
Minggu pagi cuaca terlihat sangat mendung tanda akan turunnya hujan, seperti biasanya mereka semua sarapan bersama. Disaat mereka semua sedang menikmati sarapan masing-masing, tak sengaja Killa mendengar bibi berbicara berbisik dengan ART lainnya yang tak berada jauh dari ruang makan.
Killa yang sempat mendengar dari pembicaraan bibi jika ada seorang warga melihat adanya kuyang diatas atap rumah salah satu warga lainnya. Killa pun mencoba untuk mendekati bibi untuk menanyakan langsung padanya.
"Bi..."panggil Killa.
"Iya Kil... ada apa?"tanya Bibi.
"Tadi Killa gak sengaja denger bibi ngomong tentang kuyang, apa itu benar?"tanya Killa balik.
"Hah... iya benar Kil."jawab Bibi pada Killa.
"Kenapa tiba-tiba disini ada kuyang ya bi?"tanya Killa lagi.
"Bibi juga gak tau Kil..."jawab Bibi.
Killa yang tak mendapat info dari bibi pun kembali menuju ruang makan dan melanjutkan sarapannya yang sempat tertunda.
Selesai sarapan, Killa mengajak semua sahabatnya menuju ruang tamu. Sesampainya diruang tamu Killa pun menceritakan soal ia yang tak sengaja mendengar obrolan bibi didapur.
"Guyss... tadi gue denger bibi ngomongin soal kuyang."kata Killa.
"Iya gue juga denger..."sahut Raka.
"Kayaknya... kita semua deh yang denger itu."kata Daniel yang disetujui oleh yang lainnya.
"Tapi kenapa ya kok tiba-tiba aja diperumahan elite kayak gini ada kuyang?"tanya Riri penasaran.
"Kita juga gak tau Riri...."jawab mereka kompak.
"Mungkin gak kuyang itu sedang mencari mangsa untuk ia makan ya, karena yang pernah gue denger sih gitu guys..."kata Siska membuka suara.
"Ya... gue pernah denger gitu juga..."sahut Jessie.
"Kita cari tahu ajalah ya guys dari pada kita main tebak-tebakan kayak gini kan..."saran Alex yang langsung disetujui oleh mereka semua.
"SETUJUUUU....."jawab mereka sambil teriak.
"Buseettt.... lo semua kagak usah pake teriak juga kali bambank, budeg nih lama-lama kuping gue..."kata Alex sewot.
"Ayeaye kapten..."sahut mereka lagi tanpa berteriak.
"Nahh gitu kek.. yaudah kuy lah kita berangkat kekampus ntar telat."ajak Alex.
Killa dkk pun akhirnya berangkat kekampus setelah membahas apa yang mereka dengar dari obrolan bibi tanpa disengaja.
Skip
***************
Setelah sampai dikantin kampus, Killa dkk pun memesan makanan yang mereka sukai tak lupa juga memesan minumannya. Tak lama, makanan yang mereka pesan telah datang. Mereka pun makan sambil mengobrol kecil.
"Kil... lo tadi kenapa? Kok kayaknya lo gak fokus gitu sih...?"tanya Jessie memulai obrolan.
"Ehm... gue cuma masih kepikiran aja sih sama rumor kuyang itu."jawab Killa.
"Gimana nanti malem kita buktiin aja kalo lo masih kepikiran Kil..."saran Felix.
"Kalo gue sih okeoke aja Lix... kalo merekaa...."jawab Killa sambil menunjuk kearah keenam sahabatnya yang sedang makan.
"Tenang aja Kil.... kita semua pasti ngikut aja dah."saut mereka berenam bersamaan.
"Oke deh kalo gitu... Ntar malem kita liat dari mansion dulu aja. Mumpung besok kita libur ngampus jadi gak papa kita begadang malem ini."kata Killa pada ketujuh sahabatnya.
"Lo tau dari mana Kil kalo kita libur besok?"tanya Daniel.
"Iya gue tau kok... tadi pagi gak sengaja denger obrolan para Dosen diruangannya."jawab Killa santai.
Tak lama Killa menjawab pertanyaan Daniel, terdengarlah suara pengumuman....
"Diumumkan kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi besok kalian diliburkan selama 4 hari diakrenakan adanya rapat penting. Sekarang kalian semua diperbolehkan untuk pulang, Sekian dan terima kasih."
Setelah mendengar pengumuman dari Dosen, Killa dkk pun langsung pulang ke mansion. Didalam mobil tak ada percakapan yang berarti dari mereka, hanya ada canda dan tawa Killa dkk yang saling menjahili satu sama lain.
Saat hampir sampai di mansion, Killa melihat seorang perempuan muda sedang berjalan kaki sendirian dan memakai syal dilehernya. Killa yang melihat itu sempat heran, padahal cuaca sedang panas-panasnya wanita itu malah memakai syal. Killa saat itu belum menaruh curiga sedikitpun dengan wanita bersyal itu, ia juga tak melihat hal yang mencurigakan.
********************
Malam harinya setelah makan malam, mereka seperti biasa nongkrong diruang tengah. Kebetulan malam itu Felicya mengunjungi mansion mereka, Killa juga menceritakan rumor kuyang yang berada diperumahan elite yang mereka tempati saat ini kepada Felicya.
Felicya yang mendengarnya pun ikut penasaran dengan wujud kuyang itu, karena ia tak pernah melihat wujud kuyang. Laura yang ikut mendengar cerita Killa pun bergidik ngeri juga takut. Laura yang saat itu berada didekat Felix langsung duduk dipangkuan Felix.
Malam semakin larut, jam juga sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. Arga yang kebetulan baru saja kembali dari perusahaan melihat semua adiknya juga kekasihnya berada diruang tengah langsung mendekati mereka. Baru saja Arga duduk, tiba-tiba saja terdengar suara ribut dari luar mansion. Sontak saja membuat mereka semua ingin keluar dari mansion, tapi urung karena Laura yang mengahalangi.
"Kak... gak usah keluar ya disini aja, Laura takut."kata Laura ketakutan sambil memeluk Killa.
"Laura disini aja nanti kak Daniel temenin ya.."sahut Daniel yang diangguki oleh Laura.
Setelah itu Killa dkk, Arga, dan Felicya pun pergi menuju keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi. Saat mereka sudah berada diluar, mereka melihat ada sosok seperti kepala dengan organ dalam yang bergelantungan sedang berada dibelakang pohon. Sosok kuyang saat itu sedang membelakangi mereka semua membuat Killa dkk juga tak bisa melihat wajahnya sama sekali.
Sosok kuyang itu seperti sedang memakan sesuatu dibelakang pohon, tetapi Killa dkk tak bisa melihat apa yang ia makan. Tak lama kemudian sosok kuyang itu terbang setelah menyelesaikan makannya, membuat semua warga diperumahan itu kembali heboh.
Killa dkk yang melihatnya itu pun mulai mempercayai rumor yang beredar diperumahan elite tempatnya tinggal. Saat kuyang itu telah pergi, Arga mengajak Killa dkk juga kekasihnya untuk kembali saja ke mansion, Killa dkk dan Felicya pun setuju.
Sesampainya didalam mansion....