
Pagi harinya...
Killa dkk pergi ke fakultas pagi-pagi sekali tanpa sarapan terlebih dahulu, membuat Arga dan Laura bingung. Arga yang bersiap bertanya saat mereka semua hendak berangkat sepagi itu, sudah di potong terlebih dahulu oleh Killa.
"Kalian sarapan dulu woii... ini masih pagi loh."kata Arga.
"Udah nanti aja kita ceritain kak, yaudah kita pamit ya bye..."sahut Killa sambil pergi dengan terburu-buru di susul yang lainnya.
Arga yang melihat tingkah mereka hanya bisa menggeleng dan menghembuskan nafas. Tetapi Arga mencoba untuk memahami semua adiknya itu, Arga berpikir mungkin mereka harus menyelesaikan sesuatu di kampus.
*****************
Killa dkk pun sampai di kampus, mereka tidak langsung menuju ruang kelas mereka melainkan ke fakultas Hukum untuk menemui temannya Lisa yang bernama Ratih. Sesampainya di fakultas Hukum, mereka bertanya pada mahasiswa yang sedang duduk di bangku depan kelas. Lalu ia memberitahu jika Ratih berada di dalam kelas, Killa dkk pun masuk ke dalam dan mengajaknya mengobrol sebentar mengenai Lisa.
"Permisi... yang namanya Ratih yang mana ya?"tanya Killa sopan.
"Ohh saya Ratih.. ada apa ya?"jawab Ratih juga bertanya.
"Boleh kita ngobrol sebentar sama lo di kantin?"tanya Jessie.
"Iya boleh.. ayoo."ajak Ratih.
Killa dkk juga Ratih pun beranjak menuju kantin kampus dan mencari tempat duduk yang agak lumayan sepi agar tak ada yang mendengar pembicaraan mereka nantinya.
"Kalian mau ngomong apa ya? terus kalian ini dari falultas mana?"tanya Ratih beruntun.
"Sebelumnya kenalian gue Killa dan mereka sahabat gue, kita semua adalah anak indigo. Kita dari fakultas Bisnis & Manajemen."jelas Alex.
"Lo temen deketnya Lisa kan?"tanya Riri.
"Iya.. kok lo tau?"jawab Ratih dan penuh tanya.
"Jadi gini Rat... kemarin gue gak sengaja liat sosok arwah perempuan di mondar-mandir di depan ruang kelas kita dan kita coba komunikasi sama arwah itu, ternyata dia itu temen kamu Lisa dan dia itu temen satu fakultas kita juga.."jelas Killa.
"Nggak... nggak mungkin itu Lisa Kil. Lisa itu masih hidup Kil."bantah Ratih.
"Rat.. lo tau kan ayahnya nelpon lo dan nanya tentang Lisa yang belum kembali bukan?"tanya Daniel.
"Iya itu benar... tapi sudah tiga hari dia gak ada kabar dan belum juga di temukan."jawab Ratih.
"Tapi... bagaimana kalian semua bisa tau tentang ini?"tanya Ratih.
"Kita kan dah bilang kalo kita indigo dan kita ketemu sama arwahnya di depan kelas kita."jawab Raka.
"Sorry... gue lupa."kata Ratih.
"Rat... Lisa udah gak ada di dunia ini lagi, tetapi arwahnya masih bergentayangan."kata Siska.
"Kenapa bisa?"tanya Ratih.
"Karena dia belum bisa tenang jika jasadnya belum di temukan dan pelakunya tertangkap."jelas Felix.
"Benar Rat... dan lo kenal sama pelakunya Rat."tambah Killa.
"Gue kenal sama pelakunya? Maksudnya gimana?"tanya Ratih beruntun lagi.
"Rat... pelakunya itu teman laki-laki lo dan satu fakultas sama lo juga, namanya Fariz."Jelas Killa.
"Apaa? Fariz?"tanya Ratih syok.
"Iya Rat.. dia yang telah tega menghilangkan nyawa Lisa di gubuk tengah hutan. Dan dia membuangnya di fakultas yang jarang di datangi oleh mahasiswa juga mahasiswi di sini."jelas Jessie.
"Yaudah bentar ya..."kata Ratih.
