THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 27 PERANG BESAR 2



Saat ini seratus ribu pasukan Licht turun dari gunung menuju kebawah untuk menghadapi pasukan bayangan Zear, Reyhan dan yang lainnya.


Zear yang sedang di atas dapat melihat dengan jelas. "Red ayo kita lakukan sedikit pemanasan."


Zear yang tiba-tiba saja melompat dari punggung Red menuju ke kerumunan musuh.


Para musuh yang melihat Zear melesat menuju arah mereka, meraka pun menembak dengan panah dan sebagian lagi melempar senjata mereka.


Mereka menyerang Zear menggunakan energi, serangan mereka cukup cepat.


Namun itu sia-sia di hadapan Zear, Zear menghindari serangan mereka dan menangkis serangan mereka menggunakan pedang Sword Of God.


Zear melesat dengan sangat cepat menuju ke tengah-tengah kerumunan musuh, sebenarnya disini para musuh sudah ketakutan ketika mereka melihat Zear.


Tapi mereka tetap melakukan perlawanan ya itu semua karna mereka bingung harus apa lagi, jadi walaupun mereka ketakutan mereka tetap menyerang Zear.


Walaupun serangan mereka tak se efektif biasanya.


[Hell Shock] Zear pun mendaratkan dirinya ke tanah sambil menusukan pedangn nya ke tanah.


Dan tiba-tiba saja terjadi guncangan yang dahsyat sambil mengeluarkan sebuah gelombang kejut melingkar berwarna biru.


Yang membuat semua orang disana terhempas dan tewas, seratus ribu pasukan Licht tiba-tiba sekarang menjadi setengahnya.


Semua orang disana menjadi terdiam dan ketakutan, mereka melihat Zear seperti melihat malaikat maut.


Zear dengan tatapan dinginnya menatap mereka semua, seolah-olah dia berkata kemarilah hadapi aku.


Dan sekarang tiba-tiba saja ada 10 orang yang meloncat dari belakang menuju kearah Zear.


Mereka adalah 10 jendral Licht.


Para pasukan Licht yang melihat 10 jendral Licht sudah datang mereka bisa bernafas lega sedikit namun tetap saja mereka semua merasa takut dan bergemetar.


Mereka tidak paham kenapa mereka bisa bergemetar dan ketakutan seperti itu, biasanya mereka tak seperti itu tapi kali ini ketika mereka berhadapan dengan Zear.


Mereka seperti orang yang sangat ketakutan, mereka sama sekali tidak mengerti kenapa mereka bisa takut.


Tapi yang pasti mungkin itu adalah suatu insting yang mengatakan bahwa orang yang ada didepan mereka yaitu Zear sangatlah berbahaya.


"Kalian siapa? Apa kalian bawahan tertinggi Licht? Kalau begitu aku punya suatu permintaan apa kau bisa panggil dia kesini."


"Jika kalian menuruti perintahku mungkin aku bisa memaafkan kalian dan tidak membunuh kalian." Ucap Zear dengan santai, sambil minum kopi yang berbentuk kaleng.


Mereka terlihat sangat marah ketika melihat kelakuan Zear yang seperti merendahkan mereka.


Bagi mereka itu adalah suatu penghinaan untuk pertama kalinya dalam hidup mereka.


Mereka sama sekali belum pernah bertemu dengan orang yang mengesalkan seperti Zear.


"Kenapa kalian tidak bicara apa kalian bisu?" Tanya Zear.


"Cih...." Salah satu jendral Licht yang kesal dan tiba-tiba saja menyerang Zear sendirian.


Orang itu menyerang menggunakan tombak china.


Serangan dia cukup cepat tapi tak secepat monster yang ada di tower kematian, bagi Zear serangan orang itu sangat lambat.


"Jadi jawaban kalian ingin mati yah baiklah." Ucap Zear sambil menghindari serangan orang itu.


"Hey Xiao Mun kau seenaknya saja menyerang dia kami juga ingin ikut." Ucap jendral yang lainnya yang langsung menyerang Zear.


Secara bersamaan dari berbagai arah, Zear pun disini tak tinggal diam.


Ia melakukan tebasan putaran yang membuat 10 jendral itu terhempas cukup jauh.


Zear melakukan tebasan putaran itu dengan sangat cepat bahkan 10 jendral itu tak bisa melihat bagaimana caranya Zear dapat menghempaskan mereka.


Tapi bagi Zear serangan itu adalah serangan biasa tidak ada spesialnya.


***


"Tuan Licht apa kau yakin 20 jendral pilihanmu itu dapat menahan Zear?"


"Tentu saja bukan hanya menahan tapi mungkin saja mereka bisa menang melawan orang yang bernama Zear itu."


"Lagi pula aku mendengar rumor bahwa Zear dia sedang kehilangan kekuatan aslinya, akibat melawan primordial Demon."


"Ah iya tuan aku juga pernah mendengar rumor seperti itu, tapi apa tuan yakin rumor itu benar? Tuan bisa melihat sendiri bukan ketika kita melihat dia ada suatu perasaan yang seperti mengatakan bahwa orang itu sangatlah berbahaya."


