
Jam saat itu menunjukkan pukul 02.15 dini hari mereka semua dikejutkan dengan penampakkan sosok Kuntilanak berwajah rata dengan berlumuran darah dibagian kepala juga bagian perutnya yang seperti sedang mengintip kedalam tepat dijendela ruang tengah. Killa dkk pun terkejut juga agak sedikit mual saat melihat sosoknya. Setelah melihat sosok Kuntilanak berwajah rata, mereka kembali ditampakkan sosok siluman kera dengan mata merah yang berada didepan kamar tamu yang biasa dipakai mama Ana dan papa Chandra jika menginap dimansion. Sosok siluman kera bermata merah itu hanya diam didepan kamar tamu.
Killa dkk juga yang lainnya sebenarnya sudah lelah menghadapi semua sosok yang dikirimkan ke mansionnya. Jam 03.00 dini hari, sosok-sosok itu masih saja betah memperlihatkan eksistensinya kepada keluarga Killa dan sahabatnya. Pada saat itu Lia merasakan seperti ada yang sedang memperhatikannya dari lantai atas tepatnya didekat tangga, reflek Lia pun mendongak kearah lantai atas. Saat Lia mendongakkan kepalanya, ia melihat ada sosok Kuntilanak juga sosok anak kecil berdiri berdampingan disana. Dengan cepat Lia menundukkan kepalanya lagi, ia tak ingin melihat sosok itu lebih lama lagi. Killa dan Felix yang saat itu masih mengawasi sekeliling ruangan, juga melihat sosok yang sama seperti Lia sebelumnya. Sedangkan keenam sahabatnya Killa, mereka membuat batas perlindungan agar sosok- sosok itu tak bisa mendekat kearah mereka semua dan juga menghindari kejadian yang tak diinginkan oleh Killa dkk.
Pukul 04.05 menjelang subuh, teror dari sosok-sosok itu masih berlanjut. Teror demi teror yang mereka dapatkan, tetapi teror yang diberikan tak begitu berbahaya atau belum mendapatkannya. Killa yang saat itu tak sengaja melihat kearah menuju ruang tamu seperti melihat sosok, siluman ular yang berwujud setengah manusia dan setengahnya lagi ular.
"Guys...."panggil Killa sambil berbisik.
"Kenapa Kil...?"tanya Jessie yang juga berbisik.
"Gue barusan ngeliat ada sosok siluman uler, badannya itu setengah manusia dan setengah uler..."jawab Killa masih dengan berbisik.
"Dimana yank....?"tanya Felix ikut berbisik.
"Itu disana..."jawab Killa sambil menunjuk arah menuju ruang tamu.
"Kak... kakak kenapa? Kok wajah kakak pucet banget gitu?"tanya Killa beruntun juga khawatir.
"Kil... tadi kakak gak sengaja denger pembicaraan kalian lalu kakak juga melihat arah yang kamu tunjuk, kakak liat sosok uler itu juga."jawab Arga pada Killa masih dengan wajah pucatnya.
"Yaudah kak gak papa.... disini kan ada Killa dan yang lainnya, kakak jangan takut."kata Killa lagi.
"Iya Kil..."sahut Arga.
Tak lama kemudian, terdengarlah suara adzan subuh yang berada tak jauh dari mansion keluarga Killa. Membuat teror dari sosok yang memang dikirimkan oleh seseorang ke mansion berhenti. Killa dkk juga yang lainnya lega, lalu mereka semua pun beranjak dari ruang tengah dan segera melaksanakan sholat subuh berjamaah di mushola mansion. Setelah selesai sholat subuh berjamaah, mereka memutuskan untuk kembali keruang tengah sambil menunggu hari terang.
Pagi harinya mereka....