
Sesampainya di mansion, Killa dkk merebahkan tubuh mereka disofa ruang tengah.
"Beuhh... capek banget gue." kata Daniel.
"Hooh... sama gue juga." sahut Alex sambil bersandar disofa.
"Lagian kalian sih ngajak keliling mall... dikira itu mall nggak gede' apa!!!" protes Raka.
"Iya maaf guys... kita kalo dah di mall tuh suka khilaf." kata Jessie yang diangguki Killa, Riri dan juga Siska.
"Kalian juga kan dah hapal sama kita kalo dah di mall gimana..." kata Riri.
"Ehh... btw menurut kalian si Melani kenapa ya sampe bisa diikutin sama om Genderuwo gitu?" kata Killa bertanya pada semua sahabatnya itu.
Ketujuh sahabatnya hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan yang Killa berikan pada mereka.
"Gimana kalo kita tanya langsung aja besok dikampus sama Melani..." kata Felix memberikan saran.
"Yaudah deh..." kata Killa dkk menyetujui, kecuali Felix.
Setelah mereka selesai membahas tentang Melani, Killa dkk pun tak sengaja tertidur disofa ruang tengah dengan pakaian yang belum sempat mereka ganti. Tak lama Killa dkk tertidur, Arga pun pulang dari kantor bersama Felicya. Saat Arga dan Felicya masuk keruang tengah, mereka berdua terkejut melihat Killa dkk yang tertidur disofa lengkap dengan barang belanjaan mereka masing-masing tentunya.
"Yank... aku bangunin aja ya mereka biar pindah kekamar." kata Arga pada Felicya.
"Gak usah yank... kasian mereka kayaknya capek banget..." larang Felicya.
"Yaudah deh.. tapi mereka pada belanjaan apaan sampe banyak banget gini..." kata Arga.
"Mungkin barang kebutuhan mereka yank." sahut Felicya yang sedang duduk disofa yang kosong sambil menyalakan tv.
Killa yang saat itu terganggu dengan suara orang mengobrol pun menjadi terbangun dari tidur nyenyaknya, ia melihat ada Arga juga Felicya yang sedang mengobrol sambil menonton siaran tv.
"Kak..." panggil Killa.
Arga dan Felicya pun menoleh kearah suara yang memanggil mereka berdua.
"Loh... bukannya tadi kamu tadi tidur dek?" tanya Arga.
"Iya tadinya... tapi Killa kebangun denger suara orang ngobrol, eh gak tahunya pas Killa lihat ternyata kakak sama kak Feli." jawab Killa.
"Duhh.... maaf ya Kill." kata Felicya yang tak enak sudah mengganggu tidurnya Killa.
"Gak apa-apa kak." kata Killa sambil tersenyum pada Felicya.
"Oh iya Kill.. kakak juga mau ngasih tahu ke kamu, kalo bulan depan nanti kakak sama kak Feli akan menikah." kata Arga dengan semangat.
"Seriusan kak?" tanya Killa tak percaya sambil melihat kepada Felicya yang tersenyum.
Felicya hanya memberikan jawaban dengan anggukan kepala tanda apa yang dikatakan oleh Arga adalah benar.
"Kalo gitu Killa mau ke kamar dulu ya kak, mau mandi..." kata Killa cengengesan.
"Udah sana... kamu dah bau acem tahu nggak Kill hahaha..." kata Arga menjahili Killa.
Killa yang mendengar jahilan kakaknya pun hanya bisa mengerucutkan bibirnya dan pergi menuju kamarnya. Tak lama Killa memasuki kamarnya, ketujuh sahabatnya pun mulai bangun satu persatu. Mereka bertujuh melihat ada Arga juga Felicya yang sedang menonton tv, Mereka hanya menyapa Arga dan Felicya lalu pamit untuk ke kamar masing-masing.
Skip..
"Kita rayainnya hari Minggu aja ya... biar Felicya bisa ikut juga." kata Arga yang akhirnya membuka suara.
"Oke deh..." jawab mereka kompak.
Setelah selesai makan malam, mereka semua beranjak menuju ruang tengah untuk bersantai sejenak sambil mengobrol ringan. Sedangkan Lia, ia membantu bibi membereskan meja makan dan mencuci piring kotor.
Diruang tengah Killa dkk sibuk dengan laptop mereka masing-masing, begitu pula dengan Arga. Sedangkan anak-anak sedang menonton serial kartun dengan sedikit perdebatan tentunya. Killa yang mendengar Laura, Yoga, dan Zia berdebat pun langsung melerai mereka bertiga...
"Udah stop jangan debat terus.. nonton aja gak pake debat." ucap Killa melerai mereka dengan lembut.
Mereka bertiga pun langsung diam dan menuruti apa yang dikatan oleh Killa kepada mereka.
Hari semakin larut, Killa dkk dan yang lainnya pun akhirnya beranjak dan menuju kamar masing-masing untuk menjemput mimpi indah mereka.
Skip....
Keesokan harinya, setelah selesai sarapan Killa dkk sudah bersiap untuk berangkat kuliah begitu pula dengan Arga yang telah bersiap juga untuk ke kantornya. Sedangkan Laura, Yoga, dan Zia akan berangkat dengan diantar supir.
"Kak... kita pamit berangkat duluan ya." kata Killa yang diangguki oleh ketujuh sahabatnya.
"Yaudah... kalian hati-hati dijalan, Felix bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut ya kecuali lagi urgent." kata Arga memberi nasihat kepada Killa dkk.
"Siap Boss..." sahut Killa dkk bersamaan.
Skip...
Sesampainya dikampus, Killa dkk langsung menuju ke falkuktas mereka yang berada berdekatan dengan fakultas kedokteran. Sesampainya didalam kelas, Killa dkk melihat ada Melani yang sedang melamun masih dengan sosok Genderuwo yang berada dibelakangnya. Killa dkk hanya saling berpandangan saat melihat Melani melamun, lalu Killa dkk memutuskan untuk menghampirinya.
"Pagi Mel.." sapa Killa dkk.
Melani yang sedang melamun langsung tersadar oleh sapaan dari Killa dkk..
"Ehm... hai juga Killa dkk." sahut Melani sambil tersenyum.
"Lo kenapa Mel? Kok ngelamun?" tanya Jessie lembut juga hati-hati.
"Gue gak papa kok..." jawab Melani berbohong.
"Kalo lo gak papa terus kenapa lo ngelamun? Pasti lo ada problem kan?" tanya Riri beruntun tetapi pelan.
"Hufttt.... iya gue ada sedikit problem." jawab Melani mengaku dengan wajah yang menunduk juga sedih.
"Lo cerita aja sama kita gak papa kok..." kata Daniel menyahut.
"Bener gak papa?" tanya Melani sambil melihat Killa dkk satu persatu.
Killa dkk saling berpandangan dan menjawab dengan menganggukkan kepala mantap.
"Gue sebenernya...." kata Melani mulai bercerita.