
"Tapi... gue takut Niel." kata Melani.
"Nanti takutnya sosok itu gangguin lo gimana..." kata Alex menyahut.
"Gue juga udah pernah digangguin dirumah gue." kata Melani.
"Kenapa lo baru bilang sekarang Mel?" tanya Killa pada Melani.
"Gue cuma takut Kil.. Kil please bantu gue 🥺." jawab Melani sambil berkaca-kaca.
"iya lo tenang aja, ntar kita bantu kok." kata Killa.
Tak lama kemudian Dosen pun memasuki ruang kelas mereka, mereka pun kembali ketempat duduk masing-masing. Disaat Killa dkk sedang memperhatikan penjelasan Dosen, Killa melihat sosok Genderuwo yang mengikuti Melani dari ujung matanya yang berada kini berada disamping Melani. Killa berpura-pura tak melihat sosok Genderuwo itu dan melanjutkan mendengar penjelasan dari Dosen. Dua jam kemudian satu mata pelajaran Killa dkk telah usai, Killa dkk mengajak Melani untuk ikut dengan mereka kekantin kampus.
Sesampainya dikantin, Killa dkk juga Melani memesan makanan mereka. Disela-sela mereka menunggu makanan mereka datang, Killa mulai membuka obrolan dan menceritakan apa yang ia lihat saat jam mata pelajaran sedang berlangsung.
"Guys... gue tadi ngelihat sosok Genderuwo itu lagi." kata Killa mulai bercerita.
"Dimana?" tanya Melani.
"Dikelas, saat Dosen sedang menjelaskan materi." jawab Killa.
"Duh Kil... gue mau bebas dari sosok itu." kata Melani memelas pada Killa dkk.
"Nanti kita bantuin kok, lo tenang aja..." sahut Jessie dan diangguki oleh yang lainnya.
"Btw Kil... lo ngelihat dia dimana?" tanya Raka.
"Dia duduk disamping Melani sih tadi, tapi gue pura-pura gak tau aja." jawab Killa.
"Tapi Kil... kita kan mau bantuin Melani buat lepas dari tuh Genderuwo, tapi gimana caranya woii?" tanya Daniel bingung.
"Caranya... nanti kita pikirkan dirumah saja." jawab Killa
"Yaudah deh...." sahut mereka semua.
Saat Melani ingin menjawab, tiba-tiba pelayan mengantarkan makanan yang mereka pesan tadi. Lalu mereka pun menyantap makanan mereka, tak ada pembicaraan apapun lagi diantara mereka. Selesai makan, mereka semua kembali kekelas karena jam mata pelajaran selanjutnya akan segera dimulai.
Skip
Sepulang dari kampus, Killa dkk langsung menuju kamar masing-masing untuk mengganti pakaian mereka dengan pakaian santai. Setelah selesai, Killa dkk duduk santai diruang tengah sambil memikirkan cara untuk membantu Melani lepas dari teror Genderuwo.
Disisi Melani
Melani baru saja sampai dikediamannya, Melani pun masuk kedalam rumah. Saat ia masuk kedalam rumah, Melani tak melihat ibunya. Lalu Melani memutuskan untuk menuju dapur mencari ibunya, sesampainya didapur ia tak melihat ibunya yang ia temukan hanyalah sebuah surat yang ditujukan untuknya. Melani pun mengambil surat itu dan membacanya, ternyata orang tuanya sedang keluar kota. Setelah membaca surat itu, tiba-tiba saja suasana dirumahnya berubah menjadi mencekam. Melani yang memang penakut, berlari menuju kamarnya. Saat berada dikamar, ia mengganti pakaiannya terlebih dahulu setelah selesai ia menuju kasur empuknya.
Melani yang saat itu sedang merebahkan tubuhnya merasa ada seseorang orang memperhatikannya, tetapi ia abaikan dan mengambil headset lalu memutar musik dari ponselnya. Saat sedang menikmati alunan musik, Melani dikejutkan dengan suara benda jatuh dari arah dapur. Melani yang sadar jika ia hanya sendirian dirumah, mau tak mau ia harus mengecek kedapur ia takut kalau ada perampok yang masuk kerumahnya. Melani pun keluar kamar dan berjalan dengan perlahan menuju dapur yang masih terdengar berisik, saat Melani sampai didapur ia tak melihat ada orang ataupun perampok seperti yang ia pikirkan sebelumnya dan juga alat dapur masih tertata dengan rapi ditempatnya Melani sempat bepikir positif mungkin saja itu hanya halusinasinya saja. Melani pun kembali berjalan menuju kamarnya, saat ia berjalan Melani melihat sesosok bayangan hitam yang berada diruang tengah lewat ujung matanya. Melani memberanikan diri untuk menengok kearah ruang tengah dan benar saja disana ada sesosok tinggi besar dengan warna mata yang merah juga gigi yang bertaring, melihat itu sontak saja Melani lari terbirit-birit menuju kamarnya.
Saat berada didalam kamar, ia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Killa untuk datang kerumahnya.
"Halo Kill... lo lagi dimana?" tanya Melani.
"Lagi dirumah, emang kenapa?" jawab Killa dari ponsel.
"Memangnya ada apa?" tanya Killa kembali.
"Lo kesini aja Kil... ntar gue ceritain deh." kata Melani yang masih sangat ketakutan.
"Yaudah kita kesana... lo shareloc ya alamat rumah lo." sahut Killa dari seberang telpon.
"Oke.. gue tunggu ya." kata Melani dan mematikan telponnya dan mulai shar**eloc alamatnya kepada Killa.
Kembali kesisi Killa dkk
Killa dkk yang saat itu masih memikirkan cara untuk membantu Melani terkejut mendengar suara ponsel yang berbunyi.
drrtt... drrrtttt.... drrttt...
"Loh Melani kenapa ya kok telepon?" tanya Killa.
"Yaudah angkat aja dulu Kill... tapi lo loudspeaker ya biar kita bisa denger juga." jawab Siska.
Killa pun mengangkat telepon dari Melani dan juga sudah me-loudspeaker agar sahabatnya yang lain bisa mendengarkan.
"Halo Kill... lo lagi dimana?" tanya Melani.
"Lagi dirumah, emang kenapa?" jawab Killa dari ponsel.
"Memangnya ada apa?" tanya Killa kembali.
"Lo kesini aja Kil... ntar gue ceritain deh." kata Melani yang masih sangat ketakutan.
"Yaudah kita kesana... lo shareloc ya alamat rumah lo." sahut Killa dari seberang telpon.
"Oke.. gue tunggu ya." kata Melani dan mematikan telponnya.
Tak lama kemudian suara ponsel Killa kembali berbunyi tanda ada pesan yang masuk, Killa pun membukanya ternyata itu pesan dari Melani yang mengirimkan shareloc alamat rumahnya. Killa dkk pun beranjak dan masuk kedalam mobil menuju rumah Melani saat itu juga. Tak lama kemudian, Killa dkk pun sampai dirumahnya Melani mereka semua pun turun dari mobil dan mengetuk pintu rumahnya Melani. Tak menunggu cukup lama, pintu pun terbuka dengan memeperlihatkan Melani yang menangis sambil ketakutan.
"Killa.." panggil Melani dan memeluknya.
"Mel.. lo kenapa?" tanya Riri pada Melani.
"Gue takut..." jawab Melani.
"Takut kenapa?" tanya Jessie.
"Tadi... gue...