
Di antara kedua kubu sekarang, mereka semua mempercayai bahwa mereka akan menang.
Walaupun seperti itu, tetap saja aliansi yang Zear miliki mereka dapat memenangkan pertempuran melawan para monster raksasa.
Di sisi lain nya.
Zear dan Astaroth akan memulai pertempuran besarnya.
Raja raksasa alias Astaroth sangat berbeda dengan raksasa lain nya.
Raksasa lain nya memiliki ukuran yang sangat besar, tapi Astaroth berbeda.
Dia memiliki ukuran yang lebih kecil di antara raksasa yang lain nya.
Tingginya hanya mencapai 40 meter saja berbeda dengan raksasa yang lain nya.
Tapi walaupun seperti itu, kekuatan dia lebih kuat dari raksasa mana pun.
Raksasa semakin kecil bentuk tubuhnya maka dia semakin kuat.
Itu adalah hal yang sudah lumrah di ras raksasa.
Selain tubuhnya yang berbeda, kekuatan nya juga sangat berbeda jauh.
Kekuatan Astaroth sangat kuat, pertahanan nya juga kuat, dan yang paling penting kecepatan nya.
Astaroth benar-benar sudah melampaui kata kuat itu sendiri.
Dia sudah bisa di katakan hampir menyentuh sempurna.
Dan Astaroth dia hanya pernah mengalami kekalahan satu kali, yaitu ketika melawan pemimpin para Primordial demon.
Bagi Astaroth kekuatan pemimpin nya itu terlalu di luar nalar bagi para Primordial demon.
Itulah penyebab kenapa para Primordial demon patuh kepada dia.
Zear sudah menyadari kekuatan-kekuatan yang di miliki oleh Astaroth.
Sedangkan Astaroth tidak mengetahui kekuatan Zear.
Namun Astaroth dia tidak peduli, itu semua karena dia yakin bahwa dia akan memenangkan pertempuran melawan Zear.
Astaroth pun melesat dengan sangat cepat, begitu pula dengan Zear.
Masing-masing dari mereka melancarkan serangan menggunakan senjata mereka.
Senjata mereka berdua pun saling berbenturan satu sama lain.
Kedua senjata itu memiliki kekuatan yang tidak normal.
Kedua senjata itu di buat oleh orang-orang dengan kekuatan yang sama sekali tidak terbayangkan.
Yaitu yang satu yang Zear miliki senjata itu di buat oleh Dewa, dan yang satunya lagi senjata milik Astaroth.
Di buat oleh leluhur iblis tertinggi.
Akibat dari serangan pedang Zear dan tongkat Astaroth.
Membuat bangunan di sana menjadi retak.
Ledakan aura yang sangat dahsyat terjadi, membuat semua orang yang ada di sana terganggu.
Dan hampir terbawa arus gelombang tabrakan aura yang di akibatkan oleh senjata Astaroth dan Zear.
Pijakan Astaroth dan Zear hancur dan membuat cekungan yang tidak dalam mungkin hanya sampai mata kaki mereka saja.
Tabrakan antara aura pedang Zear dan Astaroth terus bertarung.
Astaroth, keheranan kenapa pedang kecil Zear dapat menahan senjatanya yang sangat besar.
Dan kenapa kekuatan Zear bisa setara dengan kekuatan fisiknya.
Astaroth keheranan sekaligus terkejut.
Pada awalnya dia berpikiran bahwa dia bisa menghabisi Zear dengan mudah jika dia serius.
Tapi pada kenyataan nya hal itu tidak terjadi sama sekali.
Justru sekarang Astaroth merasa terpojokan dengan kekuatan yang Zear tunjukan.
Sebagai raja dari ras raksasa Astaroth merasa terhina.
Dia pun menambahkan kekuatan nya dia berteriak dengan keras.
"AAAAAAAAA......."
Sebenarnya jalan pertarungan kali ini akan di tentukan di antara benturan kedua senjata mereka.
Siapapun yang menang dalam benturan sekarang, maka dialah yang akan menguasai jalan nya pertarungan.
Mereka berdua mengetahui hal itu, oleh karena itu lah mereka berdua sama sekali tidak ingin mengalah.
Zear merasakan tekanan yang sangat dahsyat dari Astaroth.
