
Setelah selesai makan siang Felix mengajak teman-temannya ke ruang tengah. Saat mereka semua sedang bersantai tak lupa si tante Kun yang selalu ngintilin mereka, Mutya adik Felix muncul.
Mutya yang melihat kakaknya sudah pulang pun menghampirinya, ia juga melihat banyak orang bersama kakaknya. Mutya juga bertanya tentang siapa mereka dan sosok tante Kun itu kepada kakaknya...
"Tak lix, meleka ciapa dan sosok itu siapa?"tanya Mutya dengan suara cadelnya.
"Ohh... mereka sahabat kak Felix dan yang itu tante Kun yang ngintilin dari sekolah kak Felix."jawab Felix dan mencium pipi tembam Mutya dengan gemas.
Killa dkk pun kaget saat tahu Felix punya adik yang sangat lucu juga sama seperti mereka karena Felix tidak pernah menceritakan tentang adiknya.
Killa yang penasaran pun berniat bertanya kepada Mutya..
"Haii..."sapa Killa yang tersenyum pada Mutya.
"Hai uga tak.."jawab Mutya.
"Namanya siapa?"tanya Jessie.
"Utya..."jawab Mutya masih dengan cadelnya.
"Jadi namanya Mutya... cantik seperti orangnya."jawab Killa yang mengerti bahasa cadel Mutya.
Mutya hanya tersenyum malu dan menyembunyikan wajahnya ke dada bidang kakaknya Felix. Melihat tingkah lucu Mutya, mereka hanya tertawa termasuk Felix ikutan tertawa.
Saat mereka semua sedang bercanda dan menggoda Mutya, Killa melihat ke arah Alex yang sedang membuka galeri foto. Lalu Killa mendekati Alex...
"Lex, lo lagi liat apaan?"tanya Killa saat ia sudah di samping Alex.
"Gue... lagi liat foto kenangan sama almh Bunda gue Kil."jawab Alex.
"Gue boleh liat foto almh Bunda lo gak?"tanya Killa lagi.
Saat Killa melihat foto yang di tunjukkan oleh Alex, Killa sangat terkejut. Lalu melihat ke arah sosok tante Kun yang ikut bermain dengan Mutya dan lainnya.
"Kenapa Kil? kok lo kayak orang yang lagi kaget gitu abis liat si tante Kun?"tanya Alex yang melihat ke arah Killa.
"Hmmm....Lex saat lo nunjukkin foto almh Bunda lo itu gue liat kok mirip banget sama tante Kun, coba deh lo perhatiin baik-baik."jawab Killa.
Mendengar pernyataan dari Killa, Alex langsung memperhatikan tante Kun dengan detail. Alex pun kaget karena memang benar apa yang dikatan oleh Killa, tante Kun sangat mirip dengan Bundanya.
Saat itu juga Alex memanggilnya dengan sebutan Bunda, membuat teman-temannya juga tante Kun menoleh ke arah Alex.
"Lex... kenapa lo manggil tante Kun Bunda?"tanya Raka dan disetujui oleh yang lainnya.
"Dia memang Bunda gue Rak hiks... hiks..."tangis Alex pecah.
Mendengar pernyataan dari Alex, mereka melihat ke arah Killa untuk meminta penjelasan. Lalu Killa pun menjelaskan seperti yang ia jelaskan dengan Alex tadi, sontak membuat mereka sangat kaget dengan penjelasan dari Killa.
Sekarang Alex mengerti arti tatapan kerinduan yang diberikan oleh tante Kun saat melihatnya. Alex pun menatap tante Kunti penuh kerinduan juga sama seperti tante Kunti, lalu ia mendekat ke arah tante Kunti berada, dan memeluknya melampiaskan rasa rindu yang ia pendam.
Alex pun menangis saat sosok tante Kun/Bundanya itu tersenyum saat ia melepaskan pelukannya. Alex masih menangis saat bundanya tersenyum manis walaupun dengan wajah pucatnya.
"Bundaa hiks...hiks...hiks.. Alex kangen bunda."kata Alex sesegukkan.
"Bunda lebih kangen sama kamu nak..."jawab tante Kun/Bunda Alex.
"Kenapa Bunda tidak langsung saja memeluk Alex saat bertemu Alex di sekolah?"tanya Alex masih dalam keadaan menangis.
"Bundaa hanya....."