THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 155 Zear melawan Leviathan



Peperangan pun akhirnya terjadi, 8 iblis tak berperasaan masih belum ikut dalam peperangan itu, namun terlihat dengan jelas kemenangan berada di mata aliansi para manusia.


Itu semua berkat pasukan bayangan Zear yang sangat mengerikan, mereka dapat menghabisi banyak nya para monster musuh dengan mudah.


Dan ketika di serang pasukan bayangan Zear sama sekali tidak mati, walaupun seluruh tubuhnya sudah di hancurkan, pasukan bayangan Zear tetap hidup kembali.


Leviathan dan para bawahan nya yang melihat hal itu, mereka sangat kesal, terkejut, dan merasa ketakutan, mereka tidak menyangka, dan tidak akan pernah percaya dengan apa yang mereka lihat.


Mereka sekarang seperti melihat pasukan yang tidak akan pernah mati, tidak akan pernah kelelahan. Sungguh sangat mengerikan.


Mereka sekarang kebingungan dan sedang memutar otak bagaimana mengakhiri perang ini, dengan kemenangan di tangan mereka.


Leviathan dan para bawahan nya pun sudah memutuskan untuk melawan Zear dan yang lain nya.


Leviathan dan yang lain nya pun disini mereka langsung berteleport ke tempat lawan mereka masing-masing.


Leviathan menggunakan trisula nya ingin menusuk Zear.


Zear pun hanya menggerakan tangan nya kedepan, dan tiba-tiba saja di depan terdapat sebuah pelindung tak kasat mata yang menahan serangan dari Leviathan.


Tabrakan aura antara mereka berdua pun sangat dahsyat, menyebabkan tempat mereka berpijak menjadi hancur dan membuat cekungan yang sangat dalam.


Zear pun tersenyum mengejek pada Leviathan, Leviathan yang melihat itu ia terlihat sangat marah, dan ingin membunuh Zear.


Leviathan pun mundur kebelakang, dan memainkan sedikit senjatanya itu.


"Aku akan membunuh mu dan menyelesaikan ini dengan cepat!!!" Teriak Leviathan dengan tatapan yang mengerikan.


"Coba saja, majulah." Zear pun mulai menggunakan pedang Seri malaikat miliknya.


Leviathan menelan ludah sendiri saat melihat pedang milik Zear yang terlihat sangat mengerikan.


Zear pun di sini langsung berteleport kedepan wajah Leviathan. Zear ingin menusuk perut Leviathan.


Leviathan pun menahan serangan Zear menggunakan Trisulanya.


Zear pun di sini melakukan ratusan ribu tebasan kepada Leviathan, Leviathan pun menahan dan juga menghindari serangan Zear.


Terlihat Leviathan sangat terdesak dan dia terus berlarian ke sana kemari, Zear terus mengejar dan tidak memberikan Leviathan untuk beristirahat.


Leviathan sudah beberapa kali terkena tebasan pedang milik Zear, dan dia merasakan kesakitan yang luar biasa yang tidak pernah ia rasakan, ia sangat penasaran dengan senjata yang di gunakan oleh Zear.


Ia tidak menyangka sama sekali pedang yang di miliki Zear sangatlah berbahaya, sekarang dia mengerti kenapa firasatnya sangat buruk jika ia melihat pedang milik Zear.


Zear sedang melihat celah dari Leviathan.


Zear langsung melakukan tebasan dari atas dan seperti ingin membelah dua Leviathan.


Leviathan pun bertahan menggunakan Trisulanya, aduan antara senjata mereka berdua pun terdengar sangat nyaring, dan aura mereka saling bertabrakan satu sama lain.


Akibat mereka berdua juga tempat tersebut menjadi hancur. Dan tidak ada yang berani mendekat kearah pertarungan mereka berdua.


Semua orang ketakutan saat melihat Zear dan Leviathan bertarung.


Di sini secara mengejutkan Trisula milik Leviathan berbunyi dan seperti retak karena pedang Zear.


Hal itu mengejutkan Leviathan karena senjatanya dapat di hancurkan oleh Zear, namun Leviathan mewajarkan hal itu, karena Trisulanya sudah di serang oleh Zear beberapa kali.