Ratih pun menghubungi orang tuanya Lisa dan memintanya untuk ke kampus segera. Sedangkan Daniel yang di temani Riri menuju ruang dekan, Killa dan Felix menghubungi pihak medis juga pihak kepolisian.
Setelah mendapat persetujuan dari Dekan dengan syarat ia harus ikut untuk melihat langsung penemuan jasad salah satu mahasiswinya, Daniel juga Riri pun menyetujuinya saja. Sedangkan orang tuanya Lisa juga telah sampai di kampus dan di jemput oleh Ratih di depan gerbang kampus, lalu mengajaknya menuju fakultas yang di maksud oleh Killa dkk tadi.
Pihak medis dan juga pihak kepolisian juga telah tiba di kampus dan menuju ke fakultas yang jarang di datangi oleh mahasiswa juga mahasiswi di sana sesuai yang di beritahukan oleh Felix sebelumnya. Banyak mahasiswa dan mahasiswi yang penasaran dengan kedatangan polisi, pihak medis dan orang tua salah satu mahasiswi di sana yang di kabarkan hilang.
"Permisi pak... kami dari pihak kepolisian ke sini mendapatkan laporan di temukannya jasad seorang mahasiswi, apa benar?"tanya pak polisi.
"Betul pak... mahasiswa dan mahasiswi saya yang telah menemukannya."jawab pak Dekan sambil menunjuk ke arah Killa dkk.
"Lalu di mana jasadnya?"tanya pak polisi tadi.
"Itu pak.. di kantong plastik hitam besar."jawab Felix sambil menunjuk arah kantong plastik itu berada.
Pihak kepolisian juga pihak medis pun segera mendekat untuk memeriksa kantong hitam itu, dan benar saja mereka menemukan adanya potongan tubuh manusia di dalamnya. Sontak membuat orang tua Lisa menangis histeris di karena kan mereka bertemu dengan anak mereka dalam keadaan yang mengenaskan.
(Anggap aja itu di fakultas dan kantongnya warna hitam)
"Apa kalian tau siapa pelakunya?"tanya pak polisi kepada Felix yang saat itu ikut memeriksa kantong itu.
"Iya pak... pelakunya juga salah satu mahasiswa fakultas Hukum."jawab Killa.
"Lalu apa kalian tau di mana?"tanya pak polisi lagi.
"Saya tahu pak, dia berada di fakultas Hukum saat ini. Saya baru saja mendapat kabar dari teman saya."sahut Ratih.
"Baiklah... kalau begitu boleh kamu antarkan kami untuk menangkap pelakunya?"tanya pak polisi.
"Tentu saja pak.. mari.."jawab Ratih.
Saat jasad Lisa telah di amankan oleh pihak medis, pihak kepolisian pun mengikuti Ratih yang sama-sama menuju fakultas Hukum untuk menangkap Fariz saat itu juga. Setibanya di ruang kelas, benar saja Fariz berada di sana ia juga tak mengetahui jika kedoknya telah terbongkar dan juga ada polisi di ruang kelas itu.
"Kepada saudara Fariz mari ikut kami ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan atas pembunuhan mahasiswi yang bernama saudari Lisa."kata pak polisi.
Sontak saja membuat seluruh mahasiswa juga mahasiswi di ruangan itu sangat terkejut juga syok tentunya. Sedangkan Fariz hanya pasrah, karena dia baru sadar atas kelakuan kejinya itu. Dia pun hanya bisa menurut pada polisi dan mengikutinya.
"Akhirnya selesai juga... semoga Lisa tenang di sana ya."kata Killa yang di angguki yang lainnya.
"Killa..."panggil sosok Lisa yang saat ini berubah menjadi sosok yang sangat cantik.
(sosok Lisa yang berubah menjadi cantik)
"Lisa.. lo cantik banget."sahut mereka semua tersenyum.
"Terima kasih semuanya sudah membantu gue, tolong sampaikan pesanku pada Ratih juga orang tuaku Kil. Bilang pada mereka gue minta maaf dan gue sangat menyanyangi mereka sampai kapanpun. Semuanya sekarang saatnya gue kembali dan menuju alam selanjutnya, sekali lagi terima kasih."senyum Lisa pada Killa dkk.
"Iya Lis.. Semoga lo tenang di sana."jawab Killa dkk sambil melambaikan tangan.
***Skip...
Di sisi lain***....