
Zear saat ini sudah selesai liburan bersama dengan Mina, Red dan Jane. Saat ini mereka sedang di rumah di ruang tengah.
Zear disini menyuruh Red untuk mengajak Mina bermain di taman bermain di halaman belakang rumah.
Red pun mengajak Mina bermain dan Mina pun dengan semangat ia langsung menarik Red menuju halaman belakang Rumah.
Mina yang sekarang berbeda dengan Mina yang dulu, Jika Mina yang dulu ia selalu terlihat lesuh dan memprihatinkan.
Tapi Mina yang sekarang sangatlah berbeda, ia selalu tampil ceria dan bersemangat bahkan sekarang ia sering sekali tersenyum senang.
Mina adalah anak yang cerdas, di umur dia yang lima tahun dia bisa menghitung perkalian pembagian dengan cepat.
Itu semua berkat Jane yang mengajari Mina, selama di rumah Jane banyak bermain dengan Mina, Jane juga mengajari banyak hal pada Mina.
Intinya Jane benar-benar seperti seorang ibu bagi Mina.
Selain itu Mina juga selalu tertarik pada banyak hal sehingga di umur dia yang lima tahun dia sudah tau banyak hal.
Mina terlihat seperti anak yang dewasa sebelum umurnya. Itu semua mungkin saja bisa terjadi Karena faktor keadaan.
Sekarang Zear dan Jane mereka berencana menyekolahkan Mina di sekolah terbaik di daerah sana.
Ya walaupun sebenarnya Mina terlalu muda untuk sekolah, tapi Zear dan Jane merasa bahwa Mina juga harus bergaul dan mendapatkan teman Selain Red, selain itu Jane dan Zear juga merasa bahwa Mina sudah siap untuk sekolah.
Tapi Zear dan Jane juga nanti akan menanyakan hal itu dulu kepada Mina apa dia mau sekolah atau tidak.
Jika ia mau maka Zear dan Jane akan langsung menyekolahkan Mina tapi jika Mina tidak mau ya sudah tidak apa-apa.
"Haah (Menghela nafas lega) Aku sekarang sudah seperti ayah saja."
"Haah (Menghela nafas lega) Di pikir-pikir kamu benar juga, kita sekarang terlihat seperti orang tua saja." Jane sambil menaruh kepalanya di dada Zear.
"Hahahha nah benarkan."
"Iyaps hahaha."
"Sayang sepertinya aku akan mencoba menelopon Devin, aku penasaran dengan keputusan para pemimpin asosiasi hunter dari berbagai negara."
"Sama aku juga penasaran coba kamu telepon aja, seharusnya mereka semua sekarang sudah selesai rapatnya."
"Baiklah."
"Halo Dev?"
"Ini kak Zear?"
"Iya benar memang siapa lagi kalau bukan aku."
"EH apa kak Zear sudah kembali bukankah-" Devin yang terkejut.
"Ah banyak hal yang terjadi, nanti saja aku ceritakan hal itu, yang lebih penting bagaimana hasil rapat itu."
"Oh itu yah cukup menarik hasilnya, nanti saja aku beritahu kak Zear, sekarang aku dan yang lainnya akan menuju ke rumah kak Zear."
"Oh baiklah."
"Apa katanya?" Tanya Jane.
"Devin bilang dia dan yang lainnya akan ke rumah kita sekalian mereka akan menjelaskan hasil rapat tadi."
"Oh begitukah jika para negara benar-benar memusuhi kita bagaimana?"
"Aku akan menghancurkan negaranya, sampai kapan pun aku tidak akan menyerahkan dirimu pada siapapun."
"Kamu tenang aja sayang."
"Iya aku tau kok semuanya akan baik-baik saja selama kita bersama."
"Ngomong-ngomong kapan mereka akan datang aku harus menyiapkan dulu cemilan buat mereka."
"Sebentar lagi mungkin kata Devin sih gitu."
"Baiklah kalau begitu aku akan menyiapkan cemilan dulu soalnya cemilan di ruang tamu sudah habis."
***
Akhirnya Reyhan, Hana, Devin, Fang Yin, Fang Jiali mereka sudah sampai di rumah Zear saat ini mereka sedang berada di ruang tamu.
Ketika mereka bertemu dengan Zear, mereka juga terkejut sama seperti Jane, Mina, Red.
