THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 40 PORTAL MISTERIUS



"Aku sarankan kepada kalian untuk tetap diam tidak berbicara, kalian lihat sendiri bukan bagaimana kemarahan istri ku, asal kalian tau saja sekalinya dia kesal, aku tidak akan bisa menghentikan nya." Ucap Zear yang memperingatkan mereka.


"Sebagai ayah dari anakku, aku mengakui kemarahan anakku mirip dengan ibunya, dan aku sama sekali tidak bisa menghentikan nya juga, jadi saran ku kalian lebih baik tetap diam tidak berbicara satu huruf pun." Ucap Leonard.


"Zear apa pintu masuknya ada di daerah sini?" Tanya Jane.


"Kamu benar, pintu masuk nya ada di depan kita." Zear pun maju kedepan.


Dan Zear tiba-tiba berhenti kemudian menekan sebuah tanah gurun pasir menggunakan tangan kanan yang di lapisi aura nya yang berwarna biru.


Tiba-tiba tanah bergemetar seperti terjadi sebuah gempa yang besar.


Tiba-tiba munculah sebuah piramida yang sangat besar dari bawah gurun pasir.


Piramida itu benar-benar sangat besar, melebihi ukuran-ukuran bangunan yang ada di dunia Zear.


"Woahhh......." Jane, Leonard, Zear, Silvi. Yang sangat takjub akan bangunan itu.


Sedangkan mereka yang lain nya, hanya bisa takjub dalam hati mereka, mereka benar-benar sangat ketakutan, bahkan ada sebagian orang yang menutup mulut mereka.


"Zear bagaimana kamu bisa mengetahui hal seperti ini?" Tanya Leonard.


"Ayah aku mempunyai mata yang spesial." Ucap Zear yang membuat kebingungan Leonard dan yang lain nya, kecuali Jane.


"Aku sekarang mengerti ayah kenapa Maman, Reza, Brad dan yang lain nya berada sangat lama di portal ini, itu semua karena mereka terus berjalan menyusuri gurun yang sangat luas ini." Ucap Zear.


"Aku tidak mengerti sama sekali Zear anakku." Ucap Silvi.


"Jadi begini ibu, jalan yang kita tuju adalah jalan pintas menuju bos terkahir dari portal ini, sedangkan Reza, Maman, Brad dan yang lain nya, mereka menggunakan jalan biasa, dan jalan biasa benar-benar sangat jauh."


"Itulah alasan kenapa mereka belum kembali selama berminggu-minggu, sebenarnya mereka sudah berbulan-bulan atau bisa jadi bertahun-tahun di dalam portal ini."


"Bagaimana mungkin hal itu terjadi?" Tanya Leonard.


"Ayah itu semua karena adanya perbedaan waktu di antara dunia portal, dan dunia kita berasal."


"Dunia portal biasanya berjalan lebih cepat dari pada dunia kita berasal, tapi ada juga dunia yang waktunya sangat lambat dari pada dunia kita."


"Ini bukanlah keanehan tapi ada pelajaran nya yaitu tentang waktu dan ruang." Ucap Jane.


Istri ku kalau masalah seperti ini dia memang sangat pintar.


"Ibu mengerti." Ucap Silvi.


Sedangkan Leonard dia sepertinya sama sekali tidak mengerti, itulah penting nya belajar yang benar di masa sekolah.


"Ayo kita masuk." ucap Zear.


"Sebelumnya aku ingin memberitahu kepada kalian semua, berhati-hatilah kami tidak bisa menjamin keselamatan kalian." Ucap Zear sambil tersenyum pada mereka semua.


Mereka semua pun merinding ketakutan dengan peringatan yang di berikan oleh Zear.


***


Sekarang Zear, Jane, Leonard, Silvi dan yang lainnya sudah masuk ke piramida besar itu.


Ketika masuk mereka semua cukup terkejut.


Keadaan di dalam piramida sangat berbeda dari bayangan Zear dan yang lain nya.


Soalnya sekarang mereka sedang berada di sebuah jembatan melayang yang terbuat dari bahan yang kuat.


Jembatan ini sangatlah besar.


