
"RED." Ucap Zear.
"Baik tuan." Red pun langsung melesat terbang. Begitu pula dengan Zear yang melesat ke arah Astaroth
Dia pun langsung mengeluarkan skillnya nafas api biru.
Salamander pun tak tinggal diam, dia juga mengeluarkan nafas api merah nya.
Serangan mereka berdua pun beradu, namun bisa di pastikan di sini Red lah yang akan menang.
Perbedaan kekuatan antara Salamander dan juga Red sangat berbeda jauh, Red jauh lebih unggul.
Zear di sini menggunakan pedang nya untuk menebas leher Astaroth.
Astaroth dia kemudian menahan nya menggunakan tongkat miliknya.
"SIALAANN Sudah aku duga jika naga itu ikut bertarung, maka pertarungan nya akan jadi merepotkan seperti ini." Batin Astaroth.
Sambil menahan serangan Zear yang bertubi-tubi.
Zear terus menebas Astaroth dari semua sisi.
Namun Astaroth memiliki reflek dan kecepatan yang sangat hebat.
Sehingga serangan Zear semua nya dapat di tahan olehnya, walaupun ada beberapa bagian yang terluka cukup parah.
"Aku raja raksasa di buat tidak berdaya di hadapan seorang manusia lemah?" Batin Astaroth yang terlihat kesal.
"AAAAA...." Teriak Astaroth
Astaroth pun tiba-tiba meledakan aura yang ada di dalam dirinya.
Sehingga membuat gelombang kejut yang besar, dan Zear pun terhempas.
Namun tidak terlalu jauh.
"Primordial demon memang selalu mengejutkan kekuatan mereka benar-benar sesuatu yang tidak aku mengerti, dia gagal bertransformasi, tapi dia sekarang jauh lebih kuat dari sebelum nya."
"Apa dia baru serius bertarung sekarang?" Batin Zear.
"Sudah cukup main-main nya, aku akan membunuh mu sekarang." Astaroth sambil mengarahkan senjatanya ke arah Zear.
Kali ini Astaroth di sekujur tubuhnya mengeluarkan aura berwarna biru yang lebih pekat jadi dan hampir berubah menjadi hitam.
Senjata Astaroth juga di sini di lapisi oleh aura miliknya.
Astaroth pun melesat dengan sangat cepat, bahkan sampai-sampai Zear tidak menyadarinya.
Astaroth tiba-tiba ingin memukul Zear secara horizontal.
Namun Zear di sini mundur kebelakang dengan cepat dan menghindari serangan Astaroth.
Serangan Astaroth sangatlah kuat bahkan sampai menghancurkan bangunan di sana.
Tak sampai di situ saja Astaroth kemudian melesat kembali dan memukul samping Zear.
Zear menahan nya menggunakan tangan kiri miliknya.
Zear pun sedikit terluka.
Namun Zear di sini langsung membalas nya.
Zear menebas tangan Astaroth dengan pedang nya.
Tangan Astaroth pun terpotong dengan mudahnya dan senjata nya pun terlepas.
Astaroth pun berteriak kesakitan dan dia mundur kebelakang ke dekat salamander.
"Sialaan serangan Astaroth sangat menyakitkan, bahkan tangan dewa saja sampai terluka seperti ini." Batin Zear.
Luka Zear pun tiba-tiba sembuh dengan cepat.
"SIALAAN INI SANGAT SAKITTTT apa-apaan dia itu, apa dia benar-benar manusia? Aku tidak mempercayai jika dia adalah manusia." Batin Astaroth yang mulai meragukan Zear adalah manusia.
Lengan Astaroth pun di sini tumbuh kembali, namun energi yang dia keluarkan untuk menyembuhkan lukanya itu sangat banyak.
Astaroth terpaksa menyembuhkan lukanya, karena dia membutuhkan kedua lengan nya utuh.
Dua lengan nya saja tidak bisa menembus pertahanan Zear apalagi 1.
Mereka berdua mengadu nafas api dan bola api.
Red di sini menang dengan sangat telak.
Salamander dia terluka sangat parah, sedangkan Red masih terlihat baik-baik saja.
Salamander menunjukan wajah buruknya, dia juga sudah kelelahan, dia ingin menyerah namun ia tidak melakukan hal itu, dia seperti ingin mati dengan terhormat.
Red yang mengerti akan hal itu.
Dia menciptakan sebuah bola besar berwarna biru muda, Salamander dia juga menciptakan bola besar berwarna merah.
Red melancarkan serangan nya, namun serangan Red bukan melesatkan bola besar, tapi melesatkan cahaya aura berwarna biru seperti laser.
Salamander yang sudah melepaskan bola merah nya itu terkejut.
Salamander tau skill yang di pakai oleh Red adalah skill paling tinggi yang di miliki oleh hewan infinity.
Salamander pun tersenyum. Karena di akhir hayatnya dia dapat melihat sesuatu yang sangat hebat.
Yaitu serangan Red.
Serangan Red pun menabrak serangan Salamander dan menghancurkan nya dengan udah.
Serangan Red pun kemudian mengenai salamander.
Dan salamander itu pun lenyap seperti di telan bumi, dan menyisakan sedikit abu mayatnya.
Di sisi lain seluruh aliansi Zear telah menghabisi para monster raksasa.
Astaroth dia menyadari bahwa pasukan yang dia miliki semuanya telah mati.
Astaroth dia melihat kearah sekitaran, dia terlihat seperti sedih, dan ada perasaan marah juga.
"Kalian semua adalah pasukan ku yang terbaik, terima kasih karena sudah mendengarkan permintaan egois ku, ini adalah semua kesalahan ku, aku terlalu meremehkan mereka."
"Untuk maafku untuk kalian semua AKU AKAN MEMBUNUH MEREKA SEMUA DISINI AKU AKAN MEMBALASKAN DENDAM KALIAN!!!!!!!" Batin Astaroth yang terlihat sangat marah.
Semua orang pun sekarang memandangi Astaroth yang sedang sendirian.
Semua orang bersorak dan berteriak atas kemenangan mereka melawan para monster raksasa.
"INI BELUM BERAKHIR!!!!!!!!!!!!" Teriak Zear.
"KALIAN SEMUA MENJAUHLAH DARI SINI!!!!!!!!!!" Zear yang merasakan bahaya, dari Astaroth.
Mendengar perintah dari Zear semua orang pun mundur jauh kebelakang.
Kecuali 8 iblis tak berperasaan dan pasukan bayangan milik Zear.
Astaroth berubah menjadi kecil secara perlahan.
Dan akhirnya dia sampai pada ukuran 20 meter.
Zear yang melihat Astaroth sedikit merinding.
Zear tau bahwa Astaroth yang sekarang benar-benar mengerikan.
Zear juga mengetahui fakta bahwa semakin kecil monster raksasa, maka semakin kuat monster raksasa itu.
Astaroth dia menarik nafasnya dalam-dalam.
Dia mengeluarkan senjatanya yang baru yaitu berupa pedang yang sangat besar, yang hampir seukuran dengan nya.
"Kalian tau, kalian adalah orang yang pertama kali berhasil membantai pasukan ku yang paling kuat." Ucap Astaroth, yang terlihat sedih.
Zear dan yang lain nya baru mengetahui bahwa Primordial demon juga ternyata memiliki perasaan.
Mereka seakan-akan tidak mempercayai hal itu.
Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang.
"Untuk itu aku ucapkan selamat pada kalian, tapi KALIAN HARUS MATI DISINI!!!!!!!" Teriak Astaroth.
Yang menggema sampai membuat telinga mereka sakit.