
Flashback On
Di hari Minggu sorenya, Lisa sudah berada dalam perjalanan pulang ke rumah menggunakan motor matic kesayangannya. Tanpa di duga Lisa di cegat oleh seorang laki-laki yang tak ia kenal dan laki-laki itu memakai masker, lalu orang itu meminta Lisa untuk memberikan motornya dan juga ia di suruh mengikutinya dengan ancaman pisau yang berada di lehernya.
Lisa pun mau tidak mau harus mengikuti orang itu yang sudah mengambil alih motornya. Laki-laki itu berjalan ke arah hutan, sesampainya di hutan itu laki-laki itu pun membawa paksa Lisa ke dalam gubuk di tengah-tengah hutan.
Di gubuk itu Lisa pun di ikat olehnya dan juga mulutnya di sumpal dengan kain. Lalu laki-laki itu membuka masker yang ia pakai, ternyata laki-laki itu salah satu teman sekelas teman ia menginap. Lisa yang melihatnya pun terkejut karena ia mengenali laki-laki tersebut.
Laki-laki itu bernama Fariz, ia menyukai Lisa saat Lisa sering mengunjungi temannya yang satu fakultas dengannya. Fariz saat itu mencoba memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Lisa, tetapi Lisa menolaknya dengan pelan. Bukan tanpa alasan Lisa menolak Fariz, alasan ia menolak Fariz karena Lisa sudah memiliki kekasih.
Fariz yang terobesi dengan Lisa pun tak terima di tolak olehnya. Sampai akhirnya ia mendengar jika Lisa akan menginap di rumah Ratih teman satu fakultasnya dan akan kembali di hari Minggu sorenya.
Lisa yang telah sadar dari rasa terkejutnya pun mulai bergumam tak jelas di karenakan mulutnya masih tersumpal. Fariz yang melihat Lisa ingin mengatakan sesuatu pun melepaskan sumpalan di mulutnya. Lisa pun mulai bertanya dan maksudnya ia membawanya, tetapi ia tetap tidak merespon pertanyaannya sama sekali.
"Riz... lo kenapa tega lakuin ini sama gue?"tanya Lisa.
"....."hening.
"Fariz jawab.... kenapa?"tanya Lisa lagi.
"Karena gue cinta sama lo, gue gak terima lo nolak gue dan gue juga gak nerima lo lebih milih laki-laki lain di bandingkan sama gue..."jawab Fariz sambik berteriak.
"Gue cuma nganggep lo temen gue Riz gak lebih hiks... hiks..."kata Lisa yang mulai meneteskan air mata.
"Kalo gue gak bisa dapetin lo, maka laki-laki itu pun juga gak bisa dapetin lo Lis..."sahut Fariz masih dengan teriakannya.
"Hiks... hiks... Riz gue mau pulang, nanti orang tua gue nyariin gue."kata Lisa.
"......"hening.
"Riz... sebenernya lo mau apa dari gue?"tanya Lisa sambil mencoba membuka ikatannya.
Fariz yang melihat Lisa mencoba untuk melepaskan ikatan di tangannya pun hanya menanggapi dengan senyuman miring.
"Coba aja kalo lo bisa buka tuh tali 😏"kata Fariz mengejek.
Lisa terus mencoba membuka ikatan di tangannya, sampai akhirnya ia berhasil menarik salah satu ujung simpulnya dan ikatannya pun terbuka. Lisa masih berpura-pura masih dalam keadaan terikat, ia menunggu waktu yang tepat untuk kabur dari gubuk itu.
Fariz yang saat itu kembali memasuki gubuk dan melihat Lisa tidak ada di tempatnya langsung mencari keberadaannya, sampai akhirnya ia ke pintu belakang gubuk dan berpikir Lisa kabur lewat pintu itu.
Setelah beberapa jam Fariz mencari Lisa di dalam hutan akhirnya ia menemukannya dan langsung saja ia menyeret paksa Lisa kembali ke gubuk itu.
Di dalam gubuk itu Fariz yang kesabarannya telah habis langsung saja memperkaosnya sampai meninggal dan mayatnya Lisa ia mutilasi menjadi beberapa potong. Fariz yang telah melakukan hal yang sangat keji itu pun tak merasakan rasa bersalah sedikit pun, lalu ia memasukkan potongan tubuh Lisa ke dalam kantong plastik hitam besar. Fariz membawa kantong hitam yang berisikan potongan tubuh Lisa ke fakultas kembali.
Sesampainya di fakultas ia memasukkan kantong hitam itu di tempat yang jarang di jangkau oleh orang-orang agar ia tak ketahuan, lalu ia pergi begitu saja dari sana.
Di sisi lain...
Orang tua dari Lisa yang tahu anaknya akan kembali di hari Minggu sore itu pun menunggunya, sampai saat jam menunjukkan pukul 18.00 Lisa belum juga kembali. Saat itu orang tua Lisa masih berpikir positif jika anaknya mungkin pulang agak sedikit terlambat dari waktu yang ia katakan sebelumnya.
Orang tuanya pun menunggu hingga larut malam, tetapi belum ada tanda-tanda Lisa akan pulang. Ayahnya mencoba menelepon Ratih, ayahnya Lisa begitu terkejut saat mendengar jawaban Ratih yang mengatakan bahwa Lisa telah pulang sedari sore tadi. Ibunya Lisa merasakan gelisah sedari tadi, ia yakin ada sesuatu yang terjadi pada putrinya. Ibunya pun meminta untuk melaporkan saja kepada pihak kepolisian pada malam itu juga.
Dua hari Lisa belum juga di temukan membuat orang tuanya sangat gelisah dan khawatir. Terlebih ibunya yang memiliki ikatan batin pada anaknya bisa merasakan ada sesuatu yang terjadi padanya.
Lisa yang telah meninggal dan menjadi gentayangan itu pun mencoba masuk ke dalam mimpi ibunya, ia ingin memberitahu ibunya kalau ia sudah tiada dan meminta untuk menemukan jasadnya. Ibunya yang mendapatkan mimpi seperti itu semakin yakin atas apa yang terjadi pada putrinya, lalu ibunya bercerita pada ayahnya tetapu ayahnya tak percaya dengan perkataan ibunya. Ibunya pun mencoba mengikhlaskan Lisa pergi jika memang itu benar.
Flashback Off
"Jadi gitu Kil ceritanya... tolong Kil temukan jasad gue juga kuburkan dengan layak dan tolong beritahu orang tua gue buat ngejeblosin Fariz ke penjara."kata sosok Lisa yang mengakhiri ceritanya.
"Lo tenang aja Lis... kita semua akan ngebantu lo sampe tuntas."kata Siska sambil tersenyum.
"Makasih ya.. kalian memang orang yang baik."kata sosok Lisa.
"Sama-sama Lis, besok kita akan menghubungi keluarga lo ya Lis, dan nyari pelakunya juga."kata Killa.
"Sekali lagi terima kasih Killa dan teman-teman yang lainnya."sahut Lisa.
Skip.... ✌