
"Maafkan ayah sekali lagii nak..."kata pak Herry.
"Iya ayah Rosa sudah memafkan ayah."jawab Rosa yang tersenyum.
"Ayahh.... sudah saatnya Rosa pergi menuju alam selanjutnya karena keinginan Rosa telah tercapai yaitu bertemu dengan ayah, Ayah baik-baik ya doakan Rosa juga kakak. Sampai jumpa ayahh..."kata Rosa dan perlahan menghilang.
Setelah Rosa melepaskan tangan Killa ia pun menghilang, karena ia telah kembali menuju alamnya. Killa pun sudah lelah dan berujung pingsan, membuat semua sahabatnya khawatir.
Pak Herry pun sangat berterima kasih kepada mereka sudah mau mempertemukan dia dengan anaknya. Lalu Mereka semua pun pamit pulang karena hari sudah petang, Killa yang masih dalam keadaan pingsan pun di bawa oleh Felix kedalam mobil.
Skipp di rumah masing-masing...
**************
Didunia chatt...
Group Chat On "Sahabat Indigo"
"Woiii para makhlukk grup..."panggil Raka.
"Apaan sihh ?"tanya Jessie.
"Yang lain mana dahh.."kata Raka.
"Hadirrrr....."sahut Riri.
"I'am here...."balas Alex sok inggris.
"Nape Rak handuk..."balas Daniel.
"Enak aja lo.. nama bagus-bagus lo ganti."jawab Raka sewot.
"Hahahaha..."tawa Alex.
"Woii si Killa, Felix, Jessie, sama Siska kemana dah kok gak nongol?"tanya Riri.
"Nape ? Gue disini Ri... minyak aja gue."balas Jessie.
"Nyimak woii bukan minyak... emang lo mau masak apa minyak."jawab Alex.
"Pada kenapa sih ? Bersisik banget kalian?"sahut Killa.
"Ini nih satu lagii minta di tampol kali ya... yang bener berisik Neng Killa."sahut Siska.
"Pada bahas apaan sihh kalian ? Nggak ngerti gue.."sahut Felix.
"Dah pada nongol kan ya... gue mau ngomong sesuatu sama kalian guys."kata Raka.
"Ngomong aja kali Rak.."balas Killa.
"Gini.. bentar lagi kan kita mau kelulusan nih, gimana kalo kita liburan kemana gitu...."saran Raka.
"Bolehh.. nanti kita pikirin sama² lokasinya."balas Daniel.
"Gue ngikut aja..."sahut Jessie.
"Gue juga.."kata Siska.
"Sama gue juga..."kata Riri.
"Okehh... gue mewakili semua yang ada di grup ini menyetujui saran dari Raka."jawab Killa.
"Siip..."sahut Alex.
****************
Skipp 6 bulan kemudian....
Tak terasa mereka pun sudah lulus sekolah dengan nilai yang sempurna, mereka juga sudah merencanakan lokasi yang akan menjadi tempat mereka berlibur.
Mereka juga memutuskan untuk berangkat bersama memakai mobil Felix, tapi tidak ada yang menyangka jika Mutya adik Felix ikut bersama mereka dikarenakan Orang tua Felix sedang barada di Luar Negeri. Sedangkan pengasuhnya Mutya juga pulang kampung.
Mereka semua pun berangkat menuju puncak bogor, selama di perjalanan beberapa dari mereka ada yang memilih tidur juga ada yang mendengarkan musik, baca novel kesukaannya. Sedangkan Mutya, tentu saja ia tidur karena perjalanan sangat panjang.
"Guyss... ini kan Villanya 2 tingkat yah gimana kalo untuk yang cowok kamarnya diatas dan untuk yang cewek di lantai bawah... gimana?"saran Jessie dan meminta pendapat mereka.
"Okeh... kita setuju."jawab mereka kompak.
"Hmmm... Mutya mau tidur sama siapa?"tanya Felix.
"Mutya sama tak Killa aja boyeh yah..?"jawab Mutya.
"Bolehh..."jawab Felix.
Skip malamnya...
Pukul 19.00 malam, mereka pun makan malam bersama dengan diselingi obrolan kecil untuk rencana esok hari. Selesai makan malam mereka menonton TV di ruang tengah, untuk menghilangkan kebosanan mereka.
Jam sudah menunjukkan pukul 21.30 malam, Mutya yang sedang ikut menonton pun tertidur disofa dekat Felix. Felix yang melihatnya pun mencoba memindahkan Mutya ke kamar, tetapi ia tidak tau dimana kamar yang Killa pakai. Jadii ia pun menanyakan kepada Killa yang berada tidak jauh darinya.
