THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 43 Melawan bos monster



Ketika semua nya sudah selesai, rombongan guild lain yang tadi di pimpin oleh Zear baru datang.


Mereka terkejut karena melihat tumpukan para mayat monster yang sangat banyak.


Mereka di sini sama sekali tidak membuka mulut, mereka masih tetap diam tidak berbicara.


Apalagi ketika mereka ingin berbicara mereka melihat Jane, mereka langsung menutup mulut menggunkan tangan atau pun benda.


"Mereka kenapa? Kenapa mereka terlihat seperti tidak mau berbicara sama sekali?" Tanya Rama.


"Mereka semua telah menghina Zear, sejak awal bertemu dengan mereka, mereka langsung menghina Zear walaupun secara tidak langsung."


"Dan karena aku kesal dengan mereka, aku mengancam mereka, jika ada satu orang pun dari mereka yang berbicara walaupun itu satu huruf aku akan langsung membunuh nya."


"Hukuman yang aku berikan ini lebih baik dari pada aku langsung membunuh nya." ucap Jane yang terlihat kesal.


Rama dan yang lain nya menatap Zear.


Zear di sini hanya mengangkat tangan dan tidak bisa melakukan apapun.


"Aku tidak ingin di marahi oleh istri ku juga." Batin Zear.


"Haah (Menghela nafas lelah) Itu semua salah kalian sendiri, aku tidak bisa melakukan apapun." ucap Rama.


Mereka pun juga meminta tolong kepada 3 rangker nasional dan yang lain nya.


Namun mereka juga seperti rama Zear dan yang lain nya, tidak bisa melakukan apapun.


Pemimpin pasukan yang tidak dapat berbicara itu sangat kesal dengan para bawahan nya.


Dan mereka pun langsung memukuli para bawahan yang telah menghina Zear dan juga Jane.


Rama dan yang lain nya pun keanehan dengan hal tersebut.


Zear dan yang lain nya pun melanjutkan perjalanan, di sini Zear lah yang memimpin perjalanan.


Semua orang patuh terhadap Zear, tidak ada satu pun orang yang berani membantah Zear.


Sambil jalan Zear dan yang lain nya mengobrol banyak hal, mereka bertanya tentang bagaimana caranya Zear dan yang lain nya dapat dengan sangat cepat sampai ke tempat mereka.


Selain itu mereka juga bertanya tentang primordial demon, dan portal ini.


Alhasil mereka semua sekarang sedang terkejut dengan semua jawaban Zear.


Zear dan yang lainnya disini berjalan kaki dengan santai, mereka semua tidak menggunakan pasukan bayangan Zear.


Itu di karenakan bos monster dari portal ini berada di sekitaran sana.


Intinya dekat tidak jauh dari tempat mereka sekarang.


Zear dan yang lain nya juga dapat bernafas dengan lega, karena lawan yang mereka akan hadapi.


Bukanlah primordial demon, namun tetap saja bos monster yang akan mereka hadapi sangat menyeramkan.


Dari jarak mereka saja, mereka dapat merasakan sebuah aura yang mengerikan berada di depan mereka.


Mereka pun akhirnya sampai di sarang musuh.


Mereka melihat ratusan ribu monster yang benar-benar sangat banyak, yang berukuran campuran, sedang, besar, kecil.


Namun kekuatan para monster itu tidak dapat di remehkan sama sekali.


Dan dari kejauhan juga mereka dapat melihat bos monster yang sedang duduk dengan sombongnya, seperti seorang raja.


Bos monster itu duduk di sebuah bukit tengkorak, dan kursinya pun sebagian nya terbuat dari tengkorak.


Ketika melihat rombongan Zear dan yang lain nya, bos monster itu hanya mengangkat tangan nya.


Dan seketika itu juga para monster yang merupakan bawahan dari bos monster itu.


Berlarian dan ingin menyerang Zear dan yang lain nya.


