
Jam sudah menunjukkan pukul 17.50 sore Killa dkk, Arga, Laura, juga Felicya pun memasuki mansion. Mereka pun menuju ruang tengah untuk beristirahat sebentar. Barang belanjaan mereka sudah di bawa ke dapur oleh pelayan.
Arga yang sedari di mall sampai mansion masih setia memperhatikan Felicya dan berpikir kalau yang di hadapannya adalah Felicya sahabat yang ia cintai sebelum akhirnya mereka berpisah , karena mereka akan melanjutkan kuliah di luar negeri.
Felicya saat itu mencuri pandang dengan Arga, ia juga berpikir sama seperti Arga. Tapi dengan cepat ia tepis, karena ia pikir Arga tak mungkin mencintainya seperti dia mecintai Arga sejak dulu.
Pada saat itu Killa dkk juga Laura pamit untuk menuju kamar masing-masing untuk membersihkan tubuh mereka yang lengket, dan tinggal lah Arga dan Felicya di ruang tengah.
Sampai akhirnya....
"Ehmm Feli... lo bener Felicya Anggarini sahabat gue SMA kan?"tanya Arga membuka obrolan.
"Hmm... iya gue felicya Anggraini sahabat lo Ar..."jawab Felicya tersenyum.
"Feli... gue kangen banget sama lo fel."kata Arga.
"Sama Ar.. gue juga. Ar.. lo gak banyak berubah ya. Sebenernya gue udah ngenalin lo sewaktu Killa ngajak gue ke kasir dan bertemu kalian semua."jelas Felicya.
"Lo kenapa gak langsung tegur gue?"tanya Arga.
"Gue cuma mau memastikan kalo itu beneran lo Ar... gue gak mau salah orang. Apa lagi kan kita udah bertahun-tahun gak ketemu Ar, kita baru ketemu hari ini..."jelas Felicya.
"Tapi lok lo bisa sih sama adek gue Fel?"tanya Arga lagi.
"Ohh itu... tadi gue sama Jessie berantem saat di rak cemilan Ar."jawab Felicya.
"Berantem? Gara-gara apaan?"tanya Arga.
"Jadi tadi itu ada ciki yang jatuh terus gue sama Jessie saling salah, terus kita debat sampe 2 kali. Dan Killa yang ngelerai perdebatan gue sama Jessie sampe 2 kali juga. Sampe akhirnya Killa bilang kalo kita berdua itu di kerjain sama tante Kunti yang jahil Ar."jelas Felicya pada Arga.
"Wahh gila.. dan lo masih bisa liat yang begituan Fel?"tanya Arga.
"Iya mau gimana lagi.... ini keturunan kakek gue Ar."jawab Felicya.
Tiba-tiba...
"Widihh... kayaknya asik bener ngobrolnya kak..."kata Killa.
"Ohh iya... kok baru bilang ke Killa sekarang?"tanya Killa.
"Jadi sebenernya... kak Feli itu udah ngenalin kakak waktu di mall tadi, tapi dianya takut salah orang Kil. Karena kan udah lama gak ketemu kita."jelas Arga pada Killa.
"Ohh jadi gitu ternyata.."kata Killa.
"Btw Kil... kamu masih sekolah?"tanya Felicya pada Killa.
"Killa udah kuliah kak Fel..."jawab Killa.
"Terus mereka juga Kil kuliah? Lalu mereka itu siapanya kamu dek?"tanya Felicya beruntun.
"Iya kak... mereka sahabat Killa dari SMP."kata Killa.
"Pantes... mereka sampe segitu emosi saat liat kakak yang gak