"Cih...Itu hanya perasaanmu saja tenang saja lagi pula 20 jendralku itu sangat kuat apalagi Xiao Mun."


"Dia adalah orang yang paling kuat dan mengesankan di antara yang lain, selain itu kebencian dia juga terhadap Zear sangatlah kuat."


"Apa kau tau kekuatan apa yang paling mengerikan di dunia ini?"


"Tidak tuan."


"Jawabannya adalah Kebencian." Jawab Licht dengan senyuman kejamnya.


Xiao Mun adalah cucu dari Xiao Ming, ketika perang besar antara 8 iblis tak berperasaan dengan keluarga Xiao, yang di menangkan oleh 8 iblis tak berperasaan.


Keluarga Xiao tiba-tiba saja jadi terpecah dan hancur apa lagi saat ketahuan tentang keburukan-keburukan keluarga Xiao.


Keluaga Xiao makin hancur bahkan keluarga Xiao sebagiannya harus menjadi gembel seperti Xiao Mun.


Tapi ketika menjadi gembel Xiao Mun tiba-tiba saja di jemput oleh seseorang, dan di bawa ke Death island.


Dan akhirnya dia pun besar di Death island dengan memegang kebenciaan terhadap 8 iblis tak berperasaan terutama pada Zear.


***


10 Jendral Licht itu terus menyerang Zear menggunakan kecepatan yang tak biasa, mereka benar-benar serius dalam menghadapi Zear.


Tapi sayang semua serangan mereka dapat di hindari ataupun di tangkis oleh Zear.


Dalam hidup mereka, mereka tak pernah bertemu dengan orang sekuat Zear bahkan mereka mengakui bahwa Zear lebih kuat dari pada Licht.


Kekuatan 10 jendral Licht mereka bisa setara dengan para DemiGod, alias bisa sama seperti para pemimpin asosiasi hunter.


Disini Zear sama sekali belum mengeluarkan kekuatan aslinya, Zear masih bermain-main tapi walaupun seperti itu.


Zear sudah membuat 10 jendral Licht kelelahan, 10 jendral Licht mereka tak menyerah.


Mereka tetap percaya bahwa mereka bisa mengalahkan Zear.


Karna mereka berpatokan kepada Licht, Licht saja jika melawan 10 jendralnya sendiri dia tidak akan bisa menang.


Karna patokan itulah, mereka percaya mereka dapat menang melawan Zear.


Oh yah Red sekarang dia sedang menghancurkan pasukan belakang milik Licht.


Red menyerang menggunakan nafas apinya.


Zear dapat melihat dengan jelas Red yang sedang bersenang-senang.


"Apa kalian bisa menyerangku lebih serius? Jika tidak aku akan mengakhiri ini dengan cepat." Ucap Zear yang terkesan sombong.


Mendengar itu para jendral pun geram dan menyerang kembali "Jangan sombong dasar kau bajinga*."


Mereka menyerang secara bergantian dan bekerja sama satu sama lain.


Ada yang menyerang dari jarak jauh dan ada yang dari jarak dekat, Zear di buat tidak bisa beristirahat sama sekali.


Walaupun seperti itu Zear sama sekali tidak terlihat kelelahan, 10 jendral Licht sempat berpikiran bahwa Zear benar-benar monster yang sangat mengerikan.


Bahkan ada yang menganggap bahwa Zear seperti malaikat kematian.


Pertarugan antara Zear dan 10 jendral Licht cukup lama membuat sekitaran disana menjadi hancur berantakan.


Cekungan ada dimana-mana tanah menjadi tandus dan hancur.


"Apa kalian sudah selesai?" Tanya Zear yang sedikit menyindir 10 jendral Licht karna secara tiba-tiba mereka berhenti menyerang karna kelelahan.


"CIH......" Xiao Mun yang terlihat sangat kesal dan benci terhadap Zear tanpa mengenal nama lelah ia kembali menyerang Zear.


Sedangkan teman-temannya yang lain mereka beristirahat dan mengambil nafas terlebih dahulu.


Xiao Mun menyerang Zear dengan penuh kebenciaan sambil mengingat kembali hinaan orang-orang kepada keluarganya.


Xiao Mun menyerang Zear dengan cara menusuk secara bertubi-tubi tapi Zear dengan mudahnya menghindari semua itu.


Xiao Mun yang tau serangannya itu sia-sia ia mundur dan mengambil ancang-ancang ia mengumpulan energi berwarna merah ke tombaknya itu.


Dan Dia pun kemudian melompat kearah Zear dengan sekuat tenaga, ia ingin membelah tubuh Zear menjadi dua.


Zear pun menahan serangan Xiao Mun dengan pedang Sword Of God.


Serangan mereka berdua membuat suara yang keras dan mengakibatkan gelombang angin yang sangat dahysat selain itu tempat Zear berpijak kini menjadi cekungan yang sangat besar.


Jika orang biasa ada di dekat mereka mungkin orang biasa itu akan terhempas sangat jauh.


Semua orang yang ada disana berdecak kagum akan pertarungan antara Zear dan Xiao Mun.


Ketika kekuatan mereka berbenturan terlihat Xiao Mun mengeluarkan aura merah sedangkan Zear aura biru.