Zear tau itu adalah senyuman ancaman, jadi Zear pun memegang tangan Jane.


Sedangkan yang lain nya mereka kebingungan, dan mereka masih berjalan santai, berbeda dengan para monster yang sedang berlarian kearah mereka.


Zear dan Jane di sini langsung berteleport ke depan.


Zear mengeluarkan puluhan ribu pasukan bayangan yang sangat kuat.


Sedangkan Jane langsung melesat kedepan, dan membekukan semuanya.


Zear di sini hanya berjalan dengan santai, dan para pimpinan pasukan bayangan Zear, mereka membukakan jalan untuk Zear menuju bos monster.


Bos monster itu pun terbangun dari tempat duduk nya dan mulai turun dari bukit tengkorak.


Zear disini berjalan seperti seorang raja, tidak ada satu orang pun musuh yang berhasil menyerang Zear.


Semuanya di musnahkan oleh pimpinan pasukan bayangan Zear dan juga Jane.


Rama dan yang lain nya, yang sedang melihat dari kejauhan mereka, tak habis-habisnya terkejut dan terpukau dengan kekuatan suami istri yang menakutkan itu.


"AKU TIDAK INGIN KALAH DENGAN ANAK DAN MENANTUKU!!!!!" Teriak Leonard yang langsung melesat dengan sangat cepat kearah musuh.


"Suamiku tidak pernah berubah sama sekali, kami duluan." Ucap Silvi.


Yang kemudian di ikuti oleh Reza, Maman, Brad dan beberapa pasukan guild Lion.


"Apa kalian sudah gila mencari masalah dengan monster-monster seperti mereka." ucap Ando.


Pada mereka yang tidak bisa berbicara.


"Tuan Ando itu semua gara-gara bawahan kami yang sangat ngeyel untuk di beritahu, bawahan kami benar-benar bajingan, kami sudah memberitahu mereka, tapi mereka tetap saja tidak mendengarkan kami."


"Dan mereka justru menghina tuan Zear dan Jane, mereka sama sekali tidak memiliki otak." ucap pemimpin pasukan yang benar-benar sangat kesal.


"Setelah semua ini kami akan memecat mereka atau membunuh mereka." Ucap para pemimpin pasukan sambil mengeluarkan aura yang mengerikan, mereka benar-benar sangat kesal.


"Ya itu urusan kalian SEMUANYA AYO KITA JUGA PERGI!!!!!." Teriak Rama.


"YAAA!!!!" Teriak para pasukan Rama, dan wakil pemimpin guild Knight.


"Jika terjadi sesuatu pada kalian, kami sama sekali tidak bisa membantu kalian, kami tidak ingin mencari masalah dengan Zear ataupun 8 iblis tak berperasaan." Ucap Teria.


"Teria benar." Ucap Refan salah satu rangker nasional juga.


"Kami pergi duluan selamat tinggal dan semoga kalian dapat kembali dengan selamat." ucap Ando.


Zear, Jane mereka berjalan bersama menuju bos monster.


Mereka berdua di kawal langsung oleh pemimpin pasukan bayangan Zear yang benar-benar sangat kuat.


"Sayang sudah lama sekali kita tidak bertarung bersama seperti ini." Ucap Jane.


"Kamu benar, aku sangat merindukan suasana seperti ini." Ucap Zear.


Mereka berdua saling tersenyum satu sama lain.


"Sayang apa kau siap?" Tanya Jane sambil memasukan jaket yang seperti jubah.


"Tentu saja." Ucap Zear sambil memasukan jaket yang seperti jubah juga.


Bos monster kali ini seukuran dengan manusia tapi kekuatan nya sangat mengerikan.


Zear dan Jane pun kemudian melesat dengan sangat cepat.


Mereka berdua langsung menendang bos monster itu.


Bos monster itu sama sekali tidak menyangka serangan itu, sehingga bos monster itu terhempas sampai menabrak bukit tengkorak yang merupakan tempat singgahsananya.