THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 54 DI MULAINYA PERTARUNGAN DEWA



"Raguel apa kau juga akan ikut dalam pertarungan ini?" Tanya Reludo.


"Tentu saja, bukan kah aku menyebutkan bahwa kita semua, akan ikut dalam pertarungan kali ini, terkecuali Keonal dan juga Jackson." Ucap Raguel.


"Cih mereka berdua dari dulu memang pengecut." Ucap Kromusa.


"AKU SUDAH BILANG AKU HANYA TIDAK INGIN BERTARUNG DENGAN ZEAR, DAN TEMAN-TEMAN NYA, TAPI JIKA DENGAN KALIAN DENGAN SENANG HATI KAMI AKAN MELAYANI KALIAN." Ucap Jackson sambil mengeluarkan aura yang mengerikan.


Dia terlihat benar-benar sangat kesal sekarang.


"Kromusa bicaramu sangat tinggi sekali, apa perlu kita bertarung sekarang?" Tanya Keonal.


"JIKA KAU MENGINGINKAN NYA AYO KITA LAKUKAN KAU PIKIR AKU TAKUT PADA KALIAN BERDUA" Ucap Kromusa sambil mengeluarkan aura kekuatan mereka.


"Keonal, Jackson." Ucap Zear.


"Ya tuan Zear, maafkan kami karena telah membuat suasana hati tuan Zear buruk." Ucap Keonal.


"Apa yang harus kami lakukan tuan?" Tanya Jackson yang ketakutan.


"Santai saja, aku hanya ingin memberitahu kalian untuk tenang, Kromusa kau juga lebih baik tenang."


"CIH KAU PIKIR SIAPA MENYURUH-NYURU-" Belum selesai berbicara.


Jane, Devin, Red, Fang Jiali. Sudah berada di depan Kromusa dan mengancam nya menggunakan senjata mereka.


Semua orang yang ada di ruangan terkejut dengan pergerakan yang di lakukan Jane, Devin, Red, Fang Jiali. Pergerakan mereka sama sekali tidak di sadari oleh para Dewa dan para bawahan nya.


"Kalian semua tenanglah." Ucap Zear.


"Ah maaf kak Zear tadi dia sangat sombong pada kak Zear aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran saja." Ucap Devin.


Jane, Devin, Red, Fang Jiali. Pun mereka duduk kembali dengan tenang.


Sedangkan para Dewa, para bawahan Dewa, mereka semua merinding ketakutan di barengi dengan keterkejutan mereka terhadap kecepatan yang di tunjukan oleh teman Zear.


"Dengan begini kau mengerti bukan Kromusa siapa yang akan kau lawan." Ucap Jackson dengan sombong nya.


"Kau tidak akan memiliki kesempatan menang untuk melawan tuan Zear, nyonya Jane, tuan Devin, tuan Red, nyonya Fang Jiali." Ucap Keonal.


Para Dewa sekarang mental nya sedang tidak aman.


Mereka menyadari bahwa ternyata 8 iblis tak berperasaan memang benar-benar iblis yang sangat mengerikan, sesuai dengan artikel yang mereka baca.


"Semuanya tenanglah, aku akan memberikan peraturan dan bagaimana cara bertarung nya." Ucap Raguel.


"Pertama pertarungan akan di adakan di arena di depan kalian, tenang saja arena ini sudah di lapisi oleh pelindung paling kuat di dunia, ya kalian tau sendiri bukan." Ucap Raguel.


"Yang kedua pertarungan akan di bagi menjadi dua, untuk pertama-tama kita akan mengadakan pertarungan antara bawahan yang kita bawa, dan yang kedua pertarungan para Dewa, dan tenang saja di sini kita akan bertindak adil pertarungan nya 1 vs 1." Ucap Raguel.


"Tidak boleh membunuh satu sama lain, hanya itu peraturan nya selanjutnya bebas terserah kalian mau melakukan apapun." Ucap Raguel.


"Kalau begitu tidak menarik." Ucap Devin sambil tersenyum, semua orang terlihat ketakutan ntah kenapa mereka semua tidak mengetahui alasan nya.


Karena rasa ketakutan baru mereka alami sekarang ini.


Mereka benar-benar bingung kenapa mereka semua bisa takut.


"Aku ingin memberikan sebuah saran Raguel." Ucap Devin.


"Baik apa saran mu Devin?" Tanya Raguel sambil tersenyum.