Zear dan yang lain nya terus melihat sekitaran.


Dan alhasil disini hanya ada jembatan saja, sedangkan di sisi-sisi jembatan hanya ada jurang tanpa batas.


Sangat gelap dan sangat menakutkan, dan jauh di depan mereka terdapat sebuah pintu lagi.


"Ini seperti dunia mitologi saja." Ucap Jane.


"Kamu benar anakku, piramida terkenal dengan jebakan nya, dan aku rasa hal itu berlaku juga di sini."


"Zear apa di sini banyak jebakan?" Tanya Leonard.


Zear pun disini mengatifkan mata dewanya dan melihat sekitaran.


Sebenarnya bagi Zear, Silvi, Leonard, Jane, jika mereka menginjak sebuah jebakan, mereka akan baik-baik saja itu semua karena kekuatan mereka dapat menahan jebakan yang ada.


Tapi lain halnya dengan mereka.


"Agar kita semua selamat lebih baik ayah, ibu dan yang lainnya mengikuti Zear." Ucap Jane.


"Tapi jika kalian ingin mengikuti kami, jika tidak kalian dapat pergi terlebih dahulu." Ucap Jane dengan tatapan yang mengerikan.


Mendengar hal itu mereka semua pun langsung berbaris rapih tanpa mengatakan apapun.


Tidak seperti di awal-awal.


Kami pun mulai berjalan, dan semua orang mengikuti Zear.


"Zear, Brad, Reza, Maman dan yang lain nya mereka ada dimana?" Tanya Leonard.


"Aku rasa dan seharusnya mereka ada di depan, setelah kita menyelesaikan stage ini kita akan langsung bertemu dengan mereka ayah." Ucap Zear.


"Baguslah jika seperti itu, apa mereka akan baik-baik saja?" Silvi yang khawatir.


"Itu aku tidak bisa memastikan nya ibu." Ucap Zear.


"Zear apa portal ini kemungkinan bosnya adalah Primordial demon?" Tanya Jane yang membuat semua orang terkejut.


Karena berita tentang primordial demon sudah tersebar luas, sebagian ada yang percaya dan sebagian nya lagi tidak.


Namun semua orang yang ada di sini sekarang percaya akan namanya primordial demon.


Itu semua karena mereka telah melihat kekuatan Jane yang tidak masuk akal sama sekali.


"10 persen, tapi walaupun kemungkinan nya kecil, jika kita sedang memiliki keberuntungan yang buruk, maka bos dari portal ini adalah primordial demon."


Ketika kami mengobrol tiba-tiba jembatan yang kami pijaki sekarang bergoyang.


"LARI!!!!" Teriak Zear.


Namun semua itu terlambat karena tiba-tiba jembatan yang mereka pijaki retak.


Dan mereka semua pun terjatuh.


Sebelum mereka benar-benar masuk ke jurang tak terbatas.


Zear disini mengeluarkan skill pemanggilan pasukan bayangan nya.


Zear mengeluarkan puluhan burung pasukan bayangan yang besar.


Dan alhasil semua orang pun selamat.


Mereka semua sekarang bernafas dengan lega.


Dan mereka juga terkejut dengan skill yang di keluarkan oleh Zear.


Dalam hati mereka, mereka sekarang menyadari kesalahan yang telah mereka perbuat.


Yaitu mereka telah menghina seorang dewa.


"Hhaha nyaris saja kita semua mati." Leonard yang masih tenang.


"Ya untung saja ada Zear, jika tidak kita semua akan mati." Ucap Silvi.


"Ayah ibu benar, terima kasih sayang." Jane sambil mencium pipi Zear.


Zear pun terlihat sangat bersemangat.


"Bukan masalah." Ucap Zear dengan ekspresi keren nya.


Dan kami pun sekarang berada di depan portal yang sangat besar berwarna merah.


Ketika kami semua berniat masuk untuk kesana.


Tiba-tiba keluar kaki monster yang sangat mengerikan.


Kami semua pun mundur kebelakang.


Karena dengan spontan kami semua mengetahui itu adalah monster yang berbahaya.