The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Sejarah Villa Angker




Siang harinya satu persatu mereka bangun, membersihkan tubuh mereka dikamar masing-masing lalu mereka keluar bersama untuk mencari makan siang sekaligus mencari tahu soal Villa yang mereka sewa.


Mereka pun sampai disalah satu warteg yang dekat dengan Villa mereka. Mereka memesan makanan sesuai selera masing-masing.


Disela-sela mereka makan, pemilik warteg pun bertanya kepada mereka yang sepertinya mereka bukanlah penduduk disini..


"Kalian sepertinya bukan dari sini ya?"tanya pemilik warteg.


"Iya bu.. kita disini mau liburan."jawab Riri sopan.


"Ohh kalian liburan, kalian nginap dimana ?"tanya pemilik warteg.


"Kita nginep di Villa Melati yang gak jauh dari sini bu.."jawab Alex.


"Villa Melati yang pernah mengalami kebakaran itu?"tanya pemilik warteg.


"Iyaa bu.. memangnya ada apa ya ?"tanya Jessie penasaran.


"Duhh... gimana ya.."jawab pemilik warteg ragu.


"Ceritain aja bu gak papa... kita semalem udah dapet teror di Villa itu."jawab Siska.


"Huft... jadii dulu..."


Flashback On


Jadi dulu ada satu keluarga yang tinggal disana, mereka adalah orang yang terpandang juga kaya raya. Mereka adalah keluarga dari Wildan, mereka juga memiliki 3 orang anak. Anak pertamanya bernama Angel Wildan berusia 17 tahun, Anak keduanya bernama Denis Wildan, dan anak bungsunya bernama Rasya Wildan berusia 7 tahun.


Awalnya mereka berbahagia tinggal di Villa Melati itu, tapi itu tidak berlangsung lama. Keluarga Wildan mengalami perpecahan, masalah demi masalah menghampiri. Hampir setiap hari mereka bertengkar walaupun itu masalah kecil atau masalah besar. Angel dan dua adiknya selalu mendengar pertengkaran orang tuanya, ia ingin melerai pertengkaran itu tapi ia urungkan karena ia takut dan memilih untuk berdiam diri didalam kamarnya.


Beberapa bulan mereka tinggal di Villa Melati, tidak ada yang menyangka jika malam itu adalah malam terakhir mereka melihat dunia. Villa yang mereka tinggali mengalami kebakaran, saat itu mereka sedang terlelap.


Saat terjadinya kebakaran jam menunjukkan pukul 01.20 dini hari dan saat mereka semua terbangun, api sudah mengepung mereka. Mereka terjebak dan tidak bisa mencari jalan keluar dikarenakan api sudah menjalar kesemua Villa.


Mereka semua pun tidak bisa menyelamatkan diri ataupun untuk menyelamatkan anak-anak mereka. Ketiga anaknya pun terjebak dan tidak bisa menemukan jalan keluar. Akhirnya mereka semua mengalami sesak nafas, karena terlalu banyak menghirup asap api dan tewas dalam insiden kebakaran itu.


Saat itu ada 2 orang warga yang sedang menjalankan jaga malam dan jam berkeliling, mereka melihat ada api di Villa itupun memanggil warga lain untuk msmbantu memadamkan apinya. Warga juga mengetahui keluarga Wildan berada di Villa itu pun langsung menelpon petugas kebakaran, dan mencoba masuk tetapi tidak bisa karena api ada dimana-mana. Jadi warga hanya bisa memadamkan api saling bahu membahu, sambil menunggu petugas kebakaran sampai.


Tak menunggu lama petugas kebakaran pun sampai, salah satu warga pun memberikan informasi kalau ada satu keluarga didalam Villa itu. Lalu dengan sigap petugas kebakaran mereka melakukan tugasnya. Villa yang besar juga luas itu membuat petugas kebakaran kesulitan dan banyak menghabiskan waktu selama 4 jam untuk memadamkan apinya sampai habis.


Pagi harinya mereka juga petugas pemadam kebakaran pun melakukan pencarian korban. Petugas kebakaran juga telah menghubungi pihak medis dan Ambulance kalau-kalau ada korban. Saat petugas kebakaran tiba di kamar utama dekat pintu masuk, mereka menemukan 2 mayat yang langsung dimasukkan kedalam kantong jenazah dan langsung membawa ke rs terdekat.


Petugas kebakaran pun melanjutkan pencarian ke lantai atas seperti informasi yang dikatakan warga sekitar. Dilantai atas ada 5 kamar, diantaranya adalah kamar anak-anaknya. Para petugas kebakaran pun memutuskan untuk berpencar agar pekerjaan mereka cepat selesai.


Petugas kebakaran yang bernama Adit menuju kamar dekat tangga, ia pun memasuki kamar tersebut dan mulai mencari korban. Tak menunggu lama Adit menemukan korban seperti anak perempuan yang perkiraannya berusia 17 tahunan. Ia pun memasukkan mayat tersebut kedalam kantong jenazah yang dibawa sebelumnya.


