THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 88 Zear VS Astaroth 2



Astaroth memulihkan tubuhnya dengan sangat cepat, dia memiliki skill regenerasi juga sama seperti Zear dan para Primordial demon lain nya.


Rata-rata orang yang bisa melakukan tranformasi, mereka dapat skill khusus yaitu regenerasi.


Orang yang dapat melakukan tranformasi hanya orang-orang tertentu saja, seperti Zear, dan para Primordial demon.


Skill regenerasi ini juga memiliki kelemahan dan Zear mengetahuinya.


Skill regenerasi membutuhkan energi yang sangat banyak.


Dan di situlah letak kelemahan dari skill regenerasi, semakin banyak orang itu meregenerasi tubuhnya.


Maka semakin cepat pula energi yang akan habis di dalam tubuhnya.


Dan pada akhirnya orang yang memiliki skill regenerasi mereka akan mati kehabisan energi.


Dan semakin banyak luka yang terdapat pada tubuh, maka semakin banyak pula energi yang di gunakan untuk meregenerasinya.


Pepatah mengatakan di balik keuntungan selalu ada kerugian yang besar.


Semua orang sama sekali tidak terkejut ketika Astaroth meregenarasi tubuhnya secara cepat.


Mereka memang sudah menduganya, Primordial demon tidak mungkin di kalahkan dengan begitu mudah.


Mereka tidak terkejut juga karena rata-rata dari mereka juga bisa melakukan regenerasi seperti Ang Wing, Raguel, Max.


8 iblis tak berperasaan, Leonard, Silvi, dan masih banyak lagi.


Walaupun regenerasi mereka tidak sesempurna Primordial demon maupun Zear.


"Semua yang di katakan Azazel benar, aku benci mengakuinya tapi kenyataan nya memang seperti itu, dia sama sekali tidak berbohong."


"Tapi Azazel memiliki satu kesalahan, dia berkata bahwa aku akan kalah dengan Zear hahahahah sangat lucu." Batin Astaroth yang merubah ekspresi nya menjadi tersenyum mengerikan.


"Aku harus menghabisi Zear di sini, dia sangat berbahaya, jika pemimpin tau jika kami tidak bisa membereskan Zear. Maka hancurlah sudah hidup kami semua." Batin Astaroth.


Astaroth lebih takut kepada pemimpin nya ketimbang Zear, bagi dia pemimpinnya adalah iblis yang tak terkalahkan.


Bagi Astaroth dan Primordial demon lainnya, pemimpin mereka adalah mimpi buruk bagi mereka.


Oleh karena itulah mereka tidak memberitahu pemimpin nya bahwa mereka sedang kesulitan dalam melawan manusia bernama Zear.


"Entah kenapa aku merasakan firasat buruk di dalam senyuman dia." Batin Zear.


Zear terus menatap dan tidak menghilangkan pandangan nya dari Astaroth, begitu pula dengan Astaroth.


Mereka berdua mengetahui, jika mereka berdua mengalihkan pandangan mereka, maka habislah sudah.


"SALAMANDER!!!!!!!!" Teriak Astaroth.


Tiba-tiba muncul salamander yang berbentuk seperti kadal berwarna merah yang ukuranya sangat besar hampir seperti para raksasa.


Dia muncul dari balik pintu yang besar yang berada di tengah.


Salamander itu bergerak dengan cepat kearah Astaroth.


Astaroth pun mengelus kepala Salamander itu.


Zear mengetahui bahwa Salamander itu sangat kuat.


"Salamander ayo kita bunuh ZEAR." Ucap Astaroth.


Salamander itu pun menatap Zear dengan tatapan mencengkam dan tatapan ingin membunuh.


Salamander itu pun mengeluarkan nafas api yang sangat besar dan sangat panas berwarna merah.


Zear pun menahan nya menggunakan pedang miliknya, Zear sama sekali tidak menyangka bahwa Salamander itu memiliki serangan yang cukup cepat.


Salamander itu hampir sama seperti Red.


Zear yang tengah menahan serangan Salamander di manfaatkan oleh Astaroth.


Dia menyerang Zear dari atas menggunakan tongkatnya.


Zear dengan pintar membuat tembok es yang sangat besar untuk menghalau serangan Salamander.


Dan sedangkan Zear sendiri menahan serangan Astaroth menggunakan pedang nya.


