
Saat Killa dan ketiga sahabatnya sudah membuka sedikit kancing tenda mereka, mereka berempat melihat ada sosok berkepala hewan berbadan manusia sedang mengelilingi tenda teman-temannya yang lain. Killa dan ketiganya kembali masuk kedalam tenda, Killa bergegas mengambil ponselnya untuk menghubungi Felix. Tak hanya Killa, Siska, Riri, dan Jessie yang merasakan sosok itu tetapi Felix dan yang lainnya juga merasakan hal yang sama.
Tak berselang lama Killa chattingan dengan Felix, terdengarlah suara jeritan yang berasal dari tenda disebelah kiri tak jauh dari tendanya Killa. Sontak saja membuat Killa dkk, teman-teman kampus, dan juga guru pembimbing bergegas menuju tenda itu. Sesampainya ditenda itu, Killa dkk melihat Mita yang sedang kerasukan sosok perempuan yang memang sedari pagi telah mengikutinya saat keluar dari hutan.
Killa dkk pun mendekat pada Mita, mencoba untuk mengajak sosok itu mengobrol dan juga mengeluarkan sosok yang merasuki tubuhnya.
"Assalammualaikum... kamu siapa? Kenapa kamu masuk kedalam tubuh teman saya?" tanya Alex pada sosok itu.
"Hihihi.... saya Mbah Sri penunggu yang berada didalam hutan, anak ini melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan." jawab sosok itu marah.
"Memangnya teman kami melakukan apa?" tanya Daniel.
"Perbuatan yang dilarang oleh agama kalian semua...." jawab sosok itu dengan amarah.
Killa dkk dan semua orang yang mendengar sangat terkejut juga tak percaya dengan perkataan sosok yang saat ini sedang merasuki tubuh Mita.
"Tolong maafkan teman kami mbah, kami akan menasihatinya agar tak melakukan sesuatu hal yang memang dilarang." bujuk Felix kepada mbah Sri penghuni hutan.
"Saya akan memaafkan anak ini jika anak ini ikut kealam ku hihihi....." kata sosok Mbah Sri.
"Jangan bawa teman kami mbah, kami akan memberitahukan padanya mbah.." kata Siska menyahut.
"Tidakk akan..." kata sosok Mbah Sri marah.
"Kalau begitu... kami akan mengeluarkan mbah Sri dari tubuh teman kami secara paksa." kata Raka mengancam sosok Mbah Sri.
"Hihihi.... jika aku kalian keluarkan secara paksa, aku akan tetap datang bersama semua makhluk yang menghuni hutan ini dan mengganggu kalian semua bukan hanya anak ini saja hihihihi...." kata sosok Mbah Sri ikut mengancam mereka semua.
Raka dan Alex sekuat tenaga mengeluarkan sosok Mbah Sri secara paksa dari tubuh Mita. Cukup lama untuk mengeluarkan sosok Mbah Sri dari tubuh Mita, akhirnya Raka dan Alex berhasil mengeluarkan Mbah Sri.
Saat sosok Mbah Sri keluar dari tubuh Mita, Mita pun pingsan. Tak lama Mita pun sadar dari pingsannya, lalu Killa memagar Mita dari sosok-sosok yang akan mencoba merasukinya lagi. Pukul 04.00 subuh Killa dkk juga yang lainnya kembali ketenda masing-masing setelah selesai membantu Mita.
*************
Jam menunjukkan pukul 09.15 pagi, Killa dkk juga teman-teman yang lain masih bergelung dalam tenda mereka. Kejadian dini hari tadi membuat mereka semua lelah, begitupula dengan guru pembimbing dan Dosen pun merasa lelah. Untungnya hari ini mereka semua tak ada kegiatan.
Menjelang siang, mereka semua sudah terbangun dan mulai memasak untuk makan siang mereka. Tiba-tiba saja salah satu mahasiswi yang bernama Tya terlihat ketakutan dan memeluk Killa yang memang saat itu nerada didekatnya.
