
Pukul 12.00 siang, Killa dkk juga yang lainnya sedang berada diruang makan, mereka menyantap makan siang mereka dengan hening tak ada pembicaran apapun terlontar dari mereka semua. Killa yang baru saja menyelesaikan makan siangnya pun melihat kearah dapur, tetapi yang ia lihat sesosok Kuntilanak merah yang berda duduk diatas lemari dapur.
Killa pun dengan cepat mengalihkan pandangan berpura-pura tak melihat keberadaan Kuntilanak merah itu. Felix yang sadar dengan gerak-gerik Killa yang habis melihat penampakan yang seram pun mencoba untuk bertanya padanya, tetapi tak mendapatkan jawaban apapun dari kekasihnya itu.
Setelah mereka semua selesai dengan makan siangnya, Killa dkk dengan diikuti yang lainnya kembali menuju ruang tengah. Yoga menyalakan televisi agar tak terlalu hening. Killa yang saat itu menimbang-nimbang apa ia akan menceritakan tentang sosok Kuntlanak merah yang dilihatnya diatas lemari dapur, akhirnya memutuskan untuk menceritakan kepada mereka semua yang ada diruang tengah termasuk juga Arga.
"Guys... kak Arga, dan kak Lia."panggil Killa.
"Ada apa Kil....?"tanya mereka bersamaan.
"Gue mau cerita saat kita sedang makan siang tadi....."jawab Killa yang sebenarnya masih ragu untuk menceritakannya
"Apa lo ngeliat sosok penmapakan lagi Kil....?"tanya Jessie.
"Iya Jess... gue ngeliat penampakan Kuntilanak merah duduk diatas lemari dapur."jawab Killa.
"Kuntilanak merah?"tanya mereka semua.
"Iya kak..."jawab Killa lagi.
"Kalo menurut gue ini kiriman lagi guys, kak.."kata Felix.
"Iya dugaan gue juga sama kayak Felix.."sahut Raka.
Setelah percakapan singkat itu, mereka semua kembali terdiam tetapi tidak dengan pikiran mereka. Mereka semua memikirkan siapa orang yang mengirimi makhluk halus kemansion mereka jika semua dugaan mereka benar.
*****************
Dijendela ruang tengah Raka tak sengaja melihat sosok Kuntilanak yang berada diatas pohon mangga sedang bersenandung,memainkan rambut, juga mengayunkan kakinya. Raka yang melihat itupun hanya menghela nafas juga sedikit merinding, walaupun ia sudah terbiasa melihat banyak sosok sebelumnya. Terlihat langit malam yang tadinya gelap berubah menjadi kemerahan tanda sebentar lagi turun hujan tak lupa dengan suara gunturnya. Saat kilat memancarkan cahayanya, terlihatlah sesosok pocong berwajah hancur yang berada dihalaman mansion, semua orang yang berada disana melihat dengan jelas sosok pocong berwajah hancur itu.
Killa dkk juga yang lainnya langsung mengalihkan pandangan mereka ke sisi lain agar tak melihat wajah hancur dari sosok pocong tersebut. Tak disangka saat mereka mengalihkan pandangan, Laura melihat sosok genderuwo yang menyeramkan. Melihat itu, Laura langsung beralih memeluk Arga yang tak jauh darinya. Killa yang melihat Laura ketakutan pun langsung paham dan melihat arah yang dilihat oleh Laura sebelumnya.
"Ehmm... pantes.."gumam Killa yang didengar oleh Felix.
"Pantes kenapa yank?"tanya Felix pada Killa.
"Tuh.. kamu liat aja disana depan pintu toilet ada apaa.."jawab Killa sambil menunjuknya, membuat Felix langsung melihat kearah yang ditunjuk oleh Killa.
"Ohh genderuwo... emang kenapa?"tanya Felix.
"Kamu gak liat Laura lari ketakutan kearah kak Arga?"tanya balik Killa pada Felix.
"Enggak..."jawab Felix sambil menyengir. Killa yang melihat Felix menyengir hanya bisa menggeleng kepala.
Killa masih memikirkan siapa orang yang telah mengirim sosok untuk meneror keluarganya, bahkan sahabatnya yang tak tahu apapun ikut diteror juga. Lalu Killa mencoba melihat kesekeliling ruangan, ia melihat satu sosok Kuntilanak berada diatas lemari koleksi pecah belah almarhumah ibunya. Sosok Kuntilanak itu duduk diatas lemari sambil menunduk. Saat sosok Kuntilanak itu sadar diperhatikan oleh Killa ia pun mendongak kepada Killa dan tersenyum menyeringai dengan wajah pucatnya, lalu Kuntilanak itu pun menghilang entah kemana. Ternyata bukan hanya Killa melihat Kuntilanak itu, Jessie pun juga melihatnya. Jessie hanya memberi kode bahwa ia juga melihatnya, yang untungnya Killa langsung arti kode yang diberikan Jessie untuknya.
Malam itu mereka semua tak bisa tidur, mereka semua selalu mendapatkan teror juga diganggu terus menerus. Bukan hanya diteror mereka juga selalu diperlihatkan wujud sosok-sosok kiriman yang ada dimansion. Killa dkk pun merasakan jika kiriman yang dikirimkan saat ini sangat kuat dibandingkan dengan yang sebelumnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 01.18 malam Killa dkk dan yang lainnya selalu diganggu dalam bentuk suara, ketukan, garukan pada jendela atau pintu, bahkan juga mereka sering ditampakkan wujud sosok Kuntilanak. Saat Riri dan Daniel yang saat itu ingin memeriksa keruang tamu, mereka berdua berjalan menuju ruang tamu. Tetapi sesampainya disana mereka melihat sesosok tinggi besar berbulu memakai jubah, bahkan wajahnya tak terlihat oleh Riri dan Daniel karena tingginya sosok berbulu itu.
Saat jam telah menunjukkan pukul 02.15 dini hari mereka semua dikejutkan dengan.....