
Terima kasih banyak @Kikip Rahman udah ngingetin, Author beneran lupa loh hihi 🤭😁🙏
...Oke lanjut ke cerita 👇...
************************
3 minggu setelah penangkapan tuyul itu, kampus dan tempat ia tinggal tak ada lagi gangguan. Saat ini Killa dkk sedang berada dikantin kampus setelah usai mengikuti kelas siang itu. Kebetulan hari ini mereka hanya ada 2 kelas saja, lalu memutuskan untuk pulang.
Felix yang telah lama memendam perasaannya sejak mereka masih duduk di sekolah menengah kejuruan (SMK), memutuskan untuk memberanikan diri untuk mengungkapkannya pada Killa nanti saat berada di mansion.
Killa dkk pun menuju parkiran kampus dan memasuki mobil, lalu Felix yang menyetir langsung saja melajukan kearah mansion. 20 menit kemudian, Killa dkk pun sampai dimansion dan masuk kedalam.
Killa dkk langsung menaiki tangga menuju kamar mereka masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka sejenak.
Saat Killa berada didalam kamarnya, ia pun mengganti pakaiannya dengan memakai pakaian yang lebih santai. Setelah selesai berganti pakaian, Killa pun menuju tempat tidurnya dan membaringkan tubuhnya yang lelah sambil memainkan game diponselnya. Killa yang merasakan matanya yang sangat kantuk saat bermain game pun akhirnya tertidur dengan sendirinya.
Pukul 15.15 sore, Killa pun terbangun dari tidurnya. Killa langsung membersihkan tubuhnya, lalu setelah selesai Killa pun turun kebawah. Saat ia masih berada ditangga, Killa melihat ketujuh sahabatnya telah berada diruang tengah sambil menonton tv.
Killa pun menghampiri semua sahabatnya, saat Killa ingin duduk ia tak melihat ada tempat duduk lagi. Lalu Killa pun memutuskan untun duduk diantara Felix dan Daniel. Sontak saja membuat Felix dan Daniel kaget karena ulah Killa yang tiba-tiba itu.
"Ya ampun Kil.... lo bikin gue kaget aja deh."sewot Daniel.
"Udah lah Niel.."sela Felix.
"Hehehe.... maaf ya, abisnya gak ada lagi tuh tempat duduk. Udah pada dikuasain sama Raka dan Alex yang asik ngegame."kata Killa tak lupa dengan cengirannya.
Felix yang melihat Killa duduk didekatnya itu membuat jantung Felix dag dig dug, ia tak bisa mengendalikan detak jantungnya saat Killa berada didekatnya. Suara ribut dari Raka juga Alex yang sedang bermain pun mengalihkan pandangan mereka yang sedari tadi menonton tv.
"Ishh... kalian berdua ini bersisik banget dah..."kata Riri sewot.
"Berisik Riri bukan bersisik... lo kira mereka berdua ikan apa ada sisiknya."kata Siska ikut sewot.
"Hehehe.... maaf saya typo mbak."sahut Riri sambil nyengir.
"Ehh Rak handuk kalo maen gak usah berisik napa?"tanya Daniel.
"Yaelah Niel... lo kalo lagi maen game juga sama aja berisik"sewot Raka.
"Ishh kalian ini malah debat, udah gak usah debat deh. kalian maen diruang tamu aja lah... kita lagi pada nonton nih."kata Jessie menengahi dan meminta Raka dan Alex keruang tamu.
"Aishhh... yaudah deh iyaiya."sahut Alex dan Raka bersama.
Tak lama kemudian, Arga pun kembali dari perusahaannya dan mulai memasuki mansion. Arga yang melihat adiknya selalu nongkrong diruang tengah dan selalu menimbulkan suara berisik pun telah terbiasa, ia hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala saat melihat kelakuan semua adiknya. Setelah melihat adiknya, Arga pun langsung menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya.
Felix yang sedari tadi bimbang untuk menyatakan perasaannya atau tidak, akhirnya memutuskan untuk menyatakan saja. Lalu Felix pun mengajak Killa ketaman belakang mansion, dan mengungkapkan isi hatinya pada Killa selama ini.
Saat berada ditaman belakang, mereka berdua hanya diam tak tahu harus memulai dari mana. Felix pun mulai membuka obrolan mereka agar tak ada kecanggungan.
"Kil.... gue mau ngomong sesuatu sama lo."kata Felix.
"Yaudah ngomong aja..."sahut Killa.
"Ehmm.... Kil gue sebenernya suka sama lo, cinta sama lo, gue sayang sama lo sejak kita masih berada di SMK. Gue tau, gue bukan cowok yang romantis tapi gue akan berusaha untuk menjaga dan melindungi lo dari apapun. Lo mau gak jadi pacar gue? kalo lo nolak juga gak papa, lagian kita tetap jadi sahabat bukan."kata Felix menyatakan perasaannya pada Killa.
"Sebenernya... gue juga cinta sama lo Lix dan gue mau kok jadi pacar lo."jawab Killa sambil tersenyum manis pada Felix.
"Beneran..?"tanya Felix yang hanya dijawab dengan anggukan kepala dari Killa.
"Makasih yank...."kata Felix.
"Iya sama-sama."sahut Killa.
"Kita masuk yok... nanti dicariin sama yang lain."ajak Killa.
"Yaudah ayok..."kata Felix.
Killa dan Felix pun akhirnya masuk kedalam dan kembali menuju ruang tengah sambil bergandengan tangan. Saat berada diruang tengah, keenam sahabatnya pun curiga saat melihat Killa dan Felix berpegangan tangan dikarenakan Felix dan Killa tak pernah bergandengan tangan.
"Kalian kok gandengan tangan?"tanya Jessie.
"Iya nggak biasanya nih."sahut Alex.
"Jadi guys... gue sama Killa udah resmi jadian tadi."jawab Felix.
"Apaaaa...."teriak mereka bersama.
"Wihh.... calon adik ipar nih..."sela Arga.
Killa yang mendengar perkataan Arga menjadi malu, "Ishh kakak apaan sihh?"tanya Killa.
"Lah memang Felix calon adik ipar k**akak kan.."goda Arga pada adiknya.
Killa yang mendapat godaan dari Arga hanya bisa mengulum senyum dibibirnya juga sedikit malu.
"Makan gratis nih besok..."kata Daniel.
"Iya traktir dong ya..."kata mereka semua.
"Iya boleh... ntar malam aja nanti gue pesen makanan dari luar."kata Felix membuat mereka semua sangat bahagia.
Malam hari pukul 19.00 WIB
Felix sudah memesan makanan yang sangat banyak, agar mereka bisa makan sepuasnya malam ini. Tentu saja Arga, Felicya, Laura, Zia, Lia, Yoga dan tak lupa mama Ana dan keluargnya pun ikut meramaikan suasana malam itu.
Mereka semua pun mengobrol dengan diselingi canda dan tawa dari mereka, membuat suasana menjadi semakin ramai. Saat disela-sela mereka makan Killa tak sengaja mengalihkan pandangannya pada pohon pisang milik tetangga yang berada disamping mansion, ia melihat pocong yang sangat menyeramkan sedang berdiri disana.
Killa pun memberitahu kepada Felix yang memang berada disampingnya. Lalu Felix melihat kearah yang ditunjukkan pada Killa, ia juga melihat pocong yang menyeramkan dibawah pohon pisang milik tetangganya Killa.
Felix dan Killa pun kembali mengalihkan pandangan saat melihat melihat penampakan pocong itu. Mereka berdua pun melanjutkan makan dan mengobrol.
Skip
Keesokan harinya....