The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Pembongkaran



Keesokan harinya...


Killa dkk berangkat ke kampus bersama-sama seperti biasa. Sesampainya dikampus, mereka langsung menuju ruang Dosen untuk meminta izin pembongkaran dinding dan mengeluarkan jasad sosok Risya.


"Guys... siapa yang mau ke ruang Dosen untuk minta izinnya?"tanya Daniel.


"Kayaknya kita juga harus bilang deh ke Rektor kampus soal ini.."saran Jessie.


"Iya gue setuju yang dibilang Jessie, mereka juga harus tau."kata Killa.


"Iya sama gue juga..."kata Siska.


"Tapi siapa yang mau ke ruangan Rektor kampus juga Dosen?"tanya Riri.


"Kalo untuk ke ruang Rektor biar gue aja sama Alex."jawab Felix yang diberikan anggukan Alex tanda ia setuju.


"Kalo ke ruangan Dosen biar gue sama Daniel."sahut Raka dan diangguki oleh Daniel.


"Tapi guys gue khawatir kalo mereka gak akan percaya sama apa yang kita bilang nanti..."kata Siska.


"Kita coba aja dulu dan coba meyakinkan mereka."kata Felix.


"Yaudah deh.. yok lah sekarang aja biar cepet kelar."kata Killa.


Mereka yang bertugas menemui Dosen juga Rektor pun langsung bergegas menuju ruangannya masing-masing.


POV Felix & Alex


Felix dan Alex pun menuju ruang Rektor kampus, sesampainya disana mereka menjelaskan maksud mereka kepadanya.


Tokk... tok... tokk...


"Masuk..."sahut Rektor kampus dari dalam ruangan.


"Permisi pak..."kata Felix setelah masuk.


"Iya ada apa?"tanya Rektor kampus.


"Maaf sebelumnya Pak, kita cuma mau tanya apa Bapak kenal dengan Risya mahasiswi tahun lalu yang menghilang?"tanya Alex membuka suara.


"Kalian tau dari mana tentang itu?"tanya Rektor kampus terkejut.


"Jadi kita berdua bukan tapi berdelapan bisa melihat sosok tak kasat mata pak yang bisa dibilang kita adalah anak indigo, salah satu teman kita melihatnya dilantai atas dekat kelas bisnis & manajemen saat kita berkeliling dan kemarin teman kita juga didatangin dalam mimpi juga siang harinya ia juga bertemu dengannya."jawab Felix menceritakan.


"Saya tidak percaya dengan hal-hal seperti itu, Risya hanya menghilang saja."kata Rektor kampus.


"Tapi apa Risya sudah ditemukan Pak?"tanya Alex.


"Belum... sampai saat ini tidak ditemukan."jawab Rektor kampus.


"Gini aja, kalo bapak gak percaya apa yang kita bilang gak apa-apa tapi kita buktikan saja dulu bagaimana?"bujuk Felix.


"Baiklah... mari kita buktikan bersama."kata Rektor kampus.


Akhirnya Felix, Alex juga Rektor kampus bergegas menuju lantai 2 di kelas bisnis & manajemen.


POV Felix & Alex Off


Di sisi lain ruang Dosen...


POV Raka & Daniel


Sesampainya diruangan Dosen, Raka dan Daniel mengetuk pintu...


Tokk... tokk.... tokk....


"Masuk..."sahut Dosen yang berada di dalam ruangan.


"Permisi pak.."kata Raka.


"Ehmm... begini pak kita mau minta izin untuk membongkar dinding yang berada di kelas bisnis &manajemen."kata Daniel.


"Hah !! Apa-apan kalian mau membongkarnya ? Kalian akan mendapatkan hukuman jika Pak Rektor tahu tentang ini. Apa alasannya?"tanya Pak Dosen marah-marah.


Raka dan Daniel lalu menceritakan seperti yang di lakukan oleh Felix juga Alex. Lalu tanggapan Pak Dosen pun sama dengan Pak Rektor kampus.


"Saya tidak percaya, Risya dikabarkan menghilang tapi memang sampai saat ini ia belum ditemukan dan gak mungkin Risya telah tiada."kata Pak Dosen.


"Begini saja pak... jika bapak tidak percaya kita buktikan saja bersama-sama, disana juga sudah ada Pak Rektor. Kami juga sudah menceritakannya juga tentang ini."sahut Daniel.


"Heh... Baiklah kita buktikan..."jawab Pak Dosen setuju.