Tabrakan antara serangan mereka berdua pun terjadi kembali.


Pijakan tanah Zear pun retak dan membuat cekungan yang cukup dalam.


Akibat serangan mereka berdua, gelombang kejut aura pun terjadi kembali.


Semua orang tak habis pikir dengan kekuatan mereka berdua yang terlihat seperti tidak ada habisnya.


Kali ini Zear lah yang mendapatkan tekanan yang sangat kuat dari Astaroth.


Tembok es besar milik Zear pun hampir meleleh karena serangan Salamander.


Kedua tangan Zear pun mengeluarkan warna putih terang.


Astaroth yang mengetahui hal itu sangat berbahaya.


Dia langsung melompat kebelakang dia lari dari pertarungan beradu kekuatan itu.


"Perasaan apa tadi itu?" Astaroth yang terkejut.


Tembok es Zear pun berhasil di tembus.


Namun Zear kali ini menahan serangan salamander menggunakan lengan kiri miliknya.


"Rasakan ini kadal jelek." Ucap Zear yang langsung melemparkan senjata Sword of god.


Seluruh nafas api yang di keluarkan oleh salamander pun tidak berpengaruh kepada pedang Zear.


Justru pedang nya Zear berhasil menekan nafas api milik salamander.


Salamander pun menunjukan wajah terkejutnya.


Dan hampir saja dia terkena serangan telak dari pedang Zear.


Untung nya dia di lindungi oleh Astaroth.


Dan pedang Zear sekarang kembali beradu dengan senjata milik Astaroth.


"Kembali." Ucap Zear.


Pedang itu pun kembali ke tangan Zear.


Akibat melindungi salamander, punggung Astaroth terluka sangat parah.


Punggung nya sekarang menjadi hitam akibat terbakar api salamander.


Salamander pun merasa bersalah dan seperti meminta maaf pada Astaroth.


Astaroth dia memaafkan salamander dan mengelus kepalanya salamander.


Astaroth pun kembali memulihkan dirinya lagi.


Dia sekarang sedang bertanya-tanya, senjata jenis apa yang di miliki oleh Zear.


Kenapa manusia bisa menciptakan sebuah senjata yang sangat mengerikan seperti itu.


Astaroth seolah-olah tidak percaya jika senjata yang Zear miliki adalah buatan manusia.


Namun pikiran Astaroth benar, karena senjata Zear merupakan buatan dari Dewa yang sama sekali tidak di kenal oleh Zear.


Intinya senjata itu adalah buatan Dewa.


"Red apa kau sudah selesai melawan para raksasa itu?" Tanya Zear lewat telepati.


"Tentu saja tuanku, aku rasa sisanya bisa kita serahkan pada yang lain nya." Ucap Red.


"Begitukah."


"Tuan apa tuan membutuhkan bantuan ku?"


"Tebakan mu benar Red, aku ingin kau membunuh salamander."


"Dengan senang hati tuan aku akan melaksanakan nya."


Dengan segera, dengan kecepatan terbang milik Red.


Red pun sekarang berada di sisi Zear.


Dia menatap tajam salamander itu.


Dia juga menatap tajam Astaroth.


"Benar-benar sangat merepotkan sialllllll!!!!!!!!!" Astaroth yang terlihat sangat kesal.


"Kenapa naga bajingan itu datang kemari, kalau begini jadinya ini akan jadi sangat merepotkan."


"Zear saja sudah sangat merepotkan di tambah lagi dengan naga sialan itu, sial."


"Sepertinya aku harus benar-benar sangat serius sekarang." Batin Astaroth yang benar-benar kesal.


"Salamander lawan mereka berdua, jaga aku dari serangan mereka, aku akan melakukan transformasi, aku percaya pada mu kau bisa menahan mereka berdua." Ucap Astaroth pada salamander.


Salamander pun menganggukan kepalanya dan kemudian dia menatap tajam Zear dan juga Red.


"Astaroth jangan-jangan dia akan melakukan transformasi, sialaaan jika itu benar maka akan jadi merepotkan."


"Aku tidak akan membiarkan dia bertransformasi, bagaimana pun caranya aku harus menghentikan nya, jika dia bertranformasi, dan melawan ku maka habislah sudah tempat ini."


"Tempat ini tidak akan terselamatkan seperti tempat dimana aku bertarung dengan Azazel." Batin Zear yang sedang resah.