
"Mama liat Kuntilanak yang ngintip dari jendela itu."jawab mama Ana sambil menunjuk jendela yang mengarah keluar.
"Kayaknya itu Kuntilanak yang sama."sahut Alex.
Killa yang mendengar pernyataan dari Alex pun mencoba untuk mengeceknya, Killa pun memindahkan Laura pada Felix yang memang berada didekat Killa saat itu. Lalu Killa mengecek keberadaan Kuntilanak itu, dan benar saja sosok Kuntilanak itu masih berada disana.
Sosok Kuntilanak itu tak menghilang saat Killa menuju kearahnya. Killa pun membuka pintu balkon dan keluar dan mengajak sosok Kuntilanak itu berkomunikasi.
"Halo.. tante Kunti 🖐"sapa Killa santai.
"Kamu bisa ngeliat saya?"tanya tante Kunti.
"Iyalah... semua temen saya juga bisa ngeliat tante Kunti yang ngintip dikamar aku sebelumnya."jawab Killa masih santai.
"Tujuan tante Kunti apa ngintipin kita dikamar itu?"tanya Killa lagi.
"Saya hanya disuruh mencari korban untuk ditumbalkan."jawab tante Kunti sambil menunduk.
"Disuruh? Lalu bungkusan itu memang benar adalah penglaris?"tanya Killa beruntun pada tante Kunti.
"Benar... tapi penglaris itu bukan dari saya, melainkan dari Genderuwo. Saya hanya dijadikan alat untuk mencari para korban untuk ditumbalkan saja."jawab tante Kunti.
Tak lama sosok Kuntilanak itu memberitahukan informasi, ia pun pergi entah kemana. Killa pun kembali masuk kedalam kamar dan menemui sahabat juga keluarganya. Baru saja Killa muncul diruang tamu kamar, Felix langsung mendekati Killa.
"Kil... lo ngapain ngajak tuh Kunti ngobrol?"tanya Felix khawatir.
"Gue nyari informasi darinya, lo tenang aja gue baik-baik aja."jawab Killa sambil tersenyum manis pada Felix.
Baru saja Felix ingin bertanya pada Killa lagi tapi ia urungkan karena Arga dan Felicya telah kembali dari hotel untuk mereka menginap setelah pindah dari hotel ini.
"Gimana Arga? Hotelnya aman?"tanya papa Chandra sedikit khawatir.
"Kata Feli hotelnya aman pa gak ada apa-apa."jawab Arga.
"Kapan mau pindahnya?"tanya Felicya pada mereka semua.
Semua keluarga pun langsung menoleh pada Killa dkk, Killa dkk pun akhirnya angkat bicara.
"Kita liat dulu kak, kalo malam ini masih ada gangguan atau teror malam ini juga kita pindah hotel. Kalian semua beres-beres aja untuk jaga-jaga."kata Killa pada keluarganya.
"Yaudah kalo gitu..."sahut semuanya.
"Ehh Kil.. tadi kan lo sempet komunikasi itu sama tuh Kunti dan lo bilang tadi nyari info kan, udah dapet infonya?"tanya Felix.
"Iya Lix, jadi gue dapet info kalo Kuntilanak itu cuma dijadikan alat untuk mencari para korban dan ditumbalkan."jawab Killa santai.
"Hah...!!"seru mereka semua terkejut.
"Terus itu penglaris apaan?"tanya Daniel.
"Itu memang penglaris, tapi bukan penglaris dari Kuntilanak itu Niel. Melainkan itu penglaris dari om Genderuwo."jelas Killa pada semua orang yang berada disana.
"Trus lo dapet info apa lagi dek?"tanya Felicya pada Killa.
"Gak ada kak Fel, cuma itu aja. Setelah menjelaskan penglaris itu dari om Genderuwo, dia langsung pergi gitu aja."jawab Killa lagi.
"Yaudah... kalian semua balik kekamar bawa barang-barang kalian kesini aja, kalian tidur disini aja semuanya lagian ini kamar lumanyun gede juga."saran Arga.
"Ralattt ya kak Arga... Lumayan ya kak Lumayan bukan lumanyun."protes Killa dkk kompak.
"Emang enak diprotes sama adek-adeknya."sahut Felicya.
