THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 147 Kembali ke tower kematian



Zear sekarang sedang memikirkan banyak hal dia termerenung cukup lama.


"Sayang ada masalah apa? Dari tadi aku lihat kamu termerenung terus seperti memikirkan sesuatu. Jika kau ingin berceritalah padaku, mungkin aku dapat meringankan bebanmu walaupun sedikit." Ujar Jane.


Zear pun tersenyum kepada Jane.


"Baiklah sebenarnya yang aku pikirkan masih sama seperti kemarin-kemarin."


Jane pun berpikir sejenak kemudian dia mengerti apa maksud Zear.


"Jadi kamu sedang kebingungan apa kamu harus kembali ke tower kematian atau tidak?"


"Iya benar."


"Sebenarnya masalahnya bukan itu saja, sebenarnya aku takut jika aku kembali ke tower kematian, pemimpin Primordial demon dan para pasukan nya bisa sewaktu-waktu menyerang bumi."


"Ketika aku tidak ada di bumi, seperti yang di lakukan primordial demon tadi, dan itu benar-benar sangat membuatku khawatir dan sama sekali tidak tenang jika aku pergi ke tower kematian sekarang."


"Tapi masalahnya jika aku tidak pergi kesana dan menyelesaikan tower kematian, ada kemungkinan aku akan kalah dalam menghadapi pemimpin Primordial demon."


"Sebenarnya ini adalah pilihan yang sangat sulit untukku, selain itu juga aku tidak tau kapan aku kembali dari tower kematian dan masalahnya lagi, di tower kematian aku akan menghadapi salah satu Dewa." Ujar Zear.


Jane pun yang sedang mengenakan pakaian seksi tersebut, dia duduk di pangkuan Zear dan memeluk Zear.


Zear terlihat sangat nyaman dan lebih baik.


"Dengan sebuah pelukan kamu pasti akan merasa lebih baik."


"Apa kamu mengkhawatirkan ku Mina, dan yang lain nya?" Tanya Jane.


"Iya kamu benar."


"Kamu tidak perlu khawatir, kami semua bisa menjaga diri, dan kami semua juga bisa melindungi keluarga ini, kamu dapat pergi ke tower kematian tanpa merasa khawatir sedikit pun."


"Kamu percaya padaku dan yang lain nya bukan."


"Iya."


"Kalau begitu tidak ada yang perlu di khawatirkan, kami semua akan baik-baik saja disini, kami semua akan menunggu kepulangan mu lagi, seperti kemarin-kemarin."


"Dan semuanya akan baik-baik saja."


"Iya terima kasih sayang, sekarang aku merasa lebih baik, aku rasa apa yang kamu katakan benar juga, lagi pula kalian sekarang telah menjadi sangat kuat, aku yakin kalian dapat mengatasi semua masalah yang ada di sini." Ujar Zear.


"Iya sayang tentu saja, kami tidak akan mengecewakan mu."


"Jadi pergilah ke tower kematian dan selesaikan apa yang ingin kamu selesaikan di sana."


"Jane."


"Iya apa."


"Terima kasih karena selalu berada di sisiku, terima kasih karena sudah menyemangati ku, terima kasih karena kamu selalu ada di saatku butuh."


"Bodoh seharusnya akulah yang berkata seperti Zear aku mencintaimu."


"Aku juga sangat mencintai mu Jane."


Dan mereka berdua pun melakukan olahraga malam dan kali ini mereka tidak memakai pengaman.


Mereka berdua menginginkan seorang anak.


***


3 Hari setelah bersitirahat, semuanya pun kembali dengan normal.


Dan Zear dia masih di rumah, dia tidak langsung pergi pada saat waktu itu juga.


Dia ingin menghabisi waktunya bersama keluarganya terlebih dahulu.


Selama 3 hari Zear banyak bermain dengan Mina, Zear juga banyak bermain bersama dengan trio bodoh.


Zear juga membantu orang tuanya, dan masih banyak yang lain yang Zear lakukan.


3 Hari itu Zear sangat merasa senang, dan dia sekarang sudah merasa puas dan ingin kembali ke tower kematian.


Dan seperti biasa mereka mengadakan salam perpisahan.


Dan akhirnya Zear pun kembali ke tower kematian.


