
Sampai akhirnya semua sahabatnya terbangun oleh teriakan kencang Killa. Mereka pun keluar dari kamar meninggalkan Mutya yang tertidur lelap.
Alex membagi mereka menjadi 3 kelompok, dikarenan Villa besar juga luas mereka pun berpencar agar Killa ditemukan. Alex, Daniel, Juga Raka mereka akan mencari Killa di bagian meja makan dan diruang tengah. Siska, Jessie, dan Riri mencari Killa dibagian kamar Killa sebelumnya juga di bagian ruang tamu. Sedangkan Felix sendiri ia dibagian dapur mencari Killa.
"Guys kita bagi aja ya biar Killa cepet ketemu.."kata Alex.
"Yaudahh.."jawab Mereka bersama.
"Gue, Raka, sama Daniel cari Killa dibagian ruang makan dan diruang tengah. Siska, Riri, juga Jessie kalian cari Killa dikamar sebelumnya kalo-kalo dia disana dan diruang tamu juga. Sedangkan Felix lo cari Killa dibagian atas juga di dapur. Kalo kalian udah nyari Killa ketemu atau nggak kita kumpul di ruang tengah aja oke.."kata Alex membagikan tugas mereka dan di angguki mereka tanda mereka mengerti.
Mereka semua pun mulai mencari keberadaan Killa...
POV Siska, Jessie, juga Riri On
Setelah Felix membagi kelompok untuk mencari Killa. Siska, Jessie, juga Riri kebagian mencari di bagian kamar Killa sebelumnya yang mungkin saja ia kembali kemarnya. Tetapi mereka bertiga tidak menemukan Killa, lalu mereka mencari ke ruang tamu sesampainya disana mereka tidak menemukan Killa juga.
Tetaapi saat mereka ingin berbalik untuk masuk kedalam mereka mendengar deru nafas di belakang mereka, saat mereka membalikkan badan betapa kagetnya mereka bertiga karena melihat penampakan pocong yang sangat dekat dengan mereka. Mereka pun berlari menuju ruang tengah, dimana para cowok mencari Killa dibagian sana.
Sesampainya di ruang tengah...
POV Siska, Jessie, Riri Off
POV Alex, Raka, Daniel On
Saat mereka bertiga kebagian mencari Killa diruang makan mereka tidak menemukan Killa, mereka pun beralih menuju ruang tengah hasilnya pun juga sama tidak menemukan Killa juga.
Waktu mereka duduk diruang tengah, mereka melihat Siska, Riri, juga Jessie yang berlari dengan wajah yang ketakutan seperti mereka habis liat hantu yang menyeramkan menuju mereka. Mereka yang bingung juga bertanya-tanya kenapa mereka berlarian seperti itu..
"Kalian bertiga kenapa?"tanya Raka.
"Hoshh... hoshh...hoshh... kita abis liat penampakan pocong pas di depan muka kita serem banget..."jawab Riri yang diangguki oleh Siska juga Jessie.
"Bukannya kalian dah biasa liat mereka kok kalian masih takut?"tanya Daniel.
"Kita juga masih punya rasa takut kalo liat penampakan kayak tadi.."jawab Jessie.
"Iyaa.. serem banget gila."sahut Siska.
"Yaudah nanti kita bahas, kita tunggu felix dul....lu"kata Alex yang berbata saat ia tak sengaja melihat ke jendela dan ia liat pocong yang menyeramkan dari jendela sana.
POV Raka, Daniel Alex Off
POV Felix
Felix yang mendapatkan dibagian lantai atas juga bagian dapur pun langsung saja mencari Killa. Ia naik kelantai atas dan mencari disetiap kamar tapi tidak menemukan Killa.
Lalu ia kembali turun dan beralih ke arah dapur, disana ia mendengar seperti suara tangisan Killa. Felix pun segera mendekati Killa yang terduduk menangis.
"Kil..."panggil Felix.
Killa yang mendengar suara Felix sahabatnya pun mendongak dan memeluknya, Felix membiarkannya dan mengajaknya menuju ruang tengah yang sudah ditunggu oleh teman-temannya yang lain.
Saat di ruang tengah....
POV Felix Off
Felix pun mengajak Killa ke ruang tengah karena semua sahabatnya berkumpul disana. Sesampainya diruang tengah Felix dengan Killa yang masih setia memeluknya ia melihat semua sahabatnya itu dengan wajah yang ketakutan.
"Guys... kalian kenapa?"tanya Felix saat datang.
"Lix, tadi kita liat penampakan pocong dijendela dekat ruang tengah."jawab Alex.
"Tunggu... kalian bilang liat pocong juga, apa ini pocong yang sama diliat oleh Killa?"tanya Felix.