Walaupun seperti itu Zear masih bisa menahan nya.
Zear karena dia sudah bertambah jauh lebih kuat dari sebelum-sebelumnya.
Itu semua karena Zear bukan memakai 1 item dewa saja tapi 6 sekaligus.
2 lengan, 2 mata, 1 pedang, armor.
Dan itu benar-benar menambah kekuatan Zear jauh lebih pesat lagi.
Zear yang biasa saja sudah kuat apalagi di tambah dengan pemberian dari para Dewa.
Zear semakin kuat jauh dari bayangan Astaroth.
Zear pun tersenyum pada Astaroth.
"Maafkan aku tapi kali ini aku lah yang akan memenangkan pertarungan nya." Ucap Zear.
Astaroth di sini melupakan bahwa Zear baru saja menggunkan 1 lengan nya belum kedua lengan nya.
Astaroth karena egonya yang sangat tinggi dia malah menantang Zear untuk menggunakan kedua lengan nya.
Astaroth dia sebenarnya bisa saja mundur sebelum Zear menggunakan kedua lengan nya.
Tapi dia tidak melakukan hal itu.
Aura tabrakan mereka berdua pun semakin menjadi-jadi.
Bangunan yang ada di sekitaran mereka pun kembali retak.
Sedangkan orang yang berada di sekitaran mereka.
Mereka hanya berfokusan untuk menahan pijakan mereka.
Agar mereka tidak terbang dan terhempas ke tembok.
Mereka semua pun bertanya-tanya dalam pikiran mereka sebenarnya seberapa kuat mereka berdua?.
Mereka semua terkejut dengan kekuatan yang di tunjukan oleh pemimpin dari kedua kubu.
Astaroth berteriak dengan keras.
Dia sudah mulai tidak tahan dengan tekanan yang diberikan oleh Zear.
Zear pun di sini berhasil menghempaskan Astaroth kebelakang namun tidak jauh.
Zear pun langsung melakukan sebuah tebasan miring.
Yang mengeluarkan sebuah gelombang bulan sabit yang seukuran dengan Astaroth.
Astaroth pun menahan serangan Zear itu menggunakan lengan nya dan senjata nya.
Astaroth pun kesakitan karena menahan serangan Zear.
Dia terus menahan serangan Zear sambil termundur kebelakang.
Serangan Zear pun dapat di tahan olehnya.
Namun Zear menyerang tidak sampai situ saja.
Dia berteleport dari sisi lain ke sisi lain nya.
Dia berteleport ke segala arah dan melakukan serangan yang sama yang mengarah kepada Astaroth.
Astaroth dia tidak bisa melakukan apapun dan dia hanya bertahan.
Zear pun berhenti sebentar dan menarik nafasnya.
Di daerah Astaroth debu berterbangan, yang tidak lama debu itu menghilang.
Dan menunjukan Astaroth yang terluka parah.
Para monster raksasa sangat terkejut akan hal itu.
Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa raja mereka bisa terluka sangat parah hanya karena serangan seorang manusia.
Jangankan para monster, orang-orang yang berada di kubu Zear saja mereka terkejut.
Orang yang benar-benar sangat kuat, yang sudah melebihi dari kata kuat itu sendiri berhasil di lukai oleh Zear.
Jika orang sekuat itu saja dapat di kalahkan oleh Zear, lalu Zear ini bisa di sebut sebagai apa?
"Sudah kukatakan bukan jangan remehkan suamiku dan para manusia, sekarang kalian mengerti bukan, kami memiliki kekuatan yang tidak kalian miliki." Ucap Jane sambil mengeluarkan aura nya yang dahsyat.
Dan mengedepankan pedang nya kearah musuh seperti ingin menusuk musuh.
Pedang Jane dan Jane bersinar terang berwarna biru es.
Jane pun langsung melesat kearah musuh dengan sangat cepat.
Dan dia menusuk dada 1 monster raksasa sampai dia berubah menjadi beku seutuhnya dan kemudian terjatuh ketanah.
Dan hancur berkeping-keping.
Semua orang pun kembali bertempur.
"INI ADALAH HUKUMAN BAGI KALIAN KARENA TELAH MEREMEHKAN RAJAKU!!!!" Ucap Six.
Yang memenggal kepala monster raksasa.