THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 28 PERANG BESAR 3



"Ahhh aku sama sekali tak bisa membayangkan, bagaimana bulan maduku dengan Jane." Ucap Licht sambil menari dan berjalan di ruangan nya sendiri, sekilas dia terlihat seperti orang gila.


"Memang benar merebut istri orang sangatlah menyenangkan ahh aku tidak sabar melakukan ini itu bersama dengan Jane walaupun dia terpaksa hahahhaah."


"Tapi aku tidak peduli yang terpenting dia menjadi milikku hahhaa sungguh aku sangat tidak sabar, apa aku harus keluar dari istana dan menyaksikan kematian Zear dan pasukannya?"


"Hmm tidak tidak tidak itu tidak perlu aku akan menunggu disini aku akan menunggu kabar kemenangan dari para jendralku."


"Jika mereka tidak menang pun aku tidak peduli karna hanya butuh beberapa menit lagi bantuan akan segera tiba hahahaha dan setelah itu kemanangan akan berada di tanganku."


"AKU SUNGGUH TIDAK SABAR MELIHAT JANE MEMEHON AMPUNAN PADAKU DAN MENYERAHKAN DIRINYA PADAKU HAHAHA."


"Ini sangat menarik ini sangat menarik, inilah hal yang kutunggu-tunggu sejak lama." Licht yang kembali duduk di singgahsana nya.


"Setelah Jane jadi milikku aku tinggal melawan Dewa yang lainnya, setelah itu aku akan membuat mereka tunduk, setelah itu aku akan menguasai dunia yang membosankan ini."


"Dan aku akan mengubah dunia ini menjadi lebih menarik di mana yang kuat akan di berikan segalanya sedangkan yang lemah mereka harus menjadi budak." Ucap Licht dengan senyuman kejam nya.


***


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Jane.


"Aku baik-baik saja lalu bagaimana denganmu."


"Aku baik-baik saja kok."


"Ehem ehem kalian berdua selalu saja bermesraan dimana pun dan kapan pun dan tidak pernah melihat situasi." Sahut Reyhan dan yang lainnya.


Zear dan Jane pun sedikit malu-malu pipi mereka jadi memerah.


"Ehem jadi bagaimana situasinya Reyhan?" Zear yang mengubah alur pembicaraan.


Sedangkan Jane ia tiba-tiba mengajak ngobrol Hana dan juga Fang Jiali.


"Situasi di bawah sana sudah kondusif semua musuh telah dikalahkan tapi ada satu masalah."


"Apa?"


"Para manusia yang di perlakukan seperti hewan, mereka semua rata-rata memiliki trauma." Sahut Fang Yin.


"Bahkan ketika sudah membuka kurungan yang mengurung mereka, mereka tetap berdiam diri disana, sebagian orang ada yang takut," Ucap Devin.


"Dan sebagian orang lagi ada yang berkata. Kami tidak memiliki tempat untuk kembali, jadi jika tuan menyuruh kami untuk pergi dari sini pun, kami kebingungan harus pergi kemana." Ucap Reyhan.


"Zear kondisi mereka sungguh memprihatinkan." Sahut Hana yang tiba-tiba menyaut.


"Apa yang mereka katakan benar." Sahut Fang Jiali.


"Jadi sayang selanjutnya apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan mereka?" Tanya Jane dengan wajah yang terlihat kasian pada orang-orang yang tersiksa itu.


Zear pun mengelus kepala Jane dengan lembut.


"Kamu tenang saja aku memiliki sebuah ide kok, kalian juga santai saja setiap masalah pasti ada jalan, sekarang lupakan hal itu yang terpenting sekarang adalah membunuh para bajinga* itu Licht dan seluruh pasukannya."


Ucap Zear sambil berjalan bergandengan tangan dengan Jane menuju istana Licht.


Reyhan dan yang lainnya mereka mengikuti dan berjalan bersama dengan Zear.


***


"Bagaimana? Apa para bantuan sudah datang?" Tanya Licht pada salah seorang pelayan nya.


"Sudah tuan sekarang meraka sedang berada  tak jauh dari pantai, para bantuan datang menggunakan kapal modern."


"Total 20 negara terdekat yang membantu kita dan teman tuan yaitu Dewa kerakusan dan juga Dewa kesombongan."


"Masing-masing negara membawa 100.000 pasukan lebih dan total yang membantu kita ada 20 negara jadi total semuanya 2.000.000 juta pasukan."


