The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Wewegombel



Maaf ya readers baru up lagi 🙏🙏 berapa hari ini memang agak sedikit sibuk... harap dimaklumin ya.


Oke lanjutt...


****************


"Apa mungkin itu ada campur tangan sosok tak kasat mata ya..." kata Alex sambil mode berpikir.


"Ya Tuhan.... tolong, saya ingin putriku kembali hiks...hiks...hiks..." kata ibu Siti sambil menitikkan air matanya.


"Baiklah bu... kita semua akan bantu ibu mencari anak ibu, ibu tunggu disini saja." kata Killa yang diangguki ketujuh sahabatnya juga semua warga yang ikut membantu.


Killa dkk juga warga lainnya mulai berpencar untuk mencari anak ibu Siti yang hilang. Killa dkk pun mencari disetiap tempat yang pernah dikunjungi putri bu Siti, tetapi mereka tak berhasil menemukan Laras.


Tiba-tiba Killa berhenti berjalan dan mengingat ucapan Alex sebelum mereka memutuskan untuk mencari Laras putri bu Siti...


"Lex... lo sebelumnya bilang mungkin adanya campur tangan dari sosok tak kasat mata kan?" tanya Killa pada Alex.


"Iya Kil... memang kenapa?" tanya Alex.


"Gue tadinya mikir kalo Laras itu disembunyiin sama si tante Wewe... soalnya kita gak nemuin dia kan ditempat biasa Laras main. Kalo menurut kalian gimana guys...?" kata Killa dan meminta pendapat pada semua sahabatnya.


"Nahh gue juga dari tadi mikirnya gitu Kil.." jawab Jessie dan Riri bersamaan.


"Kalo menurut kalian gimana Felix, Daniel, Raka, sama Alex..?" tanya Killa lagi.


"Iya yank, aku sependapat sama kamu dan Jessie juga Riri. Soalnya kan kita udah kesetiap tempat yang Laras kunjungi untuk bermain, tapi hasilnya tetep gak ada." jawab Felix.


"Iya Kil kita bertiga juga sependapat sama lo, ohh iya sebenernya dari tadi gue dari liat bayangan saat kita lagi nyari Laras guys.." kata Daniel memberitahu pada semua sahabatnya tentang apa yang ia lihat sedari tadi.


"Bayangan apa Niel?" tanya Felix.


"Gue juga liatnya gak terlalu jelas sih Lix.. tapi bayangan itu sedari tadi mengikuti kita terus kesetiap tempat." jelas Daniel kepada semua sahabatnya.


"Tapi kok gue gak liat ya...!!" kata Siska yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka.


"Iya sama kita juga nggak liat loh..." sahut Killa dan kelima sahabatnya.


Saat mereka sedang membahas tentang sosok bayangan tiba-tiba saja Killa dkk mendengar suara ranting pohon yang bergesekan yang berjarak satu meter dari mereka.


"Heyy... siapa disana..?" tanya Felix.


"....." hening tak ada jawaban.


Killa dkk pun kembali membahas tentang bayangan yang dilihat oleh Daniel, tetapi tak lama mereka membahas sosok bayangan itu suara gesekan ranting kembali terdengar dari pohon yang sama. Lalu Killa dkk memutuskan untuk memeriksa langsung kepohon tadi. Saat mereka hendak berjalan, Killa dkk mendengar suara tangis anak kecil yang tak jauh dari mereka.


Killa dkk pun saling berpandangan dan bergegas menuju tempat suara ranting yang mereka dengar. Saat Killa dkk akan segera sampai suara tangisan anak kecil itu semakin terdengar jelas ditelinga mereka. Killa dkk pun telah sampai ditempat, lalu mulai mencari asal suara tangisan itu. Saat itu pula Felix yang berada tepat didepan pohon bambu mendengar sangat jelas suara tangisan anak kecil tersebut, Felix pun memanggil semua sahabatnya agar cepat mendekat.


"Guys...." panggil Felix.


"Kenapa yank...?" tanya Killa.


"Iya Lix ada apaan...?" tanya Siska penasaran.


