
"Ehm.. kita mau, tapi kita ******berdua****** juga betah dengan kalian." jawab dua sosok Kuntilanak kembar.
"Yasudah tak apa... tapi jika kalian berdua ingin pergi, bilang aja sama kita." sahut Daniel.
"Iya tenang saja..." kata Kuntilanak kembar bersamaan sambil tersenyum dengan wajah pucatnya.
Killa dkk yang masih berada diruang tamu merasa bosan, lalu beranjak menuju teras depan mansion dengan diikuti oleh Kuntilanak kembar. Saat telah berada didepan teras mansion, Killa dkk pun duduk melingkar dilantai. Tetapi, tiba-tiba saja om pocong alay muncul disamping Kuntilanak kembar. Killa dkk pun sangat terkejut walaupun om pocong tak muncul ditengah-tengah mereka. Sedangkan Kuntilanak kembar, mereka berdua hanya cekikikan melihat Killa dkk terkejut.
"Yaelah om poci... kalo nongol tuh bisa nggak sih gak buat kita kage**t !!!" protes Riri yang juga diangguki oleh ketujuh sahabatnya.
"Tau nih... om poci alay kebiasaan suka ngagetin orang mulu." sahut Raka sewot.
"Hihihihi.... Killa dkk kok namanya om poci alay?" tanya Kuntilanak Rani.
"Iya.. soalnya om poci itu alay banget, kita pernah foto didekat pohon pisang ehh om poci malah ikut aja foto sama kita." jawab Alex.
"Iya.. makanya kita kasih namanya om poci alay." lanjut Siska sambil nyengir.
Om poci yang mendengar penuturan dari Siska pun hanya bisa cemberut dengan wajah pucatnya, sedangkan Killa dkk juga Kuntilanak kembar hanya menertawakan om poci.
"Killa... om poci udah lama ya tinggal di mansion kamu?" tanya Kuntilanak Rina.
"Nggak juga... om poci baru pindah kesini, sebelumnya dirumah tetangga sebelah." jawab Killa.
"Ngomong-ngomong tuh Kuntilanak kembar mau ikut tinggal disini juga ya..?" tanya om poci.
"Iya om poci... biar om poci ada temennya disini." jawab Jessie yang diangguki oleh Kuntilanak kembar.
"Asiik... om poci ada temennya." kata om poci senang.
Killa dkk hanya menanggapi dengan senyuman dan gelengan kepala saat melihat kelakuan absurd om poci. Lalu tiba-tiba om poci membawa Kuntilanak kembar bersamanya pergi entah kemana. Ternyata om poci membawa Kuntilanak kembar kepohon dimana tempat om poci tinggal. Killa yang sudah mengetahui om poci dan Kuntilanak kembar sudah berada dipohon pun lalu melanjutkan acara mengobrol yang sempat tertunda. Setengah jam kemudian, Laura menyusul Killa dkk yang sedang berada diteras.
"Kakaaaaaakkkk...." teriak Laura sambil berlarian dari arah ruang tamu menuju teras.
"Astaga Lau... jangan lari-larian sama teriak buat kaget aja." kata Felix.
"Hehe... iya kak Felix gak lagi kok." jawab Laura sambil mendekati Killa dan duduk dipangkuannya.
"Ada apa Lau..?" tanya Killa pada Laura yang telah duduk anteng dipangkuannya.
"Nggak apa-apa kak... Lau lagi mau sama kakak-kakak semuanya." jawab Laura yang sedang bersandar dan duduk dipangkuan Killa.
"Dasar... manja banget sih." sahut Daniel sambil mengusap kepala Laura.
"Biarin... gak papa." kata Laura.
"Manja iih...." ejek Raka.
Laura yang mendapat ejekan dari Raka pun hanya cemberut sambil mengerucutkan bibirnya, membuat Killa dkk tertawa dan gemas dengan tingkah yang Laura tunjukkan.