"Di tambah dua Dewa teman tuan yang membawa masing-masing 300.000 pasukan jika di jumlahkan keduanya menjadi 600.000 pasukan."


"Dan jika di jumlahkan semuanya mencapai 2.600.000 pasukan tuan."


"Mereka semua kesini menggunakan kapal modern, yang bertotalkan 435 lebih."


"Kapal modern yang mereka gunakan adalah kapal yang cukup besar."


Mendengar semua informasi itu, Licht menjadi sangat senang, ia terlihat sangat senang, ia terlihat sangat gembira.


Perasaan dia saat ini sangat membeludak, ia menghirup udara kemenangan, ia merasa kemenangan sekarang berada di tangan nya.


Licht saking senangnya ia tersenyum sangat lebar dan tertawa dengan sangat puas.


Ia pun segera keluar dari istananya itu untuk melihat pemandangan betapa banyaknya pasukan yang ia miliki sekarang.


"HAHAHAHAHHA LIHATLAH HAHAHA DENGAN PASUKAN SEBANYAK INI AKU YAKIN AKU BISA MENGUASAI DUNIA INI HAHAHAHA." Licht yang terlihat sangat senang.


"Ini benar-benar akan menjadi menarik hahahahaha."


"Aku tak sabar ingin melihat bagaimana wajah pasrah 8 iblis tak berperasaan."


***


Ketika Zear dan yang lainnya menaiki gunung itu di pertengahan jalan tiba-tiba saja Zear berhenti.


"Kenapa? Kamu berhenti?" Tanya Jane.


"Aku merasa ada banyak orang yang menuju kesini jauh di belakang kita." Ucap Zear sambil menengok kebelakang.


Reyhan dan yang lainnya pun menengok ke belakang, mereka melihat pemandangan yang menyeramkan.


"Sepertinya itu adalah pasukan Licht." Ucap Reyhan yang masih tenang.


"Hahaha kau benar, jadi sekarang apa yang harus kita lakukan?" Tanya Fang Yin yang terlihat tenang.


"Tentu saja kita akan melawan mereka apa kalian takut?" Devin dengan wajah berserinya.


"Hahahah takut? Tidak mungkin pasukan segitu saja tidak akan cukup untuk menghabisi kita." Ucap Reyhan dengan percaya diri.


"Hahah sepertinya ini akan menjadi menarik." Fang Yin sambil melakukan peregangan.


Hana, Fang Yin, Fang Jiali, Devin, Reyhan, RED, Jane mereka semua tidak merasa takut sama sekali ataupun gemetar.


Karna dari awal mereka sudah tau bahwa hal ini kemungkinan akan terjadi, mereka semua sama sekali tidak takut mati.


"Kalian tidak perlu melawan mereka." Sahut Zear.


"EH kenapa ada apa Zear?" Sahut Hana.


"Biar aku saja yang menghabisi mereka, aku akan menghabisi mereka dalam hitungan menit kok." Jawab Zear.


"Tapi Ze-" Jane yang tiba-tiba menghentikan ucapan Hana.


Seakan-akan dia bilang percayalah pada Zear.


"Baiklah kak Zear jika itu mau mu kami percaya padamu." Sahut Devin.


"Lagi pula kami hanya akan mendengar perintah dari kak Zear, jika kak Zear memerintahkan kami untuk tetap disini kami akan tetap disini." Sahut Fang Jiali.


"Humu humu (Menanggukan kepala) Itu benar." Sahut Fang Yin.


"Zear habisi mereka semua tunjukan pada seluruh dunia siapa kita." Ucap Reyhan sambil bercanda.


"Hahaha tentu saja tunggu lah sebentar aku akan segera kembali." Ucap Zear.


"Berhati-hatilah." Ucap Jane dengan senyuman manisnya.


"Ya tenang saja serahkan semuanya padaku hehehe aku pergi dulu." Zear pun berteleport.


Ke dekat tepi pantai disana Zear dapat melihat dengan jelas banyaknya kapal dan manusia yang ingin menuju ke pulau Death island.


Mereka dari atas dapat melihat Zear vs jutaan orang dengan sangat jelas.


"Aku percaya Zear pasti bisa menghabisi mereka." Sahut Jane.


"Ya aku juga yakin bagaimana pun juga dia adalah suamimu Zear, sang alien yang tak terkalahkan haahah." Reyhan sambil duduk dengan santai.


Di ikuti oleh Devin dan Fang Yin.


