
Pagi harinya...
Killa dkk saat ini sudah berada dikampus, mereka melaksanakan MOS. Disaat mereka sedang melaksanakan MOS tanpa mereka sadari ada yang mengawasi mereka dari lantai atas, sosok itu adalah hantu perempuan penuh dengan luka yang datang ke mimpi Killa.
Skip selesai MOS...
Setelah selesai melaksanakan MOS, seluruh mahasiswa pun kembali ke kelas masing-masing. Killa dkk yang kebetulan mendapatkan kelas dilantai atas dekat sosok hantu perempuan penuh luka menampakkan dirinya kemarin.
Saat Killa dkk menuju kelas, Killa tak melihat adanya sosok hantu perempuan penuh luka itu disana. Killa dan semua sahabatnya meneruskan menuju kelas.
"Huh... capeknya. Gini ya rasanya MOS jadi maba..."keluh Riri.
"Iya, gue juga capek Ri."jawab Siska.
"Ehh ngomong-ngomong, tadi gue gak liat sosok perempuan penuh luka yang kayak lo cerita kemarin Niel.."kata Raka.
"Iya gue juga enggak."sahut Alex, Riri, Siska, juga Jessie.
"Gue juga nggak liat..."jawab Daniel.
"Felix, Killa lo berdua kenapa diam aja dah?"tanya Jessie.
"Hmm... gak apa-apa Jess.."jawab Killa tersenyum.
"Gue mah nyimak aja apa yang kalian omongin."sahut Felix.
"Tapi... lo semalem kenapa Kil chat di grup kita?"tanya Siska.
"Hmmm.... cerita gak ya..."kata Killa sambil melirik Felix.
Felix yang merasa di lirik oleh Killa pun mengangguk kepadanya, tanda agar Killa cerita saja.
"Emangnya ada apaan sih Kil?"tanya Alex.
"Semalem gue mimpi..."jawab Killa gantung.
"Yaelah... kirain apaan."sahut Raka.
"Gue mimpi sosok perempuan penuh dengan luka yang menghuni dilantai 2 di kampus ini."sambung Killa.
"Hah !!! Serius lo Kil.."kaget mereka semua, kecuali Felix.
"Lix, lo kok biasa aja sih denger cerita Killa?"tanya Jessie.
"Karna gue dah tau ceritanya, semalem gue telpon Killa sewaktu dia chat di grup kita dan kebetulan juga gue belum tidur saat itu."jawab Felix.
Mereka yang mendengar penjelasan dari Felix pun mengangguk tanda mereka mengerti.
Skip...
Pada saat seluruh mahasiswa sedang melaksanakan mata kuliah pertama, Killa yang tak sengaja melihat ke arah jendela menuju luar ia melihat sosok yang masuk ke dalam mimpinya semalam. Sosok itu membelakangi kelas Killa, tapi masih bisa di lihat oleh Killa.
Sosok perempuan itu merasakan ada seseorang yang memperhatikannya dari dalam kelas tempat ia berdiri, lalu sosok itu menoleh ke arah Killa dan tersenyum. Sosok itu bicara dari batin kepada Killa.
"Kita bertemu lagi.."kata sosok perempuan itu lewat batin.
"Iya kita ketemu lagi... apa yang terjadi padamu?"tanya Killa masih lewat batin.
"Nanti saat kau selesai aku akan menemuimu... atau kau bisa panggil aku saja."jawab sosok perempuan itu masih lewat batin juga.
"Lalu bagaimana cara aku memanggilmu?"tanya Killa.
"Panggil saja Risya... itu adalah namaku."jawab sosok Risya.
"Oh baiklah kalo begitu..."sahut Killa lewat batin.
Skip pulang...
Setelah hari pertama kuliah mereka lalui dengan lancar, Killa dkk pun segera menuju parkiran. Saat mereka menuju parkiran diam-diam Killa memanggil sosok hantu perempuan itu lewat batin.
"Ada apa?" jawab sosok Risya ke Killa.
"Kau ikut aku pulang dan ceritakanlah apa yang kamu alami dengan kami."kata Killa.
"Baiklah..."jawab sosok Risya.
Sesampainya di parkiran....
Saat diparkiran, mereka semua satu persatu memasuki mobil. Baru saja Killa duduk, Jessie tiba-tiba berkata...
"Kil... lo ngerasa gak sih kalo ada sosok perempuan penuh luka yang ngikutin lo?"tanya Jessie ke Killa.
"Iya gue tau kok..."jawab Killa.
"Kenapa lo diemin aja?"tanya Riri.
"Iya karena gue yang manggil dia.."jawab Killa santai.
"Hah !! kapan lo manggil? Perasaan lo diem-diem aja deh dari tadi pas jalan ke parkiran..."tanya Alex.
"Yang kalian liat emang diem, tapi gue manggil dia lewat batin."jawab Killa.
"Wahh gila ya lo... kirain gue lo gak tau ada sosok yang ngikutin lo."sahut Siska.
"Gue masih waras woii Siska... gue gak gila."sewot Killa.
"Udahlah yok mending kita ngobrolnya di mansion Killa aja, pasti ada alasannya kenapa Killa manggil sosok hantu perempuan itu."lerai Felix.
Mereka setuju dengan apa yang dikatakan Felix, mereka pun langsung menuju mansionnya Killa yang memang tidak terlalu jauh dari kampus.
Sesampainya di mansion Killa, mereka pun duduk bersama di ruang tengah. Lalu Raka yang penasaran pun langsung saja menanyakan kepada Killa.
"Woii Killa... jadi kenapa lo bawa ini makhluk gaib?"tanya Raka.
"Karena katanya dia akan menceritakan apa yang ia alami semasa dia hidup."jawab Killa.
"Emang apaan Kil?"tanya Daniel.
"Kalo gue tau gak mungkin gue nyuruh nih makhluk ngikut woi Niel..."kesal Killa.
"Iyaa... gimana sih lo Niel."kata Alex.
"Iyaiya maaf guys..."jawab Daniel.
"Yaudah lo tanya gih Kil biar tau ceritanya gimana kalo ada yang bisa dibantuin ya ayokk kita bantuin."kata Jessie.
"Yaudah bentar gue panggil dulu tuh hantu... Risya...?"jawab Killa sambil memanggil sosok Risya.
Tak lama kemudian sosok Risya pun muncul di depan mereka semua.
"Iyaa ada apa Killa?"tanya sosok Risya.
"Apa kamu mau cerita sekarang apa yang kamu alami?"tanya Killa.
"Tapi mereka..."jawab sosok Risya sambil menunjuk ke arah teman-teman Killa dengan ragu.
"Mereka kenapa?"tanya Killa.
"Apa mereka bisa liat saya juga?"tanya sosok Risya.
"Iya mereka bisa liat kamu dan mereka juga mau ikut membantu kamu Risya.."jawab Killa tersenyum.
"Makasih kalian mau bantu aku, baiklah aku akan menceritakan masa lalu ku yang sangat kelam kepada kalian."jawab sosok Risya.
"Jadi dulu aku...