THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 57 Melawan para Dewa



Selanjutnya adalah pertarungan Fang Jiali melawan Gabriel.


Fang Jiali sama sekali tidak mengeluarkan senjata nya, begitu pula dengan Gabriel.


Namun mereka berdua tetap mengeluarkan aura kekuatan mereka.


Mereka ingin bertarung dengan serius.


Aura yang di keluarkan Fang Jiali berwarna merah sedangkan Gabriel ungu.


Gabriel langsung melesat ke arah Fang Jiali.


Fang Jiali pergerakan dia benar-benar sangat cepat, sehingga dia tiba-tiba berada di depan Gabriel dan berhasil memukul perut Gabriel sampai terhempas ke arah pelindung arena.


Fang Jiali seperti menggunakan skill teleport, padahal tidak itu adalah memang benar-benar kecepatan yang di miliki oleh Fang Jiali.


Semua orang terkejut akan hal itu termasuk juga Zear.


Zear dan yang lain nya tidak menyangka ternyata Fang Jiali dapat lebih cepat dari pada Devin.


Gabriel pun mulutnya mengeluarkan darah dan perutnya seperti terkena luka bakar.


Gabriel terlihat cukup kesakitan.


Namun dia tetap bangkit, tapi baru saja dia bangkit, Fang Jiali sudah berada di depan nya lagi dan menendang perut samping Gabriel dengan sangat keras.


Gabriel terkejut dan terhempas ke samping sampai menabrak tembok pelindung di sana.


Tak sampai di situ saja Fang Jiali langsung mengeluarkan tombaknya dan mengarahkan ujung tombak nya tepat di kedua mata Gabriel.


"Aku menyerah." Ucap Gabriel.


"Apa tidak ada seorang pun dari Dewa yang bisa mengalahkan tim Zear?" Tanya Reludo.


"Bukan nya aku sudah bilang, tidak ada yang bisa mengalahkan 8 iblis tak berperasaan," Ucap Jackson.


"Sekarang kalian melihat sendiri bukan? Betapa mengerikan nya mereka, itulah kenapa kami berdua sangat menghormati 8 iblis tak berperasaan." Ucap Keonal.


Mereka berdua mengatakan hal itu dengan bangga nya.


Karena akhirnya mereka bisa terbebas dari kata pecundang, karena mereka berdua selalu menghormati 8 iblis tak berperasaan.


Dan mereka di anggap terlalu berlebihan, tapi sekarang para Dewa setelah melihat kekuatan 8 iblis tak berperasaan.


Mereka akhirnya mengerti kenapa Keonal, Jackson bersikap seperti itu kepada 8 iblis tak berperasaan.


"Hhahahah sepertinya para Dewa tidak dapat berkutik di hadapan kalian." Ucap Raguel.


"Aku tidak ingin mengakuinya tapi itu adalah kebenaran nya." Ucap Reludo.


"Kalian terlalu mengerikan, aku jadi merinding ketakutan." Ucap Rv.


"Ya tapi ini bagus buat umat manusia, semakin banyak orang yang kuat, maka bumi kita ini akan semakin terjamin keselamatan nya." Ucap Raguel.


"Ya aku mengerti, dengan begini juga kami para Dewa semakin ingin untuk bertambah lebih kuat lagi hahahaha akhirnya ada juga orang yang dapat mengalahkan kami hahaah." Ucap Kromusa.


Akhirnya pertarungan Red dan Reludo pun di mulai.


"Aku tidak akan kalah dalam pertarungan ini melawan naga imut seperti mu, jika aku kalah melawan mu nama ku akan tercoreng nanti." Ucap Reludo.


"Terserah." Ucap Devin dingin.


"Kak Zear, apa orang yang bernama Reludo itu ingin mati?"


"Kenapa memang nya?"


"Red tidak di suka dengan hinaan naga imut dia pasti sekarang akan bertarung serius."


"Itu tidak mungkin Devin, jika Red bertarung serius maka." Ucap Zear


"Arena pertarungan nya akan hancur." Di lanjutkan oleh Jane.


"Zear dan Jane benar." Ucap Fang Jiali.


Para Dewa yang mendengar pembicaraan Zear dan yang lain nya.


Mereka mungkin akan menjadi eksitensi terkuat di seluruh dunia.


Tidak akan ada orang yang berani melawan mereka kecuali para Bangsawan.


Para bangsawan memang tidak memiliki kekuatan tapi mereka memiliki kekuasan dan berpengaruh besar di dunia.


Mereka juga lah yang kebanyakan mengatur bisnis portal.


Mereka memang tak semengerikan para Dewa tapi kesombongan mereka melebihi para Dewa.


Kembali ke pertarungan Red melawan Reludo Dewa kehancuran.


Red di sini dari naga imut berubah menjadi naga berukuran sedang.


15 kali ukuran manusia.


"Nampaknya aku tidak akan malu jika aku kalah." Ucap Reludo yang terlihat ketakutan.


Itu semua karena Red mengeluarkan aura kekuatan yang terlalu berlebihan.


"Red dia sudah berkembang sangat pesat." Ucap Zear.


"Itulah kak Zear alasan aku takut padanya." Ucap Devin.


"Kau takut padanya tapi kau selalu menjahilinya." Ucap Fang Jiali.


"Heheheehe uji nyali." Devin sambil menggaruk rambut belakang nya.


Red di sini langsung menyerang Reludo dengan nafas api birunya yang sangat besar, dan sangat panas.


Reludo pun hanya bisa bertahan menggunakan pedang besarnya, dan sama sekali tidak bisa menghindari serangan Red.


Sangat mengerikan itulah yang ada di pikiran semua orang sekarang.


Red benar-benar sangat mengerikan, serangan dia benar-benar membuat Reludo kerepotan.


Red pun menghentikan serangan nya itu.


"Mengerikan naga ini mengerikan, siallll aku salah karena telah menghina nya." Batin Reludo sambil melihat pedang besarnya yang terbakar.


Hancur meleleh. Reludo pun yang tak ingin menyerah karena malu telah mengatakan bahwa dia akan menang dan mengalahkan naga imut alias Red.


Reludo pun melesat dan ingin menyerang Red.


Namun Red menyerang Reludo menggunakan bola api biru miliknya, yang ukuran nya sama seperti manusia.


Reludo pun berhenti di tengah jalan dan menggunakan kedua lengan nya untuk bertahan.


Terjadi sebuah ledakan yang sangat dahsyat.


Reludo pun terhempas jauh sampai menabrak tembok pelindung.


Reludo pun terluka cukup parah, seperti para Dewa yang lain nya.


"Aku menyerah." Ucap Reludo.


Red pun tersenyum kemenangan.


"Aku tak menduganya semua para Dewa kalah dengan mudah." Ucap Keonal.


"Iya aku pikir mereka bisa menang melawan 8 iblis tak berperasaan, seperti yang mereka katakan Keonal." Ucap Jackson.


Mereka berdua tengah tertawa dan mengejek para Dewa.


Itu semua karena mereka sombong.


Tapi sekarang mereka menyadari di atas langit masih ada langit.


Selanjutnya adalah pertarungan Zear melawan Raguel.


Semua orang sekarang sedang tegang, terkecuali, Fang Jiali, Red, Jane, Devin.


Mereka tidak tegang karena mereka tau, Zear tidak akan kalah oleh siapapun.