Raguel dia adalah Dewa yang di takuti namun dia sangat ramah, dia selalu tersenyum walaupun di balik senyuman itu terdapat orang yang sangat mengerikan yang ada pada dalam diri nya.


"Bagaimana jika pertarungan nya bebas mau memilih siapa lawan nya, dan berapa orang lawan nya, contohnya kita memperbolehkan 3 lawan 1." Ucap Devin.


Yang membuat semua orang terkejut.


"Saran mu bagus Devin tapi itu akan merugikan kalian, karena di sini kalian harus melawan kami para Dewa." Ucap Raguel.


"Kami tidak masalah dengan hal itu," Jawab Fang Jiali.


"Ya benar jadi bagaimana apa kalian menerima saran ku."


"Ya kami menerimanya dengan senang hati." Ucap Raguel dan para Dewa lain nya.


"Zear bagaimana?"


"Aku setuju, agar cepat juga." Ucap Zear dengan sombongnya.


Namun tidak ada yang berani membentak Zear.


Mereka semua hanya kesal saja tapi dalam hati mereka, mereka sama sekali tidak bisa mengungkapkan nya.


Ini baru pertama kalinya bagi mereka, mereka kesal terhadap seseorang tapi mereka tidak dapat berkata apa-apa.


Mereka sebenarnya bisa saja melepas unek-unek mereka tapi, insting mereka berkata lain, insting mereka berkata agar mereka tidak membuka bicara.


Karena orang-orang yang ada di hadapan mereka bukanlah orang biasa melainkan monster di atas monster


"Baiklah kalau begitu sudah di putuskan." Ucap Raguel.


"Berarti pertarungan antara bawahan dulu kan? Aku ingin bertarung dengan 3 bawahan Kromusa." Ucap Devin dengan sombongnya, dan kepercayaan dirinya.


"Apa kau yakin, jangan terlalu meremehkan bawahan ku Devin." Ucap Kromusa yang terlihat kesal.


"Tentu saja yakin, ya itupun kalau 3 bawahan mu berani melawan ku." Ucap Devin.


Kromusa pun benar-benar di puncak kekesalan nya, dan dia pun berdiri sambil mengeluarkan aura nya dan menggebrak meja.


"KAU!!!!!!!"


Zear pun berdiri dan mengeluarkan aura berwarna biru muda yang sangat menakutkan.


"JANGAN SAMPAI KAU MENGHILANGKAN KESABARAN KU, TUAN KROMUSA." Ucap Zear sambil menatap tajam Kromusa.


Hanya dengan itu saja Kromusa dan para Dewa lain nya mengerti betapa mengerikan nya Zear.


Kromusa pun duduk kembali dengan tenang sambil bergemetaran ketakutan dan keringat dingin keluar dari tubuhnya.


"Apa kau melihatnya?" Tanya Reludo sambil berbisik-bisik.


"Aku melihatnya dia menyeramkan, sekarang aku mengerti kenapa Jackson dan Keonel sangat menakuti Zear dan teman-teman nya." Ucap Kromusa yang terkena mental.


"Aku pun melihatnya juga, tapi aku tidak tau yang lain nya, apa mereka melihatnya juga atau tidak." Ucap Reludo.


"Di belakang Zear terdapat sebuah kekuatan monster yang sangat mengerikan, yang sama sekali kau tidak bisa bayangkan, dan mereka semua seperti patuh terhadap Zear."


"Aku mengerti maksudmu karena aku melihatnya dia benar-benar membuat kita semua merinding ketakutan dari awal pertemuan sampai sekarang." Ucap Kromusa.


"Kau benar, sekarang kita tidak bisa mundur, maju kena Zear, mundur kena Raguel, jadi untuk sekarang keputusan yang paling tepat adalah maju terus." Ucap Reludo.


"Ya sekalian kita mengetahui seberapa menyeramkan nya Zear, apa dia lebih kuat dari para Raguel atau tidak." Ucap Reludo.


"Kau benar lagi pula ini bukan pertarungan hidup dan mati." Ucap Kromusa.


Mereka berdua berbisik-bisik dengan pelan dan tidak di ketahui.


Ya walaupun Zear mengetahuinya.


"Baiklah maafkan aku silahkan lanjutkan." Ucap Zear yang duduk kembali.


Mereka semua yang terkejut pun kembali normal dan kembali tersadar.


Akhirnya 3 bawahan Kromusa pun setuju untuk melawan Devin seorang.