"Udah-udah... mending kita ngambil barang dulu baru lanjut deh debatnya."saran mama Ana.
Mereka semua pun kembali kekamar masing-masing untuk membereskan dan membawa barang mereka kekamar Arga dan Bimo. Killa dkk pun langsung kekamar Arga dan Bimo saat telah selesai membereskan semua barangnya.
Sesampainya dikamar Arga dan Bimo, ternyata disana sudah ada mama Ana, papa Chandra, Felicya, Lia, serta anaknya Zia.
**********************
Malam harinya setelah makan malam, mereka semua bersantai diruang tamu. Mereka sibuk dengan ponsel masing-masing, sedangkan mama Ana dan Lia menonton tv. Saat mereka sedang sibuk dan asik sendiri, mereka semua terkejut mendengar adanya keributan diluar.
Mereka semua pun keluar untuk melihat apa yang telah terjadi, mama Ana pun menyetopi salah satu karyawan hotel dan bertanya kepadanya.
"Mas ini ada apa ya?"tanya mama Ana.
"Ada cewek yang terjun dari lantai 18 buk. kata temennya sih dia lagi ada masalah sama pacarnya mungkin dia gak tahan lagi jadinya dia terjun."jelas Karyawan hotel.
"Astagfirullah... anak jaman sekarang ada masalah dikit-dikit bunuh diri, bukannya diselesaikan dengan baik-baik."kata mama Ana sambil mengelus dada.
Killa dkk pun memasuki kamar yang dihuni oleh cewek tersebut dan teman-temannya, Killa melihat ada sosok Kuntilanak yang sempat ia ajak berkomunikasi berada disana sedang tersenyum smirk sambil melihat kearah luar tempat cewek tersebut terjun.
Killa yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya, saat itu juga pemilik hotel masuk kedalam kamar itu. Pemilik hotel itu terlihat frustasi dengan kejadian ini, ia terlihat sedih dan menyesal. Killa yang melihat itu langsung menariknya dan membawanya kekamar tempat Killa dkk menginap dan menanyakan padanya.
"Maaf pak sebelumnya saya tarik tiba-tiba, kenalkan nama saya Killa. Mereka sahabat saya dan yang itu keluarga saya."kata Killa tak enak.
"Iya tak apa nak Killa... kenalkan nama saya Erlan, ada apa kamu menarik bapak kesini?"tanya Erlan.
"Begini pak, maaf sebelumnya kita ingin menanyakan tentang bungkusan penglaris Genderuwo yang bapak pakai dilobi hotel dan dicafe."jawab Killa.
"Kalian tau dari mana tentang itu?"tanya pak Erlan.
"Sebenernya saya, ketujuh sahabat saya dan juga kakak ipar saya Felicya memiliki kemampuas untuk melihat hal-hal gaib."jawab Killa santai.
"Apa kalian bisa menolong saya untuk keluar dari semua ini?"tanya pak Erlan.
"Caranya?"tanya pak Erlan lagi.
"Caranya, kita bakar bungkusan penglaris itu pak agar tak memakan korban yang tak bersalah apa-apa."jawab Jessie.
"Benar yang dikatakan sahabat Killa."sahut Killa membenarkan perkataan Jessie.
"Kalo bisa kita selesaikan malam ini juga."kata Daniel.
"Iya kita akan lakukan saat dia muncul."sahut Killa yang diangguki oleh semua sahabatnya.
"Terima kasih nak..."kata pak Erlan.
"Sama-sama pak. Setelah ini jangan lakukan hal seperti ini lagi ya pak, karena ini termasuk musrik."kata papa Chandra ikut menimpali.
"Iya pak."jawab pak Erlan mengiyakan.
Setelah percakapan itu pak Erlan pun kembali keruangannya, sambil menunggu kabar dari Killa nantinya. Mereka semua pun kembali sibuk dan asik sendiri sampai....
Tiba-tiba saja Laura berteriak membuat mereka yang ada diruang tamu terkejut, lalu ia berlari menuju Killa juga Arga dan memeluk mereka sambil menangis.
"Aaaarggghhhhh...."teriak Laura.
"Laura kamu kenapa?"tanya Arga panik.
"Kak Laura liat penampakan disana."jawab Laura sambil menunjuk jendela.
