The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Kisah Kuntilanak Kembar 2



Flashback On


Rani dan Rina tinggal masih tinggal bersama kedua orang tuanya dikampung. Dikampung tempat Rani dan Rina tinggali saat itu sedang marak tentang pesugihan. Suatu hari Rani dan Rina sedang berjalan-jalan kesuatu tempat, mereka berdua saat itu tak hanya berdua melainkan bersama teman-temannya juga. Saat itu mereka sedang bersenang-senang, sampailah waktu mereka pulang kerumah masing-masing. Rani dan Rina pun dalam perjalanan kembali dengan mengendari mobil kesayangannya, tak lama mereka berdua sampai dirumah. Saat sudah berada dirumah, Rani dan Rina pun masuk kedalam. Saat mereka berdua berada didalam, mereka berdua disambut oleh ayah juga ibunya untuk mengobrol sebentar. Lalu mereka berdua beranjak menuju kamar mereka untuk membersihkan tubuh mereka yang sudah terasa lengket.


Pukul 22.22 malam, Rani dan Rina masih belum terlelap karena merasa sangat gelisah. Entah kenapa mereka berdua malam itu sangat gelisah. Pukul 23.30 tengah malam, mereka berdua mendengar suara keributan dari luar rumah mereka. Rani dan Rina pun mencoba untuk mengintip dari jendela kamar mereka yang berada dilantai dua, mereka berdua melihat banyak warga berada didepan rumah orang tuanya. Rani dan Rina juga mendengar para warga menuduh orang tuanya melakukan pesugihan, lalu Rani dan Rina pub segera turun kebawah dan menemui orang tua mereka yang memang sudah berada diluar rumah lebih dulu untuk menenangkan warga. Rani dan Rina masih bertanya-tanya ada apa gerangan pikirnya.


Lalu setelah ayahnya Rani dan Rina bertanya kepada salah satu warga yang ikut kerumahnya...


"Maaf ini ada apa ya?" tanya Ayah Rani dan Rina.


"Masa bapak nggak tau...? Harusnya bapak tau dong kenapa..." teriak salah satu warga.


"Saya memang tak tahu apa yang terjadi saat ini, dengan tiba-tiba kalian beramai-ramai kerumah saya ditengah malam seperti ini...." kata Ayah Rani dan Rina.


"Alaahh.... gak usah banyak alasan pak." sahut warga lainnya bersamaan.


"Saya bukan beralasan... saya memang betul-betul tidak tahu apa yang terjadi." kata Ayah Rani dan Rina.


Warga yang sudah kesal semakin kesal memdengar perkataan dari pak Baron, ayah dari Rani dan Rina. Warga yang sudah tak bisa menahan rasa amarahnya pun memprovokasi warga lainnya untuk menghajar ayahnya Rani dan Rina, tetapi hal tak terjadi karena pak Rt tiba dilokasi dan menghentikan aksi dari semua warganya.


"Sudah... sudahh... hentikan. Kalian pulanglah kerumah, biar nanti saya yang akan mengatakan semuanya kepada pak Baron." lerai pak RT.


Semua warga pun menuruti perintah pak RT dan kembali pulang kerumah masing-masing. Saat semua warga telah membubarkan diri, pak RT pun diajak masuk oleh orang tuanya Rani dan Rina dan mulai membicarakan tuduhan yang diberikan oleh warga kepada keluarganya.


"Maaf pak Baron sebelumnya, saya hanya perwakilan dari warga ingin menanyakan tentang tuduhan pesugihan yang memang sedang marak dikampung kita ini. Apa benar bapak melakukannya..?" tanya pak RT yang bernama Roni.


"Tentu saja semua tuduhan yang diberikan semua warga itu tidak benar pak Roni." jawab pak Baron dengan tenang.


"Jika memang tidak, saya sebagai perwakilan semua warga meminta maaf sebesar-besarnya atas nama warga..." kata pak Roni selaku ketua RT.


"Iya pak tak apa, saya sudah memaafkan..."sahut pak Baron.


