THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 66 Kembali



Setelah Refi, Tabi, Rivaldi menyelesaikan semua pekerjaan mereka di sana, mereka berpamitan kepada Zear.


Mereka bertiga terlihat sangat senang.


Mereka juga berjanji akan kembali lagi ke Paradise island setelah pekerjaan di luar mereka telah selesai.


Sebenarnya Zear sudah menawarkan pekerjaan bagi mereka bertiga di sini.


Tapi mereka menolaknya, karena mereka memiliki beberapa pekerjaan di luar yang belum mereka selesaikan.


Mereka bertiga adalah orang yang hebat, mereka juga sangat bertanggung jawab pada pekerjaan nya.


Zear menyukai mereka bertiga, mereka bertiga di berikan uang senilai 50 miliyar, bagi orang lain uang 50 miliyar adalah uang yang sangat banyak.


Tapi bagi Zear uang segitu hanyalah uang receh, karena kekayaan Zear sudah mencapai triliun.


Seperti biasa pada awalnya mereka bertiga menolak pemberian Zear, namun pada akhirnya mereka menerima pemberian dari Zear setelah mereka di paksa oleh Zear.


Mereka bertiga merasa berhutang banyak pada Zear, padahal mereka bertiga hanya bekerja sedikit saja, tapi bayaran nya benar-benar sangat tinggi.


Sebenarnya mereka tidak mengharapkan uang, mereka hanya ingin bertemu dengan Zear dan meminta tanda tangan Zear.


Bagi mereka itu adalah bayaran yang tak terhingga, itu semua karena mereka bertiga sangat mengidolakan Zear.


Setelah mereka bertiga pergi Zear dia.


Pergi dan bermain dengan Mina yang tengah bermain dengan Jane.


Mereka bertiga bermain bersama, bermain game, bermain ular tangga, bermain monopoli, dan masih banyak lagi.


Mereka bertiga benar-benar bersenang-senang.


"Papah curang!!!!!! Dari tadi papah menang terus!!!"


"Apanya yang curang, papah hanya bermain dengan strategi hehehe."


"Tidak itu curang." Ucap Mina yang terlihat cemberut.


"Zearrrrrrrrrr!!!" Jane yang sudah menaruh kedua lengan nya di samping perut.


"Iya iya maafkan papah, papah curang."


"HAHAHAHHA akhirnya papah mengakui papah curang hahaha, aku lah yang menang." Ucap Jane sambil memeluk Jane dan mengejek Zear.


"Mina papah rasa kamu lebih curang dari papah, karena melaporkan semuanya pada mamah." Ucap Zear dengan muka datar.


"Bukan curang papah, tapi namanya strategi." Ucap Mina yang terlihat membanggakan diri sambil berlindung di dekat Jane.


"Oh jadi gitu permainan nya." Ucap Zear sambil ingin menggelitik Mina.


Namun Mina di sini di lindungi oleh Jane.


Zear pun tidak bisa melakukan apapun.


Mina dia terlihat sangat senang dan bahagia, dia terus tertawa dan mengejek Zear.


Dan setelah mereka bertiga bermain cukup lama, tiba-tiba saja Mina mengantuk dia sekarang sedang tidur di pangkuan Jane.


Jane mengusap rambut Mina secara lembut, Jane benar-benar menjadi ibu yang baik bagi Mina.


Mina yang tertidur bahkan dia mengigau tentang Zear, Jane, Silvi, Leonard, ayah ibu Zear, dan yang lain nya.


Mina sekarang sedang bermimpi sangat indah, itu bisa di lihat dari ia yang mengigau sambil tersenyum.


Senyuman Mina membuat Zear dan Jane sedih.


Zear dan Jane sedih karena mereka sudah mengetahui fakta tentang keluarga Mina.


Jane dia menaruh kepalanya kedekat dada Zear.


Zear seperti bisa memeluk Jane dan mengelus rambut Jane.


"Tidak apa semuanya akan baik-baik saja." Ucap Zear.


"Aku harap seperti itu." Ucap Jane.


***


Akhirnya Devin, Reyhan, Fang Jiali, Fang Yin, Red, Hana. Mereka semua kembali ke Paradise island.


Mereka di sambut oleh Jane, Zear, dan juga Mina.


Mereka pun di sana mengobrol tipis-tipis mengenai tugas mereka.


Red seperti biasa dia di suruh menjaga Mina.


Jadi Mina dia bermain dengan Red cukup ekstrim.


Mina ingin mengendarai Red dan berkeliling ke seluruh pulau Paradise island.


Zear dan Jane tentu saja mengizinkan nya, dengan syarat Jane harus ikut juga.


Mina pun dengan senang hati setuju.