"Gini guys... gue denger suara tangisan anak kecil itu jelas banget dipohon bambu itu." jawab Felix sambil menunjuk pada pohon bambu yang ia maksud.


"Jangan-jangan itu Laras anaknya bu Siti.." sahut Daniel dan Raka bersamaan.


"Bisa jadi guys..." kata Riri membenarkan.


"Tapi hanya ada kita disini, lalu bagaimana kita mau menemukan Laras ? Sedangkan kita saja gak ngeliat ada Laras disini..?" tanya Alex.


"Kita berdoa saja meminta pertolongan sama Allah semoga kita dipertemukan sama Laras dan dilancarkan niat baik kita." jawab Killa yang langsung disetujui oleh ketujuh sahabatnya itu.


Killa dkk pun berdoa bersama agar segera menemukan Laras anak bu Siti. Disaat Killa dkk sedang khusyuk berdoa, suara tangisan anak kecil itu semakin terdengar dipohon bambu. Selesai Killa dkk berdoa, perlahan anak kecil yang mereka cari kini mulai terlihat, anak kecil itu bernama Laras.


Felix pun bergegas mendekat kepohon bambu dengan dibantu oleh Alex. Mereka berdua berusaha mengeluarkan Laras dari celah-celah pohon bambu. Saat Felix dan Alex berhasil mengeluarkan Laras, Killa dkk langsung memeriksa keadaan Laras. Laras yang saat itu dalam keadaan masih menangis, ketakutan, juga tubuhnya penuh luka.


Lalu Killa dkk pun mengajaknya pulang ke mansion lebih dahulu sampai menunggu warga lainnya datang.


***********


Killa dkk sudah berada di mansion, sambil menunggu warga dan bu Siti datang Killa dkk menenangkan Laras yang masih saja menangis dan juga mengobati luka-luka yang ada ditubuhnya.


Tak lama kemudian bu Siti dan warga datang ke mansionnya Killa, Lalu bu Siti bergegas masuk kedalam dan melihat anaknya sudah ketemu sangat bahagia. Tak berselang lama, sosok Wewegombel yang menculik Laras pun muncul dengan raut wajahnya yang sangat marah juga menyeramkan.


"Arghhhh... hei manusia kembalikan anak itu padaku sekarang juga." kata sosok Wewegombel.


"Pergilah... jangan ganggu anak ini, dia tak punya salah padamu." sahut Felix.


"Aku tak akan pergi sebelum anak itu dikembalikan padaku..." kata Wewegombel lagi.


"Kami tak akan memberikan anak ini kepadamu." kata Alex lantang.


Mendengar perkataan Alex, Wewegombel itupun menjadi marah dan wajahnya yang juga sangat menyeramkan.


"Kembalikan Arghhhh...." kata Wewegombel yang marah.


"Tak akan..." kata Jessie mantap.


Wewegombel yang masih dalam keadaan marah semakin marah mendengar perkataan Jessie, lalu Wewegombel itu bersiap akan menyerang Killa dkk juga semua warga tiba-tiba muncul sosok Nyai siluman ular dan dua sosok harimau putih yang menghalangi sosok Wewegombel.


Terjadilah pertengkaran antara Wewegombel dan Nyai siluman ular juga dua sosok harimau putih, sedangkan Killa dkk juga warga membawa Laras ke sisi yang lebih aman. Selagi sosok Wewegombel dan Nyai siluman ular juga dua sosok harimau putih bertengkar, Killa dkk kembali melanjutkan membersihkan dan mengobati luka Laras. Tak berselang lama pertengkaran antara Wewegombel dan Nyai siluman ular juga dua sosok harimau putih selesai, yang dimenangkan oleh Nyai siluman ular dan dua sosok harimau putih sedangkan sosok Wewegombel itu telah lenyap tak berbekas.


Laras pun sudah sedikit tenang dan lukanya juga telah di obati oleh Killa dkk, lalu Laras dan Bu Siti pamit untuk kembali ke kediamannya dan tak lupa juga ia berterima kasih kepada Killa dkk juga semua warga yang telah membantu menemukan anaknya.