**************
Dimeja makan, mereka makan dengan tenang tak ada obrolan satu pun yang terucap hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang saling beradu. Killa yang saat itu sedang iseng melihat kearah lemari dapur pun mendapati Kuntilanak kembar dan om poci sedang bercanda mendorong satu sama lain. Kelakuan om poci dan Kuntilanak kembar itu membuat Killa reflek tertawa. Ketujuh sahabat dan yang lainnya pun bingung mendengar Killa tertawa sendiri. Riri yang berada disampingnya pun mencoba bertanya pada Killa...
"Kil.. lo kenapa dah?" tanya Riri heran dan juga penasaran.
Bukan jawaban yang didapat oleh Riri melainkan Killa menunjuk keatas lemari dapur, membuat Riri dan yang lainnya menoleh arah yang ditunjukkan oleh Killa. Sontak saja membuat Riri dan keenam sahabatnya tertawa melihat cara bercanda om poci dan Kuntilanak kembar.
Setelah selesai makan siang, Killa dkk juga Laura pun menuju ruang tengah untuk menonton tv. Tak lama kemudian, Arga pun kembali dari kantor. Ia pun memasuki mansion dan sampailah Arga diruang tengah. Tak lupa Arga menyempatkan diri untuk menyapa dan mengobrol walau hanya sebentar.
"Assalammualaikum..." salam Arga yang sudah berada diruang tengah.
"Walaikumsalam..." jawab Killa dkk juga Laura bersamaan.
"Loh kak... tumben banget jam makan siang pulang?" tanya Killa pada Arga.
"Iya Kil... tadi kerjaannya gak begitu banyak, jadi kakak mutusin buat pulang aja." jawab Arga.
"Ohh gitu... yaudah kakak bersih-bersih aja dulu, terus kakak baru makan siang ya." saran Killa pada kakaknya.
"Oke deh... kakak juga udah ngerasa gerah banget." kata Arga.
Lalu Arga pun beranjak keatas menuju kamar untuk membersihkan tubuhnya yang sudah mulai gerah. Sedangkan Killa kembali melanjutkan menonton acara tv bersama yang lainnya.
Seperti biasa, om poci dan Kuntilanak kembar muncul dengan tiba-tiba didepan Killa dkk. Membuat Killa dkk sempat berteriak karena terkejut. Sedangkan Laura hanya memandang heran, ia tak mengerti kenapa kakak-kakaknya itu berteriak.
"Hadeuh.... kebiasaan deh om poci sama ini dua Kunti nongolnya suka tiba-tiba." sewot Jessie.
"Tau nih... lama-lama gue jantungan karena nih setan." sahut Alex yang juga diangguki oleh yang lainnya.
"Om poci sama dua Kunti bisa gak kalo nongol gak ngagetin kita...?" tanya Daniel.
"Hihihihi.... maaf ya Killa dkk tadinya Rani sama Rina gak mau ngagetin tapi om poci yang ngajakin." jawab Kunti Rani yang diangguki juga oleh Kunti Rina.
"Om poci jangan nyari pengikut jahil dong..." protes Riri.
"Om poci kenapa sih suka ngagetin kalo nongol?" tanya Raka.
"Om poci gabut..." jawab om poci.
Mendengar penuturan dari om poci sontak membuat mereka berdelapan tertawa ngakak.
"Hadeuh... baru tau gue poci juga bisa gabut." kata Killa dan Felix berbarengan.
"Om poci ada-ada aja deh..." sahut Siska.
Tak lama kemudian, Arga pun muncul bersamaan dengan Lia, Yoga, dan juga Zia. Laura yang melihat Arga datang menghampiri langsung berlari kearah Arga, Arga yang sigap pun langsung menangkap tubuh mungil Laura. Tetapi saat Laura berada digendongan Arga, ia tak sengaja melihat penampakan yang berada didekat lemari dan tangga.
"Kak Killa... itu ada....."