"Baiklah pak..." jawab pak Baron.


Pak Roni pun beranjak dari tempat duduk dan mulai beranjak pergi meninggalkan rumah pak Baron orang tua Rani dan Rina.


Selang tiga hari dari insiden tuduhan pesugihan kepada kedua orang tuanya, Rani dan Rina berpamitan untuk keluar rumah untuk menemui teman-temannya. Saat Rani dan Rina sudah keluar rumah, mereka berdua melihat ada mobil yang terparkir tak jauh dari rumahnya. Tanpa curiga sedikitpun, mereka berdua pun langsung mengendarai mobilnya ketempat tujuannya. Tanpa Rani dan Rina ketahui, mobil yang dilihatnya didekat rumah mengikuti mobil mereka berdua. Pada saat Rani dan Rina sebentar lagi sampai tujuan, mereka baru menyadari jika sedari tadi mobil didekat rumahnya itu mengikuti mereka berdua. Bahkan saat Rani dan Rina memasuki mall pun masih mengikuti sampai pengemudinya pun ikut turun dari mobil. Setelah selesai bertemu dengan teman-temannya, Rani dan Rina pun memutuskan untuk pulang kerumah karena hari sudah mulai sore.


Mobil itu masih mengikuti kemanapun mobil Rani dan Rina pergi, sampai akhirnya mobil misterius itu memotong jalan dan menghalangi mobil mereka Rani dan Rina didepannya. Rani dan Rina saat itu melihat ada dua orang laki-laki yang keluar dari mobil itu, lalu menghampiri mobilnya Rani dan Rina. Orang asing itu meminta Rani dan Rina untuk membuka pintu mobilnya, Rani dan Rina saat itu begitu ketakutan. Dengan terpaksa Rani dan Rina membuka pintu mobilnya, lalu orang asing itu masuk kedalam mobilnya dan menyuruh mereka berdua untuk menuju taman. Rani yang memegang kemudi pun langsung menuju taman seperti yang diminta oleh orang asing itu. sesampainya ditaman itu, Rani dan Rina diminta untuk turun bersamanya. Ditaman itu terlihat sangat sepi tak ada orang lain selain mereka bertiga.


Orang asing itu juga sempat mengancam jika Rani dan Rina berusaha untuk kabur darinya. Sesampainya disalah satu pondok, disana ada banyak pohon besar membuat Rani dan Rina semakin ketakutan. Lalu orang asing itu memulai aksinya, yaitu membunuh Rani dan Rina. Sebelum itu, Rani dan Rina disiksa terlebih dahulu olehnya.


"Kenapa kamu mau membunuh kami...?" tanya Rina pada orang asing itu.


"Aku hanya diberi perintah oleh seseorang untuk membunuh kalian...." jawab orang asing itu.


"Ta..pi... ke..na..pa ?" tanya Rani.


"Seperti informasi yang aku dapat, keluarga kalian itu melakukan pesugihan... karena itu aku diperintah untuk membunuh kalian semua...." jawab orang asing itu sambil membentak Rani dan Rina.


Rani dan Rina hanya bisa pasrah atas apa yang dituduhkan kepada keluarganya. Rani dan Rina setelah mendapatkan jawaban, orang asing itu mulai menusukkan pisau pada mereka berdua sampai Rani dan Rina meninggal kehabisan darah. Orang asing yang melihat Rani dan Rina telah tewas pun langsung meninggalkan jasad mereka berdua yang masih berada ditaman yang saat ini menjadi tempat tinggal mereka berdua.


Flashback Off


"Begitulah Kil... cerita yang kami alami saat masih hidup." akhir cerita Rani dan Rina sambil menunduk sedih.


"Kehidupan kalian sangat berat... mungkin kalo kita diposisi kalian, kita gak akan sanggup." sahut Jessie yang disetujui oleh Killa dan yang lain.


"Lalu.. apa kalian tak ingin kembali kealam kalian..?" tanya Alex.


"Ehmm... kita..."