
Killa dkk, Arga juga Laura sedang sarapan bersama. Tak lama terdengarlah suara bel, bibi pun bergegas menuju pintu depan untuk membukakannya. Saat bibi membuka pintu, ternyata itu Felicya yang datang.
"Pagi bi... Arga ada kan bi?"tanya Felicya pada bibi.
"Ada non didalam, sedang sarapan dengan yang lainnya."jawab bibi sambil tersenyum.
Setelah mendapat jawaban dari bibi, Felicya pun berjalan menuju ruang makan. Ternyata Killa dkk, Arga dan Laura masih belum selesai sarapan.
"Assalammualaikum...."salam Felicya pada mereka semua.
"Walaikumsalam..."jawab mereka kompak lalu menoleh kearah Felicya.
"Ayo sini kak ikut kita sarapan..."tawar Killa yang disetujui oleh yang lain.
"Gak deh Kil... kakak abis sarapan langsung kesini."jawab Felicya sambil melihat kesekeliling.
"Yakin gak mau yank?"tanya Arga pada kekasihnya.
"Bener yank..."jawab Felicya sambil tersenyum masih dengan melihat sekelilingnya.
Killa dkk yang paham dengan gerak-gerik Felicya pun segera menarik tangan Felicya agar jauh dari Arga dan Laura.
"Ya ampun Kil.... kamu tuh ya gak bisa ngasih aba-aba dulu apa kalo mau narik kakak kesini?"tanya Felicya dengan sewot.
"Maaf kak... btw kak, kakak pasti ngerasain hawa yang berbeda kan dari mansion ini?"tanya Killa.
"Iya Kil... kakak ngerasa ada sosok yang memiliki aura negatif disini."jawab Felicya.
Memdengar pernyataan dari Felicya, akhirnya Killa dkk menceritakan tentang boneka hantu yang tiba-tiba muncul dikampus mereka sampai boneka itu berada di mansion ini. Tak lupa juga Killa dkk menceritakan kejadian semalam dan tulisan yang dilihat oleh Felix dicermin.
Felicya yang mendengar cerita dari Killa dkk pun sangat terkejut. Lalu setelah Killa menceritakan semua yang mereka alami, Killa dkk pun mengajak Felicya menuju kamarnya untuk melihat boneka hantu itu diletakkan.
Sesampainya dikamar Killa, Felicya melihat boneka tersebut berada diatas meja belajarnya Killa. Felicya juga merasakan ada aura negatif seperti yang diceritakan oleh Killa dkk.
Setelah melihat boneka hantu itu, Felicya mengajak Killa dkk untuk keluar dari kamarnya Killa. Saat telah jauh dari kamarnya Killa, Felicya berkata....
"Kil.. ini harus cepet diselesaikan semuanya, kalo nggak akan berbahaya Kil."kata Felicya pada Killa dkk.
"Caranya gimana kak?"tanya Felix.
"Dengan cara membakar boneka itu."jawab Felicya.
"Tapi kak... didalam boneka itu banyak arwah korban dari sekte itu."kata Riri.
"Kalian semua itu hanya dibohongi sama sosok itu, yang kakak liat dan kakak rasain itu gak ada arwah korban sekte disana."kata Felicya menjelaskan.
"Sosok Kuntilanak merah itulah yang memanipulasi kalian semua, karena hanya aura itu yang kakak rasain gak ada yang lain lagi."jelas Felicya pada Killa dkk.
"Iya kak, rencananya Killa sih malam nanti mau selesaikan."kata Killa.
"Kakak bantu kalian juga ya..."sahut Felicya sambil tersenyum.
"Beneran kak?"tanya Jessie.
"Iya bener...."jawab Felicya lagi.
Setelah obrolan panjang mereka selesai, mereka semua pun memutuskan untuk turun kebawah kembali. Saat mereka telah berada dibawah, ternyata Arga masih belum berangkat ke perusahaan. Sedangkan Laura ia libur Tk, yang memang setiap hari sabtu libur.
Arga yang melihat Killa dkk juga Felicya turun, akhirnya pun berpamitan untuk berangkat ke perusahaan.
***********
Malam harinya, semua orang sedang berkumpul diruang tengah termasuk Lia dan Zia juga berada disana. Killa dkk juga Felicya menceritakan tentang rencana mereka malam ini.
Saat Arga mendengar cerita itu, Arga sempat melarang Killa dkk juga Felicya untuk berurusan dengan sosok Kuntilanak merah itu lagi. Felicya pun berusaha membujuk Arga begitupula dengan Killa dkk ikut membujuk, dengan alasan agar tak ada lagi gangguan di mansion mereka.
Arga yang terus menerus dibujuk oleh Killa dkk juga Felicya, akhirnya luluh dan mengizinkan mereka untuk menyelesaikannya. Walaupun sebenarnya ada rasa takut juga khawatir dengan orang-orang yang ia sayangi.
Killa pun beranjak untuk pergi kekamarnya yang ditemani oleh Felix dan Alex. Sesampainya dikamar, Killa yang telah mengambil boneka hantu pun kembali keluar kamar. Saat didepan kamarnya, Felix mengambil alih membawa boneka hantu itu.
Killa, Felix, dan Alex pun kembali menuju ruang tengah. Baru saja mereka bertiga duduk, tiba-tiba saja sosok Kuntilanak merah keluar dari boneka tempat ia bersemayam. Saat sosok Kuntilanak merah itu keluar, Arga dan yang lainnya terkejut juga sangat ketakutan.
Felicya yang melihat sosok Kuntilanak merah itu muncul, ia pun memberanikan untuk mengajaknya bicara selagi Killa dkk sedang mengambil korek api untuk membakar boneka tempat Kuntilanak merah itu bersemayam.
Saat sudah mendapatkan korek api, Killa dkk pun membawa boneka itu keluar dan membakarnya. Kuntilanak merah itu pun sangat marah karena tempat tinggalnya dibakar oleh Killa dkk. Kuntilanak itupun memasuki tubuh Lia untuk melampiaskan amarahnya.
Melihat Lia yang tubuhnya dimasukki oleh Kuntilanak merah, dengan sigap Raka dan Daniel pun memegangnya. Takut jika Kuntilanak merah yang berada didalam tubuh Lia mengendalikannya.
Felix dan Alex berusaha membaca doa-doa untuk mengeluarkan Kuntilanak merah itu dari dalam tubuh Lia. Ternyata Kuntilanak merah ini cukup sulit untuk mengeluarkannya, tetapi Felix dan Alex tetap berusaha untuk mengeluarkanya.
Segala cara mereka lakukan untuk mengeluarkan Kuntilanak merah itu dari tubuh Lia, sampai akhirnya mereka berhasil mengeluarkan Kuntilanak merah itu. Kuntilanak merah yang sedang murka itupun terlihat lebih menyeramkan dari yang sebelumnya Killa dkk lihat.
Saat Kuntilanak merah itu ingin menyerang mereka, dengan cepat mereka semua membaca doa ayat kursi dan sebagainya. Akhirnya Kuntilanak merah itu lenyap bersamaan dengan boneka yang telah habis terbakar.
Mereka semua pun lega karena Kuntilanak merah itu telah lenyap dan tak akan ada gangguan lagi di mansion mereka.
Esok harinya...