semua hadapi.


Mereka semua merinding hanya karena melihat aura yang keluar dari portal itu.


Zear dan yang lainnya pun menggunakan serangan jarak jauh untuk membunuh para monster itu.


Di langit sekarang terjadi ledakan-ledakan yang sangat dahsyat, para monster yang terlihat sangat banyak terus turun dari langit dari portal itu.


Zear dan yang lainnya sekarang seperti merasakan sebuah kiamat yang sesungguhnya.


***


"Benar bukan apa yang aku katakan? Leviathan akan kalah dari orang itu." Ujar Behemoth.


"Be-benar tuan aku sama sekali tidak menyangkanya." Ujar Elathan.


"Jika dia saja kalah apalagi para Primordial demon."


"I-iya tuan, tuan benar. Jadi tuan sekarang apa yang harus kita lakukan?"


"Kita akan mengirim semua monster yang ada, untuk melawan mereka semua, kita akan menunggu kesempatan yang pas untuk menyerang mereka, kita tidak boleh terburu-buru, lawan kita bukanlah orang biasa."


"Dia adalah perantara para Dewa, kekuatan dia hampir sama dengan para Dewa, aku tau karena aku juga merupakan seorang Dewa dulunya, kau tau sendiri bukan."


"I-iya tuan." Ujar Elathan.


"Kalau begitu Elathan aku perintahakan kau untuk menjalankan rencana ku."


"Baik tuan raja Behemoth yang agung." Elathan sambil menunduk hormat.


Elathan pun pergi dari sana.


"Sialan!!!!!!!!!!!!!!!!! Semua rencana ku gagal hanya gara-gara bajingan 1 orang ini." Behemoth yang sekarang sedang terlihat sangat kesal dan sangat marah.


"Ribuan tahun aku menyiapkan semuanya, dan dengan mudahnya semua rencana ku di hancurkan oleh 1 bajingan itu sialan!!!!!!!!!!!!" Behemoth yang menghancurkan meja dan barang lainnya disana, dia terlihat sangat kesal dan sangat marah.


"Sekarang yang bisa kulakukan adalah membunuh mereka semua, dan memulainya dari awal lagi, sialan ini sangat merepotkan."


"Kalau saja orang itu tidak hadir, kemungkinan semua rencanaku akan berhasil dengan mulus, dan aku tidak perlu memulainya dari awal."


Behemoth pun menghela nafas panjang "Sebaiknya aku tenang terlebih dahulu sekarang aku harus fokus membunuh mereka semua."


***


Elathan pun disini mencoba untuk menghancurkan pelindung dominasi milik Zear, namun ia sama sekali tidak bisa melakukannya.


Elathan pun disini berancana untuk melakukan serangan yang sangat mengerikan untuk menghancurkan pelindung dominasi itu.


Namun tiba-tiba saja pelindung dominasi itu menghilang dan Elathan pun terlihat sangat senang, dan menganggap bodoh para manusia, karena mereka telah meremehkan Behemoth.


Mereka terlalu berani untuk menghadapi tuannya yaitu Behemoth.


Elathan pun disini memerintahkan semua pasukan nya untuk menyerang para manusia.


"Sekarang yang harus aku lakukan adalah menunggu perintah dari tuan raja Behemoth." Batin Elathan.