Jadi kurang lebih mereka bermain bertiga sebenarnya bersama Jane.


Sedangkan Zear dan yang lain nya, di bawah mereka sedang membicarakan masalah pekerjaan.


"Bagaimana apa semuanya sudah selesai?" Tanya Zear.


"Tentu saja kak Zear, kami membersihkan mereka dengan sangat cepat, hanya memerlukan 1 malam hahahah." Ucap Devin yang terlihat bangga.


"Kerja bagus, kalian memang teman terbaik ku, aku hanya bisa berterima kasih kepada kalian, kalian selalu ada di saat aku kesulitan, sekali lagi terima kasih." Ucap Zear sambil tersenyum tulus pada mereka.


"Itu tidak masalah kak Zear, seharusnya kamilah yang berkata seperti itu." Ucap Fang Yin.


"Oh yah hari ini sambil menunggu pencarian Edwart bagaimana jika kita mengadakan pesta makan-makan." Ucap Hana yang mengalihkan suasana pembicaraan disana.


Dia sangat pintar mengubah suasana.


"Aku setuju, humu humu ini akan menjadi seru." Ucap Fang Jiali.


"Aku dan Fang Yin tentu saja setuju, ini acara untuk menghibur kita sedikit, agar tidak terlalu berlarut-larut dalam kesedihan." Ucap Devin.


Yang membuat mereka terkejut.


"Kalian kenapa?" Tanya Devin yang kebingungan.


"Tidak hanya saja kenapa kau bisa bijak." Ucap mereka secara bersamaan.


"Lagi lagi apa kalian menganggapku bodoh." Ucap Devin yang terlihat sedih.


"Iya tentu saja." Ucap mereka secara bersamaan lagi.


Devin pun terlihat lesuh sedangkan yang lain nya tertawa.


Namun tak lama Devin juga ikut tertawa.


***


"Kak kita sudah berapa kali bulak-balik ke istana Gabriel." Edwart yang sedang mengeluh, sambil menaiki tangga menuju istana Gabriel.


"AKU TIDAK MENGHITUNG NYA BODOH, DEWA BANGSAT INI KENAPA DIA TIDAK MAU MENERIMA TAMU, DAN PENJAGA NYA LAGI MEREKA SELALU MENOLAK KITA."


"Apa mungkin mereka menganggap kita adalah orang gila, itu semua karena kita ingin bertemu dengan Gabriel tapi tujuan pertemuan dengan nya tidak jelas, di tambah kita juga memakai pakaian yang sangat mencurigakan."


"Bukan mencurigakan sih lebih tepatnya baju gembel seperti ini." Ucap Edwart yang terlalu jujur.


Rico pun melihat bajunya dan baju adiknya, dia sama sekali tidak bisa menyangkal semua perkataan Edwart.


"Dengan kita seperti ini aku yakin kita akan di tolak lagi kak Rico." Ucap Edwart.


"JADI KALAU GITU KITA HARUS BAGAIMANA?" Tanya Rico yang selalu kesal kepada Edwart.


"Aku memiliki ide kak, bagaimana kalau kita mengungkap identitas asli kita."


"HAH APA KAU BODOH APA KAU INGIN TERTANGKAP, APA OTAK MU TARUH DI PAHA MU? KAU TIDAK MIKIR KAU TIDAK TAU KITA INI ADALAH BURONAN SELURUH DUNIA SEKARANG."


"Jika kita mengungkapkan identitas asli kita, maka kita akan tertangkap tapi, tunggu tunggu tunggu, ide mu masuk akal juga hahahahah." Ucap Rico.


Edwart yang tidak mengerti perkataan kakaknya, dalam hatinya ia menganggap bahwa kakaknya itu telah menjadi gila karena mengalami seters berlebihan.


"KARENA KAU BODOH PERCUMA SAJA AKU MENJELASKAN RENCANA NYA, YANG TERPENTING SEKARANG AYO KITA PERGI DAN COBA SEKALI LAGI MENEMUI GABRIEL." Ucap Rico yang terlihat senang.


"Baiklah." Ucap Edwart yang kebingungan.


Mereka berdua keadaan nya benar-benar sangat tersiksa.


Mereka sudah tidak makan sejak lama sekali, mungkin mereka hanya makan sesekali itupun makanan dari tong sampah.


Mereka juga sudah lama tidak minum dan mereka hanya meminum air hujan yang turun.


Mereka benar-benar berusaha bertahan hidup.


Mereka sudah benar-benar menjadi gembel sepenuh nya.


Mereka di sini belum mengetahui berita tentang keluarga mereka yang terbantai oleh 8 iblis tak berperasaan.


Jika mereka tau mungkin mereka akan mati karena terkejut.