The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Kecelakaan Beruntun Di Depan Kampus



Skip


Sepulang liburan dari Jogja mereka melakukan aktifitas seperti biasa. Killa dkk pun sudah kembali ngampus, Laura juga sudah masuk sekolah TK bersama Zia sedangkan Arga mengurus perusahaan.


Dikampus


Killa dkk sedang makan siang dikantin kampus setelah kelas pagi mereka selesai. Disaat mereka sedang asik menikmati makan siang mereka, tiba-tiba saja terdengar seperti tabrakan dan itu terdengar berkali-kali. Killa dkk pun langsung menuju depan gerbang kampus untuk melihat apa yang sedang terjadi disana.


Saat mereka sampai disana, Killa dkk melihat kecelakaan beruntun. Ada sekitar 5 mobil dan 4 motor yang hancur oleh tragedi kecelakaan beruntun itu. Killa dkk pun mencoba untuk membantu para korban kecelakaan itu, Alex dengan sigap menelpon ambulance tanpa diminta dahulu.


Terlihat Killa menghampiri salah satu mobil taxi dan berusaha untuk menyelamatkan semampunya, ternyata dimobil itu ada seorang balita yang berada didekapan ibunya. Saat Killa ingin mengambil balita itu, tiba-tiba saja ibunya memegang tangan Killa dan berkata....


"Toloong selamatkan anak saya..."kata ibu balita itu lemah.


"Ibu tenang aja... ambulance-nya segera datang, ibu harus tetap bertahan."sahut Killa pada ibu itu.


Tak lama terdengarlah suara ambulance mendekat, Killa pun memberi kode pada ambulance itu untuk membawa balita juga ibunya. Sedangkan keadaan sopir taksi itu telah tewas ditempat dengan penuh darah.


Saat itu Killa dkk tak sengaja melihat seorang anak kecil laki-laki sedang duduk sendirian dan menangis, Killa dkk pun menghampirinya dan mencoba untuk menenangkannya.


"Heyy... kamu jangan nangis lagi ya, dimana orang tuamu?"


"Orang tuaku masih berada didalam mobil itu kak hiks...hikss..hikss.... tolongin mereka kak, mereka terjebak disana hiks....hiks...hiks.."jawab anak kecil laki-laki itu.


Setelah mendengar jawaban dari anak kecil itu, Felix dan Raka langsung sigap mencoba mengeluarkan orang tua anak itu berharap orang tua anak itu masih bisa diselamatkan. Cukup lama Felix dan Raka mengeluarkan orang tua anak itu, tetapi dengan perlahan Felix juga Raka berhasil mengeluarkannya. Tetapi kondisi orang tua anak kecil itu telah sekarat dan melemah saat itu.


POV Felix dan Raka


Felix dan Raka pun membawa orang tua anak kecil itu kedalam ambulance yang masih tersedia disana, Killa meminta Raka dan Felix ikut menemani anak itu. Tetapi saat diperjalanan menuju rs, orang tuanya menghembuskan nafas terakhirnya. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, orang tua anak itu meminta Felix dan Raka menjaganya karena ia tak memiliki keluarga lagi.


"Nak... to..lo..ng... jaga anak saya, ka...re..na tak kami tak mem...memi...liki... kelu..arga lainnya."pinta ayah anak laki-laki itu.


"Tapii..."kata Raka ragu.


"Baiklah pak.. saya dan sahabat saya yang lain akan menjaganya."jawab Felix tegas.


"Teri..ma.. kaa..sihh.."kata ayah anak laki-laki itu dan menghembuskan nafas terakhirnya.


Felix yang tahu jika ayah anak itu telah tiada pun langsung menelpon Killa dan memberikan kabar kepada Killa, jika orang tua anak itu telah meninggal dunia dan memberikan pesan kepada mereka untuk menjaganya.


POV Felix dan Raka Off


POV Killa dll


Killa dkk juga satpam kampus masih membantu mereka yang mengalami kecelakaan beruntun, tetapi kebanyakan korban kecelakaan itu telah meninggal dunia. Killa yang saat itu merasakan seperti ada seseorang dan sosok yang sedang mengawasi mereka yang berada disana pun mencari seseorang itu.


Killa melihat seorang laki-laki dewasa memakai jubah berwarna hitam sedang berdiri disana dan tersenyum puas. Tak hanya itu, Killa juga melihat ada sosok yang berada didekat laki-laki itu. Sosok itu seperti sosok sinden yang memakai pakaian kebaya berwarna merah tak lupa dengan selendang ditangannya. Sosok sinden itu sangat cantik walaupun wajahnya sangat pucat.


POV Killa dll Off