Lalu petugas kebakaran yang mencari di kamar kedua bernama Fadil, saat ia memasuki kamar yang agak jauh dari tangga ia tidak menemukan mayat apapun. Karena ia tidak mendapatkan apapun, ia beralih kekamar selanjutnya yang berada di depannya. Saat masuk ke kemar itu ia langsung menemukan mayat anak kecil perempuan yang perkiraannya 6-7 tahun. Lalu ia memasukka ke kantong jenazah dan membawanya keluar dari Villa itu untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Petugas kebakaran ini bernama Ziko, ia memasuki kamar yang berseberangan dengan kamar dekat tangga. Saat ia masuk ke kamar itu ia belum menemukan mayat, tetapi saat dia masuk dan ke arah kamar mandi yang berada didalam kamar itu dia menemukan mayat laki-laki yang di perkirakannya berusia 12-14 tahun. Dengan sigap ia memasukkan mayat anak laki-laki itu ke kantong jenazah yang dibawanya, lalu membawa keluar dari Villa tersebut.


Pihak polisi pun memasuki Villa dan mengecek aliran listrik, tetapi aliran listrik di Villa itu baik-baik saja tidak mengalami konsleting listrik. Saat mereka menelusuri arah luar Villa mereka menemukan jerigen bekas minyak tanah juga gas korek api yang berada dihalaman dekat pohon mangga. Polisi pun membawa barang bukti itu untuk diperiksa.


Setelah 1 tahun penyelidikan atas insiden kebakaran di Villa, pihak kepolisian menemukan bukti. Menurut seorang saksi yang melihat, ada orang yang berpakaian serba hitam memasuki area Villa yang menjadi tempat tinggal keluarga Wildan. Dan tak sengaja juga ia melihat kalau orang tersebut menyiram sesuatu dari jerigen yang ia bawa, lalu pergi. Saat itu saksi yang melihat pun juga pergi dan ia tidak tahu kalau orang tersebut melemparkan korek api gas.


Selang beberapa hari setelah mendapat keterangan dari saksi polisi akhirnya menemukan tersangka, usut punya usut ternyata tersangka yang bernama Fajar adalah musuh dari Willy Wildan. Fajar iri atas apa yang di dapatkan oleh keluarga Wildan dan merencanakan untuk melenyapkan keluarga Wildan agar ia bisa menguasai perusahaan yang dimiliki oleh keluarga Wildan.


Villa Melati itu pun di bangun kembali oleh sanak keluarga dari Willy Wildan. Setelah selesai dibangun kembali, Villa itu sempat beberapa tahun kosong. Lalu pihak sanak keluarga Wildan pun datang dan menjadikannya tempat penginapan dengan harga murah.


Pada awal menjalankan usaha Villa yang dijadikan tempat penginapan tersebut baik-baik saja dan tamunya lumayan banyak, tetapi itu tidak berlangsung lama. Tamu yang datang untuk menginap disana selalu mendapatkan teror dari 2 Kuntilanak, 2 Pocong, dan satu hantu anak kecil.


Setiap kali ada tamu untuk mencari penginapan dan setuju dengan harga yang ditawarkan untuk menginap, selalu ada saja teror dari penunggu Villa. Membuat mereka yang menginap pun pergi pada keesokan harinya.


Sampai ada yang menyewa Villa itu kembali, mereka adalah Killa dkk.


Flashback Off


"Jadi begitu ceritanya... pantesan semaleman kita diteror sama pocong, kuntilanak juga hantu anak kecil itu."kata Felix.


"Iyaa... sampe kita gak bisa tidur semaleman dan baru bisa tidur saat adzan subuh."keluh Riri.


"Kalo boleh ibu sarankan mendingan kalian cari Villa lain saja yang agak lumayan jauh dari Villa itu... kasian kan kalian bawa anak kecil juga."saran ibu pemilik warteg.


"Iya bu... rencananya sih gitu tapi kita belum tau dimana lokasinya."kata Alex.


"Apa ibu tau dimana Villa yang ibu bilang tadi?"tanya Siska sopan.


"Iya ibu tau nak... mau ibu antar atau kalian cari sendiri Villanya?"tawar ibu pemilik warteg.


"Boleh bu kalo ibu gak repot.."jawab Daniel.


"Ibu gak repot kok nak..."jawab ibu pemilik warteg.


"Ehmm Kil, Mutya gimana mau gak kita cari Villa yang lain?"tanya Felix.


"Iya kita pindah aja Lix, gue takut kasian juga sama mutya dan yang lain kalo kita di teror mulu."jawab Killa yang sedari tadi hanya diam menyimak.


"Yaudahh... sekarang aja bisa gak bu kita kesana?"tanya Jessie.


"Bisa ayoo.."jawab ibu warteg.


"Tapi... warteg ibu gimana?"tanya Raka.


"Ada anak saya nanti yang jaga."kata ibu warteg.


Ibu warteg pun memanggil anaknya yang berada didalam dan menyuruhnya untuk menjaga sebentar karena ia mau mengantar Killa dkk jug Mutya ke Villa.


Sesampainya dilokasi Villa.....