Karna begitu banyaknya perubahan dari Zear selain itu Zear juga bertambah tampan.
Mereka bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi kenapa Zear sudah pulang bukankah Zear akan pergi selama 2 tahun.
Zear pun menjawab semua pertanyaan mereka, intinya Zear menceritakan seperti yang Zear ceritakan pada Mina, Red, dan Jane.
Singkatnya mereka pun mengangguk paham.
Sekarang mereka semua mulai ke topik serius.
Walaupun mereka membahas topik yang serius tapi mereka semua terlihat santai, mereka semua mengobrol sambil memakan cemilan dan teh kalau Zear seperti biasa dia kopi berbeda dari yang lain.
"Jadi bagaimana hasil dari rapat tadi bersama dengan para pemimpin Asosiasi hunter dari berbagai negara?" Tanya Zear.
"Biar aku saja yang menjawab." Ucap Hana.
"Sebagian negara tidak ingin mengambil resiko, mereka menuntut agar Jane menikahi Licht, tapi sebagian lagi bukan sebagian lebih tepatnya hanya China dan Indonesia saja yang menuntut agar berperang dengan Licht dan dewa yang lain."
Ucap Hana dengan lemas.
"Begitukah itu sama sekali tidak mengejutkan bagiku." Ucap Zear.
"Jadi kak Zear apa yang harus kita lakukan?" Tanya Devin.
"Sudah jelas bukan jawabannya kita akan membunuh para Dewa dan negara yang ingin melawan kita."
"Yang itu artinya kita akan berperang dengan mereka." Ucap Reyhan dengan santai sambil meminum teh.
"Sepertinya ini akan menjadi menyenangkan benarkan Fang Yin." Ucap Devin dengan senyuman.
"Yaps seperti yang kau katakan." Balasnya Dengan senyuman.
Semua orang yang ada disana sama sekali tidak merasa ketakutan juga tidak merasa terkejut dengan keputusan Zear.
Mereka tak heran lagi dengan semua keputusan Zear.
"Jadi kapan kita akan pergi untuk membantai Dewa bajinga* itu." Sahut Fang Jiali.
"Aku sungguh sangat tidak sabar untuk menghabisi mereka semua, beraninya mereka ingin merebut sahabatku." Ucap Hana.
"Apa kalian semua sudah siap melakukan rencana gila lagi?" Tanya Zear.
Mereka semua pun menjawab dengan senyuman "Tentu saja."
Semua orang disana pun tiba-tiba saja tertawa.
"Semuanya terima kasih." Ucap Jane sambil menunduk hormat.
"Kakak ipar tidak perlu berterima kasih seperti itu kami jadi malu heheh." Ucap Devin.
"Humu humu (Mengangguk kepala) apa yang dikatakan Devin benar, kakak ipar tidak perlu berterima kasih, kami akan selalu membantu kakak ipar jika kakak ipar kesulitan." Ucap Fang Yin.
"Tumben kalian bijak." Sahut Reyhan.
"Kami dari dulu memang bijak cuman kau saja yang tidak menyadarinya benarkan Devin."
"Humu Humu (Menganggukan kepala) Itu benar kau saja yang bodoh karna tidak menyadarinya benarkan Fang Yin."
"Humu humu (Menganggukan kepala) Benar."
"Coba kalian katakan sekali lagi?" Reyhan yang kesal karna di sebut bodoh oleh orang bodoh.
"Kau bodoh." Ucap Fang Yin, Devin secara bersamaan.
Dan mereka bertiga pun bertengkar tapi seperti biasa sang iblis Hana berhasil memisahkannya.
Zear, Jane, Fang Jiali pun tertawa melihat tingkah laku mereka ber empat.
Red disini tidak hadir karna dia sedang bermain bersama dengan Mina.
Untuk beberapa alasan RED ntah kenapa dia suka sekali bermain bersama dengan Mina.
"Semuanya dengarkan aku." Zear yang tiba-tiba bicara yang membuat mereka semua terdiam focus mendengarkan Zear.
"Besok kita akan ke Death island pertama-tama kita akan membunuh Licht."
Mendengar itu semua orang pun tersenyum.
"Kami semua akan mengikutimu meskipun harus mempertaruhkan nyawa kami." Ucap Reyhan yang dibenarkan oleh semua orang.