"Tya lo kenapa...?" tanya Killa.
"Kil.. gue takut." jawab Tya yang ketakutan.
"Takut kenapa?" tanya Jessie yang bingung.
"Itu... disana, gue liat ada penampakkan. Tapi gue gak tau itu apaan." jawab Tya samil menunjuk tempat yang ia maksud, juga masih merasakan ketakutan dan sedikit pucat wajahnya setelah melihat sosok yang ia maksud.
Sontak saja Killa dkk langsung melihat kearah yang diberitahu oleh Tya, Killa dkk melihat ada sosok siluman kera putih yang berada diatas pohon. Saat Killa melihat sosok siluman kera putih itu sedikit intens, sosok kera itu pun menghilang.
"Tya.. sosok itu udah gak ada lagi disana kok, lo tenang aja ya." kata Siska menenangkan Tya yang masih terlihat takut.
"Beneran Sis..?" tanya Tya yang tak percaya.
"Iya Siska bener, lagian kalo ada terjadi sesuatu kita semua akan bantu lo." jawab Riri yang membenarkan perkataan Siska dan meyakinkan Tya.
Tya pun melepaskan pelukkannya pada Killa dan memberanikan diri untuk melihat ketempat sosok kera putih itu menampakkan diri, tetapi yang dilihat Tya tak ada apapun disana.
"Thanks ya semuanya udah mau bantu gue dan meyakinkan gue..." kata Tya kepada Killa dkk.
"Iya sama-sama Tya..." jawab Killa dkk kompak.
Setelah selesai memasak mereka pun menyantap makan siang mereka masing-masing dengan hikmat. Setelah makan siang selesai, mereka semua pun kembali ketenda masing-masing. Hari itu tak ada kegiatan yang berarti dan juga tak ada gangguan apapun, hanya sosok siluman kera putih yang menampakkan diri.
Skipp...
Killa dkk malam itu entah kenapa sulit sekali untuk memejamkan mata mereka, padahal malam semakin larut. Saat itu Killa dkk masih duduk bersantai diberanda tenda. Tiba-tiba saja sosok Nyai siluman ular dan dua sosok harimau putih tak lupa om poci dan Kunti kembar muncul berada didepan Killa dkk, membuat Killa dkk kaget.
"Astaga bikin kaget aja kalian ihh..." kata Riri sewot.
"Hadeuh... jantung gue mau copot." kata Jessie.
"Nyai ada apa...?" tanya Killa yang langsung berkomunikasi lewat batin dengan sosok Nyai dan tak mwnghiraukan celotehan sahabatnya.
"Kami kesini untuk membantu kalian menghadapi sosok yang berada disini..." jawab sosok Nyai.
"Apakah akan terjadi sesuatu Nyai..?" tanya Killa masih lewat batin.
"Iya benar Killa... akan terjadi teror disini, apalagi kamu sudah melihat sosok siluman kera putih disini." jawab sosok Nyai.
"Nyai tau soal sosok kera itu..?" tanya Killa penasaran.
"Iya.. dia adalah penguasa dihutan ini, makanya saya datang kesini untuk melindungi kalian." jawab sosok Nyai.
"Terima kasih banyak Nyai..." kata Killa.
"Tetaplah berhati-hati, kami semua akan tetap berada disini. Jika terjadi sesuatu panggil saja kami Killa." kata sosok Nyai yang diangguki oleh sosok lainnya.
Killa menjawab dengan hanya anggukan kepala saja, lalu setelah itu sosok Nyai dan sosok yang lainnya pun menghilang. Setelah selesai berkomunikasi dengan Nyai, Killa semakin merasa gelisah dan tak nyaman. Ketujuh sahabat Killa pun juga merasakan hal yang sama dengan Killa.
Pukul 00.30 tengah malam Killa dkk masih berada diberanda tenda dengan perasaan gelisah dan tak nyaman. Saat itu pula salah satu guru pembimbing yang sedang berkeliling untuk memeriksa semua muridnya melihat Killa dkk belum tidur, ia pun menghampiri Killa dkk.