Mereka semua pun menggeleng dan terdiam, saat mereka terdiam mereka mendengar suara tangis Mutya dari kamar. Mereka pun langsung bergegas menuju kamar dan menghampiri Mutya.
Sesampainya dikamar....
"Mutya ada apa?"tanya Felix yang masih memeluk Killa yang ketakutan.
"Tak Lix, Mutya liat pocong seyem disamping situ..."jawab Mutya sesegukkan.
Felix yang mendengar penjelasan Mutya pun beranjak dan mulai mengecek di ruangan itu, Killa pun beralih mendekat ke Mutya yang ada didekatnya dan menenangkannya walaupun ia juga sama takutnya. Lalu saat Felix pergi mengecek.
Setelah Felix kembali ia tidak melihat sosok pocong itu lagi, ia pun bertanya kepada mereka semua siapa yang telah membooking Villa ini..
"Guys... gue mau tanya sebelum kalian booking ini Villa apa gak dicek dulu atau tanya ke penjaganya ?"tanya Felix.
"Penjaga Villa sih bilangnya disini aman-aman aja Lix, trus juga katanya Villa ini sempat terjadi kebakaran dan gak ada korban jiwa. Gue sih sewaktu ngecek memang gak ada apa-apanya."jawab Raka.
"Hmm... berapa uang sewa Villa ini Rak?"tanya Alex juga.
"Harga yang ditawarkan oleh penjaga Villa sih murah guys, cuma 350 ribu dan itu terserah kita mau berapa hari."jawab Raka.
"Pantes murah, penjaganya aja bilangnya aman tapi buktinya kita diteror sama pocong disini..."sahut Jessie.
"Apalagi penjaganya bilang kalo Villa ini sempet terjadi kebakaran kan dan kalo menurut gue sih ada yang janggal guys sama penjelasan penjaga Villa ini.."kata Siska menambahkan.
"Iya lo bener Sis..."kata Daniel.
"Gini aja nanti besok coba kita cari tahu tentang Villa ini, gimana ?"tanya Alex.
"Yaudah.. kita tetep satu kamar untuk saling menjaga, kalian kembali lah tidur Mutya juga. "kata Felix.
Mereka semua pun mengangguk setuju dengan saran Felix, dan mulai memejamkan mata. Tetapi baru saja mereka memejamkan mata, mereka kembali di teror.
Mereka mendengar ada suara seperti orang berjalan, suara orang yang menggaruk pintu kamar mereka, dan diikuti dengan suara tawa Kuntilanak. Bukan hanya itu mereka juga melihat ada tuyul yang berada di pekarangan Villa sedang bermain.
Membuat mereka semua mengurungkan niat untuk tidur oleh suara-suara tersebut. Para perempuan pun sangat ketakutan karena mereka tidak pernah mengalami diteror oleh hantu seseram ini. Mutya yang mendengar hal yang sama pun berlari menuju Felix dan diikuti oleh Siska, Killa, Jessie, juga Riri.
Terlihat langit yang mendung beserta angin kencang, dan tak lama kemudian hujan turun semakin mendukung suasana yang cekam menjadi lebih mencekam. Jendela yang tadinya tertutup rapat menjadi terbuka karena angin yang sangat kencang. Felix yang melihat jendela terbuka berniat untuk menutupnya kembali tetapi di cegah oleh Mutya yang masih ketakutan.
"Tak Lix di cini aja, mutya takut.."kata mutya yang menarik tangan Felix.
"Udah lo tetep di sini Lix, biar gue aja nutup jendelanya."tawar Daniel.
Daniel pun berdiri dan menuju jendela yang terbuka, tetapi saat ia hendak menutup jendela ia melihat ada pocong yang mukanya seperti terbakar dan sangat menyeramkan. Daniel pun cepat-cepat menutup jendela agar tak melihat penampakan itu lagi.
"Nape lo Niel?"tanya Alex.
"Gue juga liat tuh pocong woii serem amat mukanya, tapi...."kata Daniel menggantungkan kalimatnya.
"Tapi apaan ?"tanya mereka semua penasaran tapi juga takut.
"Tapi mukanya kayak yang habis terbakar gitu guys ihhh serem."kata Daniel lagi.
"Fix besok kita cari tau semua tentang Villa ini ke penduduk terdekat tentang Villa ini biar jelas semuanya dan Alex sama Raka cari Villa baru aja."sahut Siska yang di setujui oleh mereka semua.
Teror itu berlanjut sampai adzan subuh, membuat mereka semua lega dan juga mereka baru saja bisa tertidur setelah teror itu berakhir.