Killa dkk juga yang lainnya pun menoleh kearah yang ditunjuk oleh Laura sebelumnya. Dan benar saja Killa dkk juga Felicya melihat disana ada sosok Genderuwo bermata merah. Sedangkan Arga, mama Ana, papa Chandra, Bimo, Lia, serta Zia tak melihat apapun disana.
Killa pun berdiri dari duduknya dan bergegas mendekati sosok Genderuwo itu yang diikuti oleh ke-7 sahabatnya juga. Saat Killa dkk mendekatinya, sosok Gemderuwo itu masih tetap berada disana tak beranjak sedikitpun.
"Om Genderuwo yang terhormat.... kenapa kamu nakutik adikku?"tanya Killa tenang.
"....."hening.
"Jawab napa om Genderuwo..."kata Siska.
"Diam kamu..."marah om Genderuwo.
"Apa maumu?"tanya Felix.
"Tumbal... aku lapar. Anak itu akan jadi makananku malam ini Ha...ha...ha..."jawab om Genderuwo.
"Itu gak akan terjadi..."sahut Killa.
Genderuwo itu pun murka mendengar perkataan Killa, ia pun ingin menyakiti Killa. Tetapi ia tak bisa menyakitinya, dikarenakan Killa membaca doa-doa yang membuat Genderuwo itu kesakitan juga kepanasan karena doa itu.
Saat Killa masih membaca doa, ia memberikan kode kepada Alex untuk mengambil bungkusan penglaris yang berada dilobi hotel juga cafe. Alex yang mengerti arti kode dari Killa pun langsung saja bergegas dengan diikuti Raka untuk membantunya disana.
Tak menunggu lama, Alex dan Raka pun kembali dengan membawa bungkusan penglaris ditangan mereka. Felix juga sudah mengeluarkan korek gas yang selalu ia bawa kemana-mana.
"Gue akan menyudahi semuanya... agar gak ada lagi yang menjadi korban kamu om Genderuwo."kata Killa lantang.
"Hahahaha..... tak usah ikut campur kamu anak kecil."jawab sosok Genderuwo itu.
Killa pun meminta 2 bungkusan penglaris yang diambil oleh Alex dan Raka tadi, Felix pun memberikan korek gas kepada Killa.
"Om Genderuwo... sekali lagi aku tanya ya, jika bungkusan ini dimusnahkan dengan cara dibakar apa yang akan terjadi?"tanya Killa.
"Jika itu dibakar saya akan ikut terbakar dan musnah."jawab Genderuwo itu.
"Baiklah... mari kita mulai saja."kata Killa lagi.
Killa pun menyalakan korek gas yang telah dia ambil dari Felix dan membakar 2 bungkusan penglaris itu, dan benar saja sosok Genderuwo itu ikut terbakar.
"Arggghhhhhhh.... kurangajar kamu anak kecil."marah sosok Genderuwo itu.
"....."Killa tak menjawab apapun.
"Selamat tinggal om Genderuwo."kata Alex sambil melambaikan tangan.
Killa dkk melihat kelakuan Alex pun hanya bisa menggeleng dan menepuk jidat.
"🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️"Killa dan ke-6 sahabatnya menepuk jidat bersamaan.
Akhirnya Killa dkk berhasil memusnahkan Genderuwo itu, tak lupa juga ia mengabari pak Erlan jika semuanya sudah aman dan tak akan ada korban lagi.
****************
Setelah selesai dengan misi mereka dihotel, Killa dkk juga yang lainnya pun memutuskan pada malam itu juga mereka pindah kehotel yang telah dipesan Arga tadi sore.
Dimobil, Laura masih saja memeluk Killa ia masih sangat ketakutan dan juga terkejut melihat Genderuwo itu. Sesampainya dihotel, Killa melihat lagi keadaan disana. Dihotel itu Killa tak melihat apapun dan juga tak ada sosok-sosok yang menyeramkan yang akan mengganggu liburan mereka nanti.
Mereka semua telah menyelesaikan check-in dan juga mendapatkan kamar. Mereka semua pun menuju kekamar, sesampainya dikamar Killa dkk juga Laura beristirahat sebentar.
Killa melihat kamar itu dengan seksama, Killa juga tak melihat ada yang aneh dikamarnya. Ia pun ikut berbaring disebelah Laura dan tertidur.
Skip