Kali ini dia dalam keadaan yang sangat bersemangat.


"Zear selamat datang kembali."


"Ya Frona." Zear sambil tersenyum.


"Hmmm aku rasa kali ini kamu sedikit berbeda Zear, kamu terlihat lebih kuat dari sebelumnya, dan sepertinya kamu sangat bersemangat." Ujar Frona.


"Ya tentu saja hehehehe aku akan menyelesaikan tower kematian ini dengan cepat." Ujar Zear.


"Ya tolong buka portalnya." Jawab Zear.


"Uhm anu Zear hehehe itu."


Zear pun mengeluarkan coklat dengan muka datar.


"Ambillah."


Dengan mata yang berbinar-binar Frona mengambil coklat dari Zear.


"Ayo kita kalahkan Dewa kegelapan." Frona yang membuka portal.


"Zear semangatlah menanglah dan jangan lupa berikan aku coklat lagi nanti."


"Iya iya tampaknya yang kau pedulikan bukanlah aku melainkan coklat."


"Hehehe tentu saja." Ujar Frona dengan senyuman yang manis.


"Apa kau tidak terlalu jujur." Zear dengan muka datarnya.


"Sudahlah sana cepat kalahkan Dewa kegelapan itu"


"Iya iya iya aku pergi dulu." Ujar Zear.


"Ya berhati-hatilah."


***


3 Orang sekarang sedang berkumpul di sebuah ruangan yang tampak sangat mengerikan.


2 Orang terlihat sedang panik dan satunya lagi terlihat sangat santai.


"Tuan Behemoth aku rasa ini adalah keadaan yang sangat darurat, ini semua karena Elathan tidak becus dalam mendidik para sampah itu." Ujar Leviathan.


"APA? KENAPA KAU JADI MENYALAHKAN KU HAH?"


"Aku tidak menyalahkan mu, apa yang ku katakan adalah kebenaran nya, buktinya sekarang para bawahan mu itu semuanya telah mati."


"Apa aku salah jika aku mengatakan bahwa kau tidak becus dalam mengurus mereka."


"LEVIATHAN INGAT BATASAN MU SENDIRI!!!!!" Elathan yang terlihat kesal.


"Kenapa apa kau kesal karena perkataan ku benar?"


"Cihh dasar bodoh, aku sudah memberitahu mu dari awal urusan bumi serahkan saja pada bawahanku, aku yakin bawahanku bisa mengalahkan para manusia lemah itu dengan mudah." Ujar Leviathan yang memandang rendah Elathan.


"Kalau perkataan mu itu benar, buktikan padaku, jangan hanya bicara." Ujar pemimpin Primordial demon yang merupakan pemimpin mereka.


Dia bernama Behemoth.


Behemoth yang akhirnya berbicara membuat Leviatahan dan Elathan terdiam.


Mereka berdua langsung menundukan kepala mereka.


Mereka merinding ketakutan, dan mereka sama sekali tidak dapat menatap Behemoth.


Bagi mereka Behemoth adalah orang yang tidak akan pernah berani mereka lawan.


Itu semua karena kekuatan Behemoth yang dapat menghancurkan 1 dunia dengan mudah.


Behemoth adalah eksitensi yang sangat mengerikan kekuatan dia dapat setara dengan Dewa.


Behemoth adalah orang yang benar-benar sangat mengerikan.


Tidak ada satu pun orang yang berani melawan nya kecuali para Dewa.


Behemoth sangat di segani oleh seluruh monster yang ada.


Bagi seluruh monster Behemoth adalah pemimpin mereka.


Mereka patuh kepada Behemoth.


"Tuan Behemoth-" Elathan yang ingin berbicara namun tidak diberi izin oleh Behemoth.


"Kekuatan ku sebentar lagi pulih, setelah pulih mungkin saja aku sendiri yang akan menginvasi bumi."


"Rajaku, saya rasa raja tidak perlu melakukan hal itu." Ujar Leviathan sambil tersenyum penuh maksud.


"Kenapa?" Tanya Behemoth dengan perasaan yang sama sekali tidak senang.


Membuat Leviathan bergemetar ketakutan.


Leviathan pun menelan ludah sendiri.


Dia seperti berat untuk mengatakan sesuatu padahal dia sudah ingin mengatakan nya.