"Kil... kamar lo sebelah mana?"tanya Felix.
"Ngapain lo nanya kamar Killa...?"tanya Alex.
"Gue mau mindahin Mutya woiii..."jawab Felix sewot.
"Itu didepan, gak jauh dari pintu masuk. Atau mau gue anterin biar gak salah kamar?"tawar Killa.
"Yaudahh boleh deh..."jawab Felix sambil menggendong Mutya menuju kamar Killa.
Killa dan Felix pun menuju kamar untuk memindahkan Mutya, sekaligus dia juga mau tidur karena sudah mengantuk. Sampai dikamar Killa, Felix langsung membaringkan tubuh Mutya di dekat Killa. Baru saja Killa berbaring, ia melihat penampakan pocong yang sangat menyeram di dekat jendelanya.
Karena Killa terkejut juga agak takut melihat pocong itu, ia berlari memeluk Felix yang masih berada didalam kamarnya. Felix yang melihat Killa berlari dan memeluknya pun bertanya...
"Ada apa Kil ?"tanya Felix pelan.
"Lix, gue takut..."jawab Killa yang masih berada dalam pelukan Felix.
"Takut kenapa ?"tanya Felix lagi.
"Gue tadi liat penampakan pocong serem banget dideket jendela..."jawab Killa masih tetap memeluk Felix.
"Bentar gue cek dulu... lo tunggu disini aja kalo takut."kata Felix sambil melepaskan pelukan Killa.
Setelah Felix melepas pelukan Killa, ia langsung menuju tempat yang dikatakan Killa sebelumnya. Dan benar saja apa yang dikatakan Killa, Felix juga melihat masih ada pocong disana yang sangat menyeramkan.
Killa yang ditinggal Felix untuk mengecek tempat yang ia katakan tadi hanya bisa menunduk, karena ia masih bisa melihat pocong itu. Sampai akhirnya Felix kembali lagi, lalu ia membawa Mutya dan juga Killa untuk keluar dari kamar itu. Killa hanya pasrah Felix menarik tangannya untuk keluar kamar.
Sewaktu mereka keluar dari kamar dan berjalan ke arah ruang tengah kembali dengan Felix menggendong Mutya juga Killa yang memeluknya, membuat semua sahabatnya kebingungan. Lalu Jessie pun mulai bertanya apa yang terjadi...
"Lix, ada apa ? katanya lo mau nganterin Mutya dan Killa juga nganterinkan tapi kok kalian keluar lagi ?"tanya Jessie.
Felix pun duduk tetap dalam posisi Killa yang memeluk Felix dan Mutya digendongannya diruang tengah, lalu ia pun menceritakan apa yang mereka alami sewaktu dikamar Killa.
"Jadi waktu gue baringin Mutya ditempat tidur, Killa juga membaringkan tubuhnya. Tetapi tiba-tiba saja Killa berlari dan memeluk gue, dan dia cerita kalo dia liat penampakan pocong serem banget masih dalam keadaan memeluk gue. Trus gue bilang buat ngecek masih ada atau enggak, ternyata pocong itu masih ada disana dengan pandangan ke kamar Killa. Saat gue berbalik, gue liat Killa menundukkan kepalanya. Jadi gue mutusin buat ngambil mutya dan Killa untuk kesini dan seperti yang kalian liat Killa masih memeluk gue karena ketakutan karena memang serem banget."jawab Felix sambil menenangkan Killa dalam pelukannya.
"Yaudahh gini aja deh kita tidur dalam satu kamar yang sama kan kamar si Jessie gede' tuh..."saran Alex.
"Tapi kalian tidur dilantai aja gak papa kan? Soalnya dikasur buat kita berlima."jawab Jessie.
"Iya gak papa..."jawab para cowok.
Mereka pun pergi menuju kamar Jessie, para cowok pun mengambil beberapa kasur dan bantal. Killa pun sudah tertidur karena lelah menangis. Mereka semua pun mulai menuju alam mimpinya masing-masing.
Tengah malam Killa terbangun karena haus, ia pun keluar dari kamar menuju dapur. Didapur ia mengambil air untuk dibawa kekamar, lalu Killa melihat sosok pocong yang sama didekat jendela dapur.
Membuat Killa berteriak kencang dan membangunkan semua sahabatnya, Killa yang sangat ketakutan pun hanya bisa menangis...
Sampai akhirnya.....