
"Jadi dulu aku...."
Flashback On
Risya adalah mahasiswi angkatan tahun lalu, ia anak yang baik, ramah, cantik, pintar dan juga banyak yang menyukainya di karena kan Risya ramah kepada siapa pun. Risya adalah anak yatim piatu, orang tuanya meninggal dunia. Orang tuanya saat itu sedang melakukan perjalanan menuju kota Surabaya untuk mengunjungi bibinya.
Suatu hari, dikampusnya kedatangan Dosen baru. Kata salah satu mahasiswi yang pernah melihatnya ia sangat tampan. Dosen itu bernama Pak Rendi, ia juga banyak di sukai oleh mahasiswi di kampus.
Pada saat itu Pak Rendi ada kelas mengajar kelasnya Risya, saat Pak Rendi memasuki kelas itu ia tak sengaja berpas-pasan dengan Risya lalu Risya pun tersenyum kepadanya. Pak Rendi yang melihat senyum Risya pun jatuh cinta pada pandangan pertama.
Pak Rendi yang saat itu jatuh cinta kepada Risya selalu mencari cara untuk mendekatinya, pelan tapi pasti Risya dan Pak Rendi pun semakin dekat. Tiba saatnya Pak Rendi mengungkapkan perasaannya yang telah ia pendam kepada Risya.
Risya yang mendengar ungkapan perasaan Pak Rendi pun sangat kaget, Risya pun menolak Pak Rendi dengan halus. Pak Rendi yang mendengar jawaban Risya seperti itu pun kecewa, padahal ia berharap cintanya itu berbalas tetapi ternyata cintanya malah bertepuk sebelah tangan.
Beberapa hari setelah Pak Rendi mengungkapkan isi hatinya, ia awalnya biasa saja dan hubungan Risya juga Pak Rendi baik-baik saja. Sampai suatu hari Pak Rendi melihat Risya sedang duduk bersama seorang laki-laki membuatnya sangat cemburu, tetapi saat itu Pak Rendi mendengar mereka sedang mendiskusikan mata kuliah. Pak Rendi pun menahan rasa cemburunya itu ia juga sadar kalau dia bukanlah siapa-siapanya Risya.
Beberapa kali Pak Rendi sering melihat Risya dengan teman laki-lakinya, ia mencoba untuk tidak cemburu karena mereka masih tidak ada hubungan apapun. Sampai suatu ketika terlintas lah di pikiran Pak Rendi untuk menculik Risya dan menyekapnya disatu ruangan yang tak terpakai digedung fakultas kampus.
Pada malam harinya Pak Rendi mengajak Risya untuk menemaninya makan malam di cafe yang tak jauh dari kampus saat itu, Risya pun tak menolak ajakan Pak Rendi. Risya yang saat itu sedang bersiap-siap merasakan perasaan tak enak tapi ia tepis jauh-jauh, ia berpikir semuanya akan baik-baik saja.
Pukul setengah 7 malam, Risya pun sampai di cafe dekat kampus, Risya juga melihat sudah ada Pak Rendi disana. Saat Risya bersama Pak Rendi ia kembali merasakan perasaan tak enak, ia kembali menepisnya.
Setelah makan malam Pak Rendi mengajak Risya jalan-jalan sejenak lalu ia akan menyekap Risya di fakultas yang tak terpakai sama sekali. Risya tidak menolak ajakan Pak Rendi.
Saat itu Pak Rendi meminta Risya untuk menemaninya ke kampus dengan alasan ada bukunya yang tertinggal disana, Risya pun tak menolak. Risya tidak tahu kalau ia akan disekap disana. Sampai dikampus Pak Rendi mengajak Risya ke arah jalur di mana fakultas yang tak terpakai...
"Pak kok kita lewat sini?"tanya Risya.
"Iya karena tadi sore saya tidak sengaja menjatuhkannya di sini."jawab Pak Rendi.
"Emangnya Pak Rendi gak sadar kalo bukunya jatuh?"tanya Risya lagi.
"Iya, saat dirumah saya baru mengecek buku-bukunya. jadi saya pikir mungkin terjatuh ditempat ini saat melewatinya."jawab Pak Rendi.
Risya pun membantu Pak Rendi untuk mencari bukunya, Risya tidak tahu kalau itu hanyalah akal-akalannya saja. Pak Rendi menarik satu kursi lalu mendudukkan Risya disana dan mengikatnta dengan tali. Risya yang melihat itu syok juga kaget atas apa yang dilakukan oleh Pak Rendi kepadanya. Risya juga sempat berteriak juga kalau saja ada orang yang akan mendengar suaranya saat itu.
"Karena saya cemburu melihat kamu dengan laki-laki selain saya."jawab Pak Rendi.
"Cemburu karena apa ?"tanya Risya lagi.
"Karena kamu hanya milik saya Risya.."jawab Pak Rendi.
Risya yang mendengar jawaban dari Pak Rendi pun sangat kaget dan terdiam. Pak Rendi mulai mencium Risya dengan brutal, saat Risya mencoba menghindar Pak Rendi akan memukulnya.
Hari demi hari pun Risya lalui dengan siksaan yang diberikan oleh Pak Rendi dikarenakan ia selalu mencoba menghindari Pak Rendi saat ia ingin melakukan aksi bejatnya. Tubuh Risya yang tadinya putih mulus kini berubah menjadi penuh luka juga lebam.
Tak ada seorang pun yang tahu kalau Risya disekap dalam gedung fakultas yang tak terpakai. Semua orang menganggap Risya menghilang tak tahu ke mana.
7 bulan sudah Risya disekap digedung tak terpakai dan selalu mendapatkan siksaan dari Pak Rendi. Risya yang sudah tak bisa bertahan lagi pun akhirnya menghembuskan nafas terkhirnya digedung fakultas tak terpakai itu.
Ketika Pak Rendi datang ke gedung kosong itu dan melihat Risya yang ia pikir tertidur pun mencoba membangunkannya dengan mengguyurnya dengan air, tetapi Risya tidak bangun juga. Pak Rendi pun mencoba mengeceknya ternyata Risya telah tiada.
Pak Rendi pun kebingungan dan juga mencoba berpikir bagaimana caranya ia membawa jenazah Risya dan menguburnya. Akhirnya Pak Rendi memutuskan untuk menguburnya didinding kelas lantai 2. Sampai saat ini jasadnya belum ditemukan dan dikuburkan dengan layak menjadikan Risya bergentayangan ditempat ia dicor.
Flashback Off
"Tolong keluarkan jasadku dan tolong kuburkan dengan layak."kata sosok Risya kepada Killa dkk.
"Kami akan mencari jasadmu Risya."jawab Killa yang diangguki semua temannya.
"Jasadku berada didinding kelas kalian yang tertutup papan tulis."kata sosok Risya lalu menghilang.
"Guys.. besok pagi kita lapor ke Dosen aja lalu meminta izin mereka untuk membongkar dinding itu."saran Felix.
"Yaudah kalo gitu, kita semua pulang ya Kil,"kata Alex yang di angguki Killa.
Keesokan harinya....