
Killa dkk yang sedang asik mengobrol diruang tengah dihampiri oleh Laura yang baru saja bangun tidur. Killa pun mengajak Laura untuk sarapan lebih dulu. Selesai menemani Laura sarapan Killa pun kembali keruang tengah sendirian, karena Laura akan membersihkan tubuhnya dengan ditemani bibi.
Killa yang duduk didekat Felix hanya diam sambil menonton tv, sedangkan Felix sibuk membelai rambut Killa dengan matanya tetap fokus pada tv didepannya.
"Hadeuhhh... enaknya yang udah jadian bisa uwu-uwan bareng."kata Siska sedikit menggoda Killa dan Felix.
"Apaan sih Sis..."sahut Killa yang pipinya mulai kelihatan merah seperti kepiting rebus.
"Ada yang merah ini mukanya..."kata Riri yang ikut menggoda Killa dan Felix.
"Udah dong jangan digodain mulu sama kalian..."kata Jessie membela Killa dan Felix.
"Ngeliat mereka uwu-uwuan gitu jiwa jomblo gue meronta-ronta uyy..."kata Daniel.
"Ehh Lix, jangan rambutnya doang dibelai gak sekalian juga tuh lo cium si Killa..."kata Raka.
Killa yang mendengar ucapan Raka seperti itu membuat pipinya semakin merah karena merasa malu, sedangkan Felix ia hanya melemparkan bantal sofa kepada Raka.
"Enggak... gak boleh belum halal."jawab Felix.
"Berarti kalo dah halal mau dong..."kata Jessie menggoda.
"Kalo dah halal.... gue gak mikir panjang lagi kali Jess."sahut Felix membuat Killa semakin malu dan pipinya semakin merah.
"Udah tuh kasian si Killa mukanya dah merah banget kayak kepiting rebus yang baru diangkat."kata Alex.
"Kita kedepan aja yokk... kita foto-foto."ajak Siska.
"Bolehh..."jawab mereka bersama.
Killa dkk pun akhirnya beranjak dari ruang tengah dan berjalan menuju depan mansion untuk sekedar berfoto. Killa dkk saat itu berfoto tepat dibelakang pohon pisang milik tetangganya.
Awalnya, saat mereka berfoto tak ada apapun disana. Tetapi saat beberapa kali mereka berfoto dan melihat hasilnya, Killa dkk melihat ada sosok pocong yang semalam Felix dan Killa lihat ikut berfoto bersama mereka. Killa dkk yang saat itu melihat foto yang ada pocong itu bukannya takut, malah Killa dkk tertawa terbahak-bahak. Ternyata pocong yang Killa dan Felix kira seram malah terlihat alay dan lucu.
Killa dkk pun menoleh kearah pohon pisang yang berada dibelakang mereka, ternyata sosok pocong itu masih ada disana. Sontak membuat Killa dkk semakin tertawa melihatnya.
"Ehh lo tuh pocong bukannya nyeremin malah bikin ketawa..."kata Alex.
"Kalian bisa liat saya...?"tanya pocong alay.
"Bisalah om pocong...."jawab Killa dkk bersama.
"Yaelahh...."kata pocong alay pasrah.
"Hahahaha.... si Riri kalo ngomong suka bener."sahut Raka.
"Ehh busett gue malah dibully sama ini bocah..."kata pocong alay.
"Lagian sih om pocong bikin ketawa, dasar pocong alay."sahut Killa.
"Kan om pocong mau ikutan selfie atuh neng.."kata om pocong alay.
"Serah om pocong ajalah."sahut Killa dkk.
Akhirnya Killa dkk pun melanjutkan berfoto-foto didepan mansion, masih dengan pocong alay yang selalu ikut disetiap mereka berselfie. Killa dkk hanya bisa menahan tawa saat melihat hasil foto yang mereka ambil.
Setelah berfoto, Killa dkk duduk diteras mansion sambil mengobrol tak lupa dengan cemilan dan minuman ringan yang Killa minta dengan bibi sebelumnya. Saat mereka sedang asik ngobrol dan ngemil, pocong alay pun muncul dengan gaya alaynya dan ikut nimbrung obrolan Killa dkk.
*********************
Karena jam sudah menunjukkan pukul 10.23 menjelang siang, Killa dkk pun memutuskan untuk masuk kedalam mansion, sedangkan pocong alay sudah pindah rumah. pocong alay menempati pohon rambutan dihalaman depan mansion Killa.
Saat Killa dkk masuk kedalam mansion, Killa dkk melihat Laura yang sedang nonton kartun favoritnya. Selain itu Killa dkk juga merasakan hawa didalam mansionnya berubah tidak seperti biasanya.
Killa pun memandang ketujuh sahabatnya dengan tatapan yang langsung dimengerti oleh mereka, ketujuh sahabatnya itu menjawab hanya dengan anggukan kepala saja.
Tak lama kemudian, Killa melihat sosok Kuntilanak dari ujung matanya. Sosok itu sedang berada ditengah-tengah tangga dan sosok itu sedang duduk ditangga sambil menundukkan kepalanya. Tak hanya sosok Kuntilanak saja yang Killa lihat, melainkan ada sosok yang lainnya juga.
Kemudian terdengarlah suara deru mobil Arga yang baru saja memasuki halaman mansion, lalu Arga pun berjalan masuk kedalam. Tak hanya Killa dkk yang merasakan hawa yang berbeda dari mansion, Arga pun juga bisa merasakannya. Arga pun menghampiri Killa dkk juga Laura yang memang selalu berada diruang tengah.
"Dek... kalian semua ngerasain gak sih hawa dimansion yang berbeda dari biasanya?"tanya Arga pada Killa dkk.
"Iya kak... saat kita masuk dari teras depan, kita juga ngerasain."jawab Felix.
"Dan Killa juga ngeliat ada sosok Kuntilanak berada ditengah-tengah tangga kak."tambah Killa membuat Arga dan Laura yang mendengarnya menjadi panik juga takut.
"Killa gak tau ini bener atau nggak ya kak, menurut feelingnya Killa ini tuh kiriman dari kolega perusahaan yang mungkin iri dengan keberhasilan kakak."kata Killa menjelaskan apa yang ia rasakan.
Tak lama Killa mengatakan apa yang dirasakan olehnya, tiba-tiba muncul lah pocong alat yang sekarang memang menempati pohon dihalaman depan Killa. Pocong alay mengatakan jika ada kiriman dari seseorang yang memang iri dengan keberhasilan yang telah dicapai oleh Arga, kakaknya Killa. Mendengar ucapan pocong alay, Killa pun semakin yakin dengan apa yang dirasakannya.
Bonus