THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 83 Primordial demon



8 iblis tak berperasaan, para Dewa. Lebih dulu menyerang ketimbang para aliansi yang ada di sana.


Para aliansi di sana dapat melihat kekuatan asli yang di tunjukan para Dewa, dan 8 iblis tak berperasaan.


Para aliansi mereka sekarang mengerti kenapa, 8 iblis tak berperasaan dan para Dewa di juluki sebagai orang paling kuat di bumi.


Mereka sangat mengerikan.


Mereka mendominasi pertarungan tanpa bantuan aliansi yang lain nya.


Ini membuat para Aliansi semakin semangat dan percaya bahwa mereka bisa menang melawan para monster raksasa itu.


Red di sini mengeluarkan nafas api birunya. Oh yah Red disini berevolusi sama seperti Zear.


Namun penampilan Red tidak ada yang berubah, hanya saja serangan dan auranya berubah menjadi warna biru muda.


Kurang lebih sama seperti Zear.


Serangan Red membakar 5 sekaligus monster raksasa.


Namun mereka menahan serangan Red menggunkan tangan mereka.


Para monster raksasa pun termundur terus sambil menahan serangan Red yang tidak berhenti.


Tangan mereka hampir meleleh, dan mereka terlihat kesakitan.


Para raksasa memiliki keunikan, mereka memang pergerakan nya cukup lambat karena mereka terlalu besar.


Tapi daya tahan mereka benar-benar sangatlah mengerikan.


Astaroth yang melihat serangan Red, dia benar-benar terlihat sangat kesal.


"Apa dia adalah naga dari suku Eden yang terakhir?" Batin Astaroth.


"Kenapa naga itu ada di sini, bukan nya mereka semua sudah di musnahkan oleh kami."


"Ini akan benar-benar jadi merepotkan jika aku melawan Zear, dan naga sialan itu."


"Di tambah naga sialan itu kekuatan nya sudah hampir di puncaknya."


"Jika aku melawan keduanya, maka akan jadi pertarungan yang sangat merepotkan, ya walaupun pada akhirnya aku akan menang."


"Kenapa semua pasukan ku terlihat kalah? Apa para manusia lemah itu, sekuat ini?" Batin Astaroth.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN, CEPAT HABISI MEREKA." Teriak Astaroth.


Yang mulai mengganti posisi duduknya.


Para monster raksasa yang mendengar perintah itu, mereka berubah drastis menjadi serius.


Mereka semua mengeluarkan aura yang sangat mengerikan.


Beberapa rangker nasional sudah di bunuh oleh monster raksasa.


Zear dan Jane yang melihat pembunuhan itu mereka cukup kesal.


Red di sini terus mengeluarkan nafas apinya, hingga tangan musuhnya hancur dan tubuh mereka terbakar.


Red berhasil membunuh 5 raksasa sekaligus.


Red kemudian menciptakan bola biru berukuran besar berdiameter 80 meter.


Red kemudian melepaskan nya kearah kerumunan raksasa.


Raksasa itu pun menahan serangan Red.


Ledakan besar pun terjadi.


Para aliansi sekarang sedang melamun, mereka bertanya-tanya sebenarnya ini pertempuran apa?


Apa ini bisa di sebut sebagai pertempuran kiamat.


Mereka semua sangat mengerikan.


2 Monster terbunuh kembali gara-gara serangan Red.


Zear dan Jane di sini mulai beraksi, mereka melesat ke arah para monster.


Mereka berdua menggunakan senjata pedang dewa.


Monster itu ingin memukul Zear dan Jane.


Namun Jane di sini menghindari nya dan menebas pinggiran tangan raksasa itu.


Dan raksasa itu pun berubah menjadi beku sepenuhnya.


Zear menendang monster beku itu.


Dan monster raksasa beku itu pun hancur berkeping-keping.


Zear di sini langsung mengumpulkan energinya ke pedang miliknya.


[God's sword shot] Dan Zear melakukan serangan seperti menusuk musuh.


Pedang Zear pun mengeluarkan aura berwarna biru muda seperti laser panjang yang besar.


Yang melesat dengan sangat cepat kearah jantung monster raksasa.


Monster raksasa itu pun mati seketika, dadanya kini berlubang dan mengeluarkan banyak darah.


Itu semua karena serangan Zear.


