
Sesampainya dikamar Arga, ternyata mereka semua telah menunggu Killa dkk dengan cemas juga khawatir. Arga yang melihat Killa dkk telah kembali dan melihat mereka semua baik-baik saja membuat Arga sangat lega.
"Syukurlah kalian baik-baik saja.." kata Arga lega.
"Tenang aja kak... kita akan selalu baik-baik aja kok dan maaf udah buat kalian semua khawatir." sahut Killa yang diangguki ketujuh sahabatnya.
"Kakak dan semua orang akan tetap mengkhawatirkan kalian karena kalian tanggung jawab kakak..." kata Arga yang disetujui oleh yang lainnya.
"Iya kak..." sahut Killa dkk kompak.
"Oh iya kak... bentar lagi kita mau masuk kuliah lagi, jadi pulang aja yok biar banyak waktu istirahatnya." ajak Killa.
"Iya kak.. mending kita pulang aja ke Jakarta yah, lagian juga semua tempat wisata udah pada kita datengin." kata Daniel yang setuju dengan saran Killa.
"Kal-..." kata Arga yang terhenti karena didahului oleh pertanyaan Papa Chandra.
"Yang lain gimana? Setuju nggak...?" tanya Papa Chandra mendahului Arga yang baru saja ingin menjawab perkataan adiknya.
"Kita sih pada ngikut aja Pa..." kata yang lainnya.
"Yaudah.. kalo gitu kalian semua beresin semua barang kalian ya kita akan pulang dan jangan sampai ada barang yang tertinggal. Oke semuanya?" kata Mama Ana kepada mereka semua.
"Oke Ma..." jawab mereka semua dengan kompak.
Mereka semua pun kembali kekamar masing-masing, kecuali Arga. Saat Killa dan Jessie sibuk mengemasi barang mereka masing-masing, Killa dan Jessie dikejutkan dengan sosok yang mereka kenali.
"Kak Nadira..." panggil Killa dan Jessie bersamaan.
"Iya Killa, Jessie... ini aku." sahut sosok Nadira yang tersenyum diwajah cantiknya.
"Kakak sangat cantik, semoga kakak bahagia dialam sana..." kata Killa yang diangguki Jessie.
"Killa, Jessie... terima kasih sudah mengabulkan keinginan terakhirku dan sampaikan terima kasihku juga pada sahabatmu yang lain. Satu lagi, maafkan aku jika saat dihotel sebelumnya membuat keluargamu takut." kata sosok Nadira sambil tersenyum juga penyesalan.
"Tak apa kak... akan kami sampaikan kepada mereka." sahut Jessie.
"Kami semua akan kembali ke Jakarta, kami semua pamit dan semoga kakak bahagia disana." pamit Killa dan Jessie kepada sosok Nadira.
"Iya berhati-hati lah... sampai jumpa." sahut sosok Nadira yang perlahan menghilang.
"Woii... diem-diem bae bosen gue tahu nggak diem-dieman." kata Riri memulai obrolan.
"Gue juga sama sebenernya Ri..." sahut Killa yang duduk didepan bersama Laura dan Felix yang sedang menyetir.
"Iya... tapi gue gak tahu mau ngomong apaan dah." kata Siska melanjutkan.
"Mending kita mabar mobile lagend aja..." kata Raka menyahut.
"Ogahh..." jawab Killa dkk bersama kecuali Raka.
"Daripada bosen kan..." kata Raka lagi.
"Gak deh..." sahut mereka lagi.
"Kak Raka main sendiri aja kan kak Killa sama yang lain gak mau." sahut Laura yang sedari hanya menyimak.
"Bener tuh kata Lau.." kata Daniel.
"Yaudah dehh gak apa-apa." kata Raka.
Setelah percakapan singkat itu, Killa dkk terdiam kembali hanya ada suara sound dari gamenya Raka. Killa dkk sibuk memainkan ponsel mereka masing-masing. Sedangkan Lau setelah percakapan itu tertidur dipelukan Killa dengan nyaman. Killa pun mulai bosan memainkan ponselnya, ia pun melihat semua sahabatnya sudah pada tertidur. Felix yang melihat kekasihnya itu yang terlihat bosan pun memulai obrolan dengannya...
"Kamu kenapa yank..?" tanya Felix pada Killa.
Killa yang ditanya Felix pun langsung menoleh padanya. "Bosen aku tuh yank..." jawab Killa sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa gak ikutan tidur aja yank? Kan masih lama juga perjalanan kita.." tanya Felix.
"Gak deh, ntar kamu sendirian gak ada yang nemenin ngobrol." jawab Killa sambil melihat Felix.
"Oke dehh..." sahut Felix sambil tersenyum dan memegang tangan Killa.
Killa dan Felix disepanjang perjalanan mengobrol sampai akhirnya Killa mulai merasakan kantuk dan memutuskan untuk tidur.
Skip...