"Nak... kenapa kalian belum tidur, ini sudah lewat tengah malam loh...?" tanya guru pembimbing bernama Pak Budi.
"Ehh... bapak bikin kita kaget aja." kata Daniel tak menjawab pertanyaan pak Budi.
"Kita gak semua gak bisa tidur pak, ohh iya pak kita mau ngomong sesuatu..." jawab Felix.
"Ngomong apa Nak..? Sepertinya itu penting." tanya Pak Budi.
"Ya benar pak, ini menyangkut keselamatan kita semua." kata Raka menjawab pertanyaan Pak Budi.
"Maksud kalian...?" tanya Pak Budi yang tak mengerti.
"Sebaiknya besok pagi kita pulang saja pak... jujur kita semua merasa gelisah dan tak nyaman pak." jawab Alex.
"Dan juga kita merasa akan terjadi sesuatu disini pak." sahut Killa dan Siska bersamaan.
"Kita hanya takut jika apa yang dikatan oleh sosok Mbah Sri kemarin benar adanya pak..." kata Jessie.
"Betul pak... kita hanya gak mau ada korban." sahut Riri.
Tak lama Killa dkk mengatakan apa yang mereka rasakan, semua sosok yang berada dihutan itu menampakkan diri dengan bersamaan. Pak Budi yang baru pertama kali melihat sosok hantu pun hanya terdiam kaku. Sedangkan ditenda teman-teman kampus mulai mendapatkan gangguan begitupula dengan tenda Dosen kampus.
Malam itu teror yang diberikan oleh sosok penghuni hutan sangatlah ekstrim juga banyak teman-teman dari kampus Killa dkk yang kerasukan sosok-sosok penghuni hutan, tak ketinggalan sosok Mbah Sri yang merasuki tubuh Tya. Sosok Mbah Sri tersenyum menyeringai tanda kemenangan baginya, tetapi tidak dengan orang lain yang melihatnya.
Killa dkk pun berusaha semampu mereka membantu teman-teman kampusnya yang dirasuki semua sosok dihutan itu sampai Killa dkk kelelahan. Tiba-tiba saja berhembus angin kencang lalu angin kencang itu berenti secara tiba-tiba, perlahan sosok Nyai dan dua sosok harimau putih muncul untuk membantu Killa dkk.
Sosok Nyai dan dua harimau putih itu mengambil alih apa yang dilakukan oleh Killa dkk, dengan hitungan detik saja sosok-sosok itu keluar dari tubuh teman-teman kampus Killa dan kembali sadar. Sosok Nyai yang didampingi dua sosok harimau putih itupun melenyapkan sosok Mbah Sri yang memang berbahaya dan juga merugikan bagi orang banyak.
Tak lama dari itu sosok siluman kera putih pun muncul, dengan tenang Nyai yang masih didampingi oleh dua harimau putih dan mereka mulai perang ghaib yang hanya bisa dilihat oleh Killa dkk saja. Sosok siluman kera putih itu akhirnya kalah dan dilenyapkan oleh Nyai. Akhirnya teror malam itu berakhir dengan bantuan Nyai dan dua sosok harimau putih.
Guru pembimbing dan Dosen pun telah memutuskan menyetujui pendapat Killa dkk untuk pulang, malam itulah mereka akan kembali dan tak akan mungkin melanjutkan acara kegiatan perkemahan lagi.
Bis yang mereka sewa pun sudah datang dan mereka semua memulai perjalanan untuk kembali. Jam 06.19 pagi mereka semua baru sampai dihalaman kampus, satu persatu mereka menuruni bis. Killa dkk pun langsung beranjak keparkiran untuk mengambil mobil yang memang ditinggal disana. Setelah berada didalam mobil, Daniel langsung saja menjalankan mobil menuju mansion dan segera mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah menghadapi sosok-sosok yang merasuki teman-teman kampusnya.
Sesampainya dimansion....