Serangan Zear dan Jane membuat para monster raksasa terkejut dan mulai menyadari bahwa lawan mereka.


Benar-benar sangat kuat, Astaroth yang melihat serangan Zear, Red, Jane.


Astaroth ternyata dia telah meremehkan kekuatan Zear.


Astaroth pun terlihat sangat kesal.


Sedangkan Zear tersenyum senang pada Astaroth.


Astaroth pun semakin kesal, karena Zear.


Dia merubah posisi duduknya menjadi serius, namun dia belum berniat untuk ikut dalam pertarungan.


Fang Yin dan Devin bekerja sama untuk membunuh 1 monster raksasa.


Mereka melompat dan melesat dengan sangat cepat.


Raksasa itu melakukan pukulan kepada Fang Yin dan Devin.


Namun disini Fang Yin dan Devin berhasil menghindarinya.


Dan mereka memotong pergelangan tangan raksasa itu.


Raksasa itu pun berteriak kesakitan.


Setelah memotong pergelangan tangan nya, Fang Yin dan Devin melesat kembali.


Dan mereka berdua menebas leher monster raksasa itu.


Leher raksasa itu pun terlepas dari tubuh nya.


Astaroth keheranan kenapa bisa senjata mereka bisa menembus kulit para raksasa.


Sedangkan Zear bergumam dalam hatinya, tentu saja bisa karena senjata 8 iblis tak berperasaan bukanlah senjata buatan manusia.


MELAINKAN PARA DEWA.


Fang Jiali dan Hana di sini mereka berdua bekerja sama untuk membunuh 1 monster raksasa.


Monster raksasa itu menggunakan kedua lengan nya untuk memukul Fang Jiali dan Hana.


Fang Jiali dan Hana pun menyerang lengan raksasa itu menggunakan senjata mereka.


Fang Jiali tombak, Hana tongkat.


Ketika serangan mereka saling beradu.


Ledakan pun terjadi dan gelombang angin besar pun muncul gara-gara serangan mereka saling bertabrakan.


Tapi disini Fang Jiali dan Hana menang, monster raksasa itu pun kesakitan.


Saat dia ingin menarik kedua lengan nya.


Fang Jiali dia menaiki lengan raksasa itu, begitu pula dengan Hana.


Mereka berdua kemudian memotong kedua lengan monster raksasa itu.


Raksasa itu pun terlihat sangat kesakitan darah yang sangat banyak bercucuran tak henti-henti.


Fang Jiali dan Hana pun kemudian menyerang bagian kepala monster raksasa itu.


Kepala monster raksasa itu pun terhempas jauh.


Dan monster itu pun mati.


Mereka kemudian bersiap untuk melawan monster lain.


Reyhan dia disini bekerja sama dengan Raguel untuk membunuh 1 monster raksasa.


Monster raksasa melakukan serangan berupa pukulan yang sangat keras.


Raguel disini memegang pedangnya menggunakan kedua lengan nya.


Dan serangan mereka berdua pun saling beradu.


Di sini Raguel memenangkan duelnya dia berhasil membelah dua kepalan lengan monster raksasa.


Reyhan di sini ia langsung memanah kedua mata monster raksasa itu dengan panah nya yang sangat kencang dan kuat.


Monster raksasa itu pun berteriak kesakitan.


"Terima kasih Reyhan." Ucap Raguel.


Yang langsung melesat kearah leher monster raksasa itu dan kemudian menebasnya.


Mereka pun berhasil membunuh monster raksasa itu dengan mudah.


Sebagian rangker nasional yang ikut dalam portal ini.


Mereka sudah terbunuh, mereka sama sekali tidak dapat bertahan hidup.


Namun ada beberapa rangker nasional juga yang bertahan hidup.


Leonard dan Silvi karena mereka berdua sudah di beri pemahaman oleh Zear.


Mereka berdua tidak perlu di khawatirkan lagi.


Mereka berdua sudah menghabisi 5 monster, walaupun mereka menghabisi para monster itu cukup lama.


Leonard dan Silvi kekuatan mereka sama dengan 8 iblis tak berperasaan.


Jadi tidak heran jika mereka berdua bisa membunuh para monster.


Semua orang yang bertarung sekarang mereka bekerja sama.


Bagaimana pun juga sekarang monster yang mereka lawan merupakan monster paling kuat di antara yang lain nya.