The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Memusnahkan Sosok Kiriman



Pukul 10 pagi Killa dkk sudah bangun dari tidur lelapnya. Tak lama Killa dkk pun terbangun, mereka diberi kabar melalui group what's up fakultas mereka jika jadwal kelas mereka diubah. Setelah mendapat info dari group what's up, Killa dkk pun bersiap-siap untuk berangkat kekampus.


Sesampainya dikampus, Killa dkk langsung bergegas berjalan menuju ruang kelas mereka. Sampai dikelas, ternyata pak Dosen baru juga sampai tak lama setelah Killa dkk sampai. Tak menunggu lama mereka pun memulai kelas, dan mereka semua berfokus pada penjelasan yang diberikan oleh pak Dosen. Setelah 3 jam mereka berfokus pada kelas, mereka pun untuk memutuskan untuk langsung pulang ke mansion.


Mansion


Sesampainya dimansion Killa dkk pun duduk sebentar diteras depan mansion, Killa dkk tak ingin langsung masuk kedalam mansion dahulu. Diteras Killa dkk mengobrol dan sambil mencari jalan keluar untuk menghentikan sosok kiriman dari Fikri salah satu kolega dikantor kakaknya, Arga. Saat itu Killa dkk bingung dengan cara apa untuk memberhentikan teror yang dua hari ini mereka dapatkan. Saat itu pula Killa mendapat bisikan dari sosok siluman ular untuk mencari bungkusan kecil berbalut kain warna putih disekeliling mansion, yang sebelumnya orang suruhan Fikri menanamnya. Setelah mendapatkan bisikan, Killa langsung memberitahukan kepada ketujuh sahabatnya dan mulai berpencar mencari dimana letak bungkusan kecil itu ditanam. Killa dkk terus mencari sampai akhirnya satu persatu dari mereka menemukan bungkusan kecil itu.


Setelah berhasil menemukannya, Killa dkk pun kembali berkumpul dihalaman depan mansion. Saat mereka hendak membakar bungkusan itu, Killa dkk sedikit mendapat gangguan dari sosok Kuntilanak dan pocong. Tetapi Killa dkk masih bisa mengatasi gangguan dari sosok itu, lalu Killa dkk segera menumpuk bungukusan kecil dengan kain putih menjadi satu dan mulai membakar bungkusan itu. Dengan cepat api melahap bungkusan-bungkusan kecil berwarna putih menjadi abu. Saat membakar bungkusan itu tak terjadi apapun seperti sebelumnya, Killa dkk hanya bisa melihat jika semua sosok yang dikirimkan telah hilang bersamaan dengan bungkusan kecil itu. Setelah selesai Killa dkk pun masuk kedalam mansion.


Disisi lain....


Kantor


Diruangan yang besar terdapat banyak orang yang sedang melakukan meeting untuk salah satu proyek yang akan dibangun. Didalam sana sudah ada Arga dan Fikri yang masih memperdebatkan masalah konsep dan tema. Fikri tetap bersikeras meminta Arga untuk memakai konsep dan tema yang telah susah-susah ia rancang. Disaat mereka masih berdebat, tiba-tiba saja Fikri seperti melihat sosok yang ia kirimkan ke mansion Arga untuk membalaskan dendamnya malah berbalik menyerangnya. Sontak saja membuat Fikri berteriak kencang dan membuat semua orang yang berada didalam ruangan meeting tersebut kebingungan dengannya. Fikri pun berlari dan keluar dari perusahaan milik Arga untuk menghindari sosok-sosok yang ingin menyerangnya tetapi malah ia tertabrak mobil pengendara yang sedang melintas. Fikri pun terpental lumayan jauh dari tempat ia tertabrak. Fikri yang saat itu sudah terbaring lemah dengan lumuran darah diseluruh tubuhnya pun dibantu oleh satu pejalan kaki menelpon ambulance untuk dibawa kerumah sakit terdekat. Saat ambulance itu tiba, Fikri langsung dibawa kerumah sakit. Didalam mobil ambulance, petugas rs memberikan pertolongan pertama untuk Fikri selagi diperjalanan. Segala cara dilakukan oleh petugas rumah sakit untuk menolongnya tetapi mereka gagal, Fikri dinyatakan meninggal dunia karena kehabisan darah.


Mansion


Dimansion, Killa dkk sedang menonton tv. Kebetulan saat itu sedang menyangkan acara berita kecelakaan yang dialami oleh Fikri yang tak jauh dari perusahaan milik keluarganya. Killa pun langsung menghubungi kakaknya, Arga menanyakan dirinya baik-baik saja atau tidak.


"Walaikumsalam Kil.. ada apa?"tanya Arga.


"Kakak dimana? kakak baik-baik aja kan?"tanya Killa beruntun.


"Kakak ada dikantor, kakak juga baik-baik aja... memangnya ada apa Kil?"tanya Arga balik pada adiknya.


"*Alhamdulillah kalo kakak gak papa, s*oalnya tadi Killa sama yang lain nonton acara berita kecelakaan yang tak jauh dari kantor."jelas Killa.


"Ohh itu... itu kecelakaan yang ngalamin Fikri Kil... dia salah satu kolega dikantor. Dan dia juga yang telah ngirimin sosok ke mansion."kata Arga.


"Yaudah.... kalo gitu Killa tutup ya kak teleponnya, Assalammualaikum..."kata Killa sambil mengucap salam.


"Iya... Walaikumsalam."sahut Arga menjawab salam Killa.


Killa yang mendengar penuturan dari kakaknya pun sangat lega jika kakaknya itu baik-baik saja dan ia juga terkejut jika itu Fikri yang mengalami kecelakaan itu. Tetapi Killa bersyukur jika teror dan sosok-sosok itu tak akan pernah kembali lagi ke mansionnya.