Mereka pun segera menuju kelas yang di maksudkan, saat mereka sampai di sana sudah ada Felix Alex juga Pak Rektor.


POV Raka & Daniel Off


Felix dan Alex sudah sampai terlebih dahulu disana, tak lama kemudian Raka juga Daniel tiba diruang kelas mereka. Alat seperti palu juga sudah disiapkan oleh mereka sebelumnya. Mahasiswa juga mahasiswi yang berada di sana kebingungan karena ada Pak Rektor juga Dosen.


Pak Rektor menyuruh mahasiswa juga mahasiswi untuk keluar dari dalam kelas, lalu meminta Felix dan Alex segera membongkar dinding yang mereka maksud. Felix dan Alex pun segera mengambil palu dan menurunkan papan tulis lalu mulai menghancurkan dinding itu.


Felix dan Alex bergantian dengan Raka juga Daniel untuk menghancurkan dinding itu, tak menunggu lama mereka menghancurkan dinding mereka sudah melihat ada kerangka tubuh. Pak Rektor juga Pak Dosen melihat itu pun sangat terkejut, karena apa yang dikatakan Felix Alex, Raka, dan Daniel benar adanya.


Pak Rektor pun langsung menghubungi pihak berwajib juga pihak rs. Tak lama pihak berwajib dan pihak rs pun telah tiba dikampus.


Mahasiswa dan mahasiswi yang melihat ada polisi juga pihak rs yang berada dikampus mereka pun bertanya-tanya. Mahasiswa dan mahasiswi langsung saja mengikuti menuju tempat yang akan dituju pihak kepolisian juga pihak rs untuk melihat apa yang terjadi.


Didalam kelas Raka juga Daniel membantu Felix dan Alex yang masih menghancurkan dinding, dikarenakan dinding tersebut sulit dihancurkan. Setelah berapa kali mereka bergantian menghancurkan dinding itu akhirnya dinding itu sepenuhnya hancur dan memperlihatkan jasad Risya yang sebagian tubuhnya telah membusuk sebagiannya lagi telah berubah menjadi tulang.


Pihak rs pun langsung bergegas membantu Felix, Raka, Daniel, juga Alex untuk mengeluarkan jasad Risya dari dalam sana. Akhirnya jasad Risya berhasil dikeluarkan dan di masukkan dalam kantong jenazah yang telah disiapkan. Lalu membawanya ke rs untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tiba-tiba...


"Siapa yang telah melakukan ini padanya?"tanya Pak Dosen.


"Bapak mengenal pelakunya."jawab Killa.


"Mana mungkin."sahut Pak Dosen.


"Pelakunya pernah menjadi Dosen dikampus ini juga Pak."kata Jessie.


"Siapa?"tanya Pak Rektor.


"Namanya Pak Rendi."jawab Felix.


"Pak Rendi.."cicit Pak Dosen.


"Benar Pak."kata Siska.


"Gak mungkin dia melakukannya..."kata Pak Dosen tak percaya untuk kedua kalinya.


"Lalu jika benar dia melakukannya.. apa alasannya?"tanya Pak Rektor.


"Dia mencintai Risya tapi Risya menolaknya dengan pelan. Saat itu Pak Rendi melihat Risya dengan laki-laki selain dirinya, ia merasa cemburu. Lalu entah bagaimana dia mempunyai pikiran untuk menyekap Risya digedung Fakultas yang tidak terpakai sampai 7 bulan lamanya. Risya disiksa terus menerus olehnya, sampai akhirnya Risya tidak bisa lagi bertahan dan ia meninggal dunia. Risya menjadi bergentayangan di kampus ini di karenakan ia tidak di kuburkan dengan layak oleh Pak Rendi."cerita Killa.


"Apaa !!"kaget Pak Rektor dan Pak Dosen.


"Baiklah... kita akan menyelidiki kasus ini menangkap pelakunya."sahut Pak polisi yang masih berada di sana dan ikut mendengarkan.


**************


Setelah satu minggu kejadian pembongkaran itu, Killa dkk mendapatkan kabar kalau Pak Rendi telah di tangkap yang berada dikota Malang untuk melarikan diri dari apa yang telah ia lakukan. Jasad Risya juga telah dikuburkan didekat makam kedua orang tuanya.


Killa dkk melihat sosok Risya yang sangat cantik tidak seperti saat ia menampakkan diri sebelumnya yang penuh dengan luka ditubuhnya. Risya tersenyum dengan mereka dan melambaikan tangan tanda salam perpisahannya dan ucapan terima kasih.


T.A.M.A.T