Tapi mereka semua bisa melihat dengan jelas aura Zear lebih mendominasi.


Zear disini tidak tau bahwa Xiao Mun adalah keturunan dari Xiao Ming jadi ketika melawan Xiao Mun Zear terlihat biasa saja.


Dari awal pertempuran sampai sekarang Zear terlihat seperti meremehkan 10 jendral Licht.


Red yang tiba-tiba saja seperti memberikan sebuah sinyal bahwa dia sudah selesai membantai semua pasukan Licht.


Zear yang melihat sinyal itu ia pun tersenyum sedangkan 10 jendral Licht mereka menengok sekitar dan mereka baru menyadari bahwa seluruh pasukan mereka telah di habisi dan menjadi debu.


"Baiklah kalau begitu aku juga akan menyelesaikan masalah disini."  Zear sambil menatap dingin 10 jendral Licht


Zear yang tiba-tiba saja menatap dingin 10 jendral Licht itu, mereka tiba-tiba saja menjadi bergidik ketakutan.


Mereka jadi gemetaran, tubuh mereka tiba-tiba saja mengeluarkan keringat dingin yang sangat banyak.


Di dalam hati mereka saat ini rasanya mereka ingin kabur namun sepertinya hal itu tidak mungkin.


[Absolute pull] Zear pun mengulurkan tangannya kedepan dan tiba-tiba saja salah satu 10 jendral Licht tertarik tangan Zear seperti magnet.


Setelah itu Zear pun menusuk perut orang itu, dan menghancurkannya berkeping-keping, bahkan dagingnya pun sampai beterbangan.


"Asal kalian tau aku sangat membenci kalian semua."


"Kalian semua dan terutama pemimpin kalian Licht, adalah seorang bajinga* yang tak mengerti artinya kemanusiaan kalian hanyalah sampah didunia ini."


"Ini semua adalah balasan bagi kalian semua." Ucap Zear yang kesal sambil mengeluarkan energi dari tubuhnya.


Zear pun di selimuti oleh energi berwarna biru, 9 jendral Licht yang tersisa mereka sekarang di penuhi ketakutan termasuk Xiao Mun.


Zear pun maju perlahan sambil menatap rendah 9 jendral Licht, sedangkan jendral Licht itu sendiri mereka secara tidak sadar mundur kebelakang secara perlahan.


Namun hanya ada satu orang yang maju berlari dan ingin menyerang Zear lagi yaitu Xiao Mun.


"Bodoh." [Absolute stop time] Zear menghentikan waktu beberapa detik.


Zear berjalan dengan tenang dan kemudian membelah-belah tubuh milik Xiao Mun ketika sudah selesai Zear pun membiarkan waktu berjalan normal kembali.


Zear pun melewati Xiao Mun dan tiba-tiba saja tubuh Xiao Mun menjadi hancur berkeping-keping.


Semua orang disana tidak dapat melihat dengan jelas sebenarnya apa yang terjadi yang mereka tahu hanyalah Xiao Mun yang tiba-tiba hancur berkeping-keping.


Dan Zear yang tiba-tiba berada di dekat Xiao Mun.


Melihat kejadian itu 8 jendral Licht yang tersisa mereka sekarang di penuhi dengan rasa takut.


Mereka sangat ketakutan bahkan membuat kaki mereka menjadi lemas.


"Waktu kalian untuk menghirup udara di bumi ini sudah habis saatnya kalian semua pergi ke neraka."


Zear mengalirkan energi ke pedangnya itu, pedangnya itu pun mengeluarkan aura berwarna biru yang cukup tebal [Death God Slash].


Zear pun menghentikan waktu dan ia berteleport dengan cepat ke 8 jendral Licht sambil menebas kepala mereka semua.


Kemudian Zear pun mengembalikan waktu normal lagi, dan Zear pun melangkah melawati 8 jendral Licht itu.


Dan mereka pun mati dengan kepala terpisah dari tubuh mereka.


Red yang dari tadi melihat pertarungan Zear ia pun berubah menjadi kecil dan turun ke bawah kemudian ia menaiki pundak Zear.


Kemudian tak lama tiba-tiba saja pasukan bayangan Zear dengan 10 jendral yang memimpin tiba-tiba saja mereka berada di belakang Zear.


Beserta dengan Reyhan dan yang lainnya.


10 Jendral itu memberi hormat pada Zear dan memberikan informasi bahwa mereka telah melaksanakan tugasnya itu.


Dan secara tiba-tiba juga sisa pasukan dari Licht yang kurang lebih sisa dua ratus ribuan lebih mereka datang dan menghadang Zear yang lainnya di kaki gunung tempat menuju ke arah istana milik Licht.


"Kerja bagus baiklah tugas kalian selanjutnya adalah bukakan jalan untukku." Ucap Zear sambil menatap kearah pasukan Licht.


Mendengar perintah itu tiba-tiba saja pasukan bayangan Zear langsung melesat kearah musuh.


Zear hanya terdiam di tempat dan Jane, Reyhan, Devin, Hana, Fang Jiali, Fang Yin mereka menghampiri Zear.