The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Kuntilanak Yang Merindukan Anaknya



Skip hari Senin....


Saat Killa dalam perjalanan ke sekolah, ia tak sengaja melihat sosok kuntilanak yang tak jauh dari warteg didekat sekolahnya sedang berdiri menatap kosong jalan didepannya.


"Hadehh... itu si tante kunti masih pagi udah nongol aja sih."gumam Killa yang tidak didengar oleh supir, Pak Maman.



Tak lama Killa sampai disekolah, dan tanpa Killa ketahui bahwa sosok kuntilanak yang dilihatnya tadi mengikutinya dengan jarak yang agak jauh darinya.


Sosok Kuntilanak itu tertarik dengan aura yang dimiliki oleh Killa, Kuntilanak itu merasa bahwa Killa bisa membantunya.


Diruang kelas sudah ada sahabatnya yang telah datang lebih dulu, saat Killa ingin memasuki kelasnya barulah ia merasakan ada yang mengikutinya. Waktu ia menoleh betapa kagetnya killa saat tau siapa yang mengikutinya. Yah, sosok Kuntilanak yang di lihatnya tadi.


Untung saja suasana lagi tidak banyak siswa dan siswi lain, kalo mereka liat Killa bicara sendiri Killa bisa-bisa dibilang mereka orang gila.


"Hadehh.... tante Kun kenapa ngikutin Killa?"tanya Killa ke Kuntilanak itu.


"Hihihihi.... ternyata kamu bisa liat saya."kata Kuntilanak.


"Yaelahh tante Kun... Killa emang bisa liat bangsa kalian."jawab Killa santai.


Belum sempat sosok Kuntilanak itu menjawab omongan Killa, sahabatnya Killa mendekat ke arah mereka berada.


"Yaelah Kil... lo ngapain bawa si tante Kun dah?"tanya Daniel.


"Heh... enak aja kalo ngomong. gue gak bawa nih tante Kun ya dianya aja yang ngikutin gue."jawab Killa sewot.


"Apaaa?"teriak ketujuh sahabatnya.


"Etdahh.... kagak bisa gak teriak ya kalian? budek ntar nih kuping."jawab Killa dan Kuntilanak bersamaan.


"Tungguu.... mereka juga bisa liat saya gitu?"tanya Kuntilanak ke Killa yang dibalas anggukan oleh mereka semua.


"Memangnya kenapa tante Kun?"tanya Alex sedikit takut.


Tante Kun pun hanya menggeleng menanggapi pertanyaan Alex dengan pandangan yang sangat sendu dan penuh arti.


Mereka yang melihat itu pun bingung juga heran kenapa Kuntilanak itu melihat Alex seperti tatapan seorang ibu yang merindukan anaknya.


Belum sempat Jessie mengajukan pertanyaan kepada Kuntilanak itu, bel masuk telah berbunyi.


Kriing... Kriing....Kriing....


Killa dkk, siswa dan siswi lainnya pun segera memasuki kelas dan menunggu guru yang akan mengajar dikelas mereka. Sedangkan Kuntilanak itu pergi entah kemana.


Dikantin Killa dkk makan dengan tenang sampai selesai, tetapi dikepala mereka masih menyimpan pertanyaan tentang pandangan yang diperlihatkan oleh Kuntilanak itu.


Saat mereka sedang asik dengan pikiran mereka masing-masing muncul lah Kuntilanak itu di hadapan mereka lebih tepatnya di atas meja kantin yang mereka tempati.


Sontak membuat mereka tersadar dari pikiran mereka masing-masing, Kuntilanak itu membuat mereka sangat terkejut dengan kemunculannya.


"Ishhh... tante Kun ngagetin kita aja deh. Bilang-bilang kek kalo mau nongol."sewot Riri.


"Hihihihi... maaf."jawab tante Kun.


"Tante Kun kita mau nanya boleh kan?"tanya Jessie.


"Mau tanya apa?"jawab tante Kun.


"Tadi pagi kenapa tante Kun natap Alex seperti tatapan seorang ibu yang merindukan anaknya?"tanya Jessie hati-hati.


Tante Kun pun menunduk sedih mendengar pertanyaan Jessie.


"Tante Kun gak papa?"tanya Siska


"Iya saya tak apa. Oh iya nama kalian siapa ?"tanya tante Kun.


"Gue Killa."jawab Killa memperkenalkan diri.


"Kalo gue Felix."kata Felix yang duduk disamping Killa.


"Gue Alex."kata Alex.


"Siska."kata Siska


"Riri."kata Riri tersenyum.


"Gue Raka."jawab Raka.


"Gue Daniel."kata Daniel yang duduk berseberangan dengan Riri.


"Dan gue Jessie."sahut Jessie mengakhiri perkenalan mereka.


"Kalo tante Kun gak keberatan boleh cerita ke kita ada apa?"tanya Killa yang penasaran.


"Hmmm... sebenernya...."