Leviathan pun yang sudah bakal tau, bahwa Trisulanya hancur, ia mundur kebelakang sedikit.


Hanya saja bagian tubuhnya di mengeluarkan cukup banyak darah.


Leviathan pun berteleport kebelakang, dan dia memegang bagian tubuhnya yang mengeluarkan darah.


Leviathan melihat darahnya sendiri, dia seperti terkejut, ia sama sekali tidak menyangka bahwa ada seorang manusia yang dapat melukai dia, sampai-sampai dia mengeluarkan darah segar.


Luka Leviathan sembuhnya cukup lama, dan Leviathan merasa energinya seperti di serap oleh pedang Zear.


Jika apa yang di pikirkan oleh Leviathan adalah benar, maka senjata Trisula dia yang rusak sangat mudah adalah hal yang wajar.


Itu semua karena setiap senjata mereka berdua bertabrakan, senjata milik Zear seperti selalu menyerap energi yang ada di dalam Trisula milik Leviatahan.


Sepanjang pertarungan Leviathan terus mengamati pergerakan Zear, dan apa yang di lakukan Zear.


Dan selama itu juga Leviathan selalu terkejut, bahkan sekarang Leviathan menganggap Zear bukanlah manusia, melainkan utusan seorang Dewa.


"Siapa nama mu? Ini adalah kedua kalinya, aku bertarung dengan serius, dengan seseorang, kau orang yang sangat menarik, apa kau adalah utusan seorang Dewa?" Tanya Leviathan pada Zear yang sangat penasaran.


Luka Leviathan pun akhirnya sembuh, namun hal itu membutuhkan energi yang sangat banyak, dan Leviathan sangat kesal.


"Entahlah aku juga tidak ingin menjawab semua pertanyaanmu, rasanya sangat malas, jika kau mengetahui informasiku juga percuma, karena kau akan mati."


"Dasar manusia sombong." Leviathan dengan nada yang tenang, dia tidak ingin terlihat panik, padahal dalam hatinya sekarang dan dalam pikiran dia sekarang.


Dia sedang memutar berbagai cara agar dia bisa mengalahkan Zear.


Zear pun disini tersenyum pada Leviathan.


Leviathan pun merinding ketakutan, dia langsung mengeluarkan senjata berupa pedang miliknya.


Pedang itu mengeluarkan warna ungu yang sangat pekat, pedang itu terlihat seperti pedang iblis.


Pedang tersebut sangat mengerikan, namun bagi Zear dan pedang Seri malaikatnya, hal itu membuat mereka semakin bersemangat.


"Sepertinya tidak ada cara lain untuk mengalahkannya selain dengan cara ini, aku akan mengeluarkan serangan spesial ku padanya." Batin Leviathan.


"Apa kau berniat bertarung atau diam selamanya?" Tanya Zear yang mengejek Leviathan.


Leviathan yang tidak tahan dengan ejekan Zear, dia langsung melesat dengan sangat cepat kearah Zear.


Kecepatan yang di miliki Leviathan sudah melebihi cahaya, dia bergerak sangat cepat.


Zear pun disini bertahan menggunakan pedang nya.


Zear sama sekali tidak menyangka bahwa Leviathan akan menyerang dia secara cepat seperti itu, untung saja Zear masih sempat bertahan.


Sekarang mereka berdua terbang di atas dan sedang melesat, di sini Zear di gusur oleh Leviathan, menabrak tebing-tebing yang besar.


Mereka berdua hampir seperti mengelilingi luasnya planet itu, sekarang mereka berada jauh di tempat peperangan terjadi.


Zear pun disini berhasil menghempaskan balik tubuhnya, dan Leviathan pun terdorong, karena ia tau ia dalam keadaan berbahaya, Leviathan pun mundur kebelakang.


Zear setelah menerima semua serangan dari Leviathan, ia tidak terluka sama sekali, hanya saja baju yang ia kenakan kotor dan aga robek di bagian belakang.


Zear pun melakukan peregangan dengan cara menggelengkan kepalanya, dan memijat tangan nya.


"Jadi apa kita harus mulai sekarang?" Tanya Zear sambil mengejek Leviathan menggunakan tangan nya.