"Yaps kau benar Reyhan, kak Zear selalu membuat kejutan yang aneh-aneh, jadi sekarang aku tidak terkejut lagi jika dia dapat menghabisi jutaan pasukan Licht sendirian." Sahut Fang Yin.


"Justru aku akan merasa aneh jika kak Zear tidak dapat menghabisi mereka semua hahaha." Ucap Devin.


"Tapi aku tak habis pikir, apa dia tak pernah berpikiran bahwa bisa saja kita menghianatinya." Sahut Hana yang tiba-tiba.


"Ntahlah aku juga tidak tau tapi jika aku di posisi dia mungkin saja aku akan berpikiran seperti itu, aku akan berhati-hati terhadap kalian."


"Tapi Zear dia tidak seperti itu, dia benar-benar menganggap kita seperti keluarganya sendiri."


"Aku tidak tau kenapa, pikiran dia memang sulit untuk di tebak, jangankan pikiran kelakuannya saja tidak dapat kita tebak."


"Jika di bilang dia naif menurutku tidak juga, pada awal aku bertemu dengannya aku juga pernah berpikiran bawah Zear naif tapi semakin sini aku semakin menyadari dia tidak naif yang seperti ku pikirkan dulu." Ucap Reyhan.


"Apa yang dikatakan Reyhan tentang suamiku semuanya benar."


"Suamiku adalah orang yang paling aneh, tapi apa yah aku sulit untuk mengungkapkannya."


"Kami mengerti maksudmu kok." Sahut Fang Jiali.


Mereka semua pun tertawa sambil duduk bersantai dan melihat Zear dari atas.


"Yang pasti jika ada salah satu dari kita yang berhianat apapun itu alasannya aku yang akan membunuhnya sendiri." Ucap Jane.


"Tenang saja kami tidak akan pernah berhianat, kami lebih baik mati dari pada harus berhianat kepada Zear, kami semua berjanji." Ucap Reyhan yang di iyakan oleh semua orang termasuk Red.


***


"Siapa pria yang tiba-tiba muncul di tepian pantai itu?"


"Ntahlah aku tidak tau, mungkin orang gila."


"Apa kita harus menyerang dia?"


"Tidak perlu dia hanyalah orang gila yang ingin mati dengan terhormat."


"Hahahahha apakah kau yakin Dewa kesombongan?" Tanya Dewa keserakahan.


"Tentu saja yakin apa kau meragukanku."


"Tentu saja apa kau pikir ada orang gila yang mengeluarkan aura seperti dia, lebih baik kita menyerangnya dari sekarang loh dari pada nanti kita akan menyesal."


"Sudahlah santai saja kau ini terlalu berlebihan, aku tau aura dia sangat kuat tapi tidak mungkin dia bisa mengalahkan kita."


"Kau benar juga baiklah untuk kali ini aku akan mendengarkan mu."


"Baguslah lagi pula lihatlah orang lain juga tidak menyerang orang gila itu, jika kita menyerangnya bukankah kita akan jadi malu kemana harga diri kita nanti."


"Hmm kau benar juga baiklah mari kita abaikan orang itu untuk sementara setelah kita sampai di tepi pantai sana baru kita membunuhnya."


"Yaps lebih baik seperti itu ahhh ntah kenapa aku merasa si Licht terlalu berlebihan."


"Maksudmu?"


"Ya kau tau hanya untuk melawan 8 iblis tak berperasaan dia sampai meminta bantuan kepada kita dan negara-negara."


"Hmm menurutku itu tidak berlebihan lihatlah tempatnya Licht sekarang hancur berantakan oleh 8 iblis tak berperasaan."


"Tempat dia hancur karna mungkin dia tidak turun tangan."


"Mungkin kau benar tapi coba kau pikir kenapa Licht tidak turun tangan langsung untuk menghadapi 8 iblis tak berperasaan, apa mungkin dia takut?"


"Hahahah tidak mungkin tidak mungkin orang seperti dia tidak mungkin takut dengan 8 sampah itu."


"Lalu kenapa dia meminta bantuan kita?"


"Hahhaha itu mungkin hanya untuk bersenang-senang dan menunjukan pada dunia bahwa 8 iblis tak berperasaan tidak apa-apanya jika berhadapan dengan para Dewa."


"Hmmm ada benarnya juga."


"Benarkan kau tenang saja kau ini kenapa sangat overthinking tidak seperti biasanya."


"Ntahlah aku juga tidak tau tapi feelingku mengatakan sebentar lagi hal buruk akan terjadi pada kita."


 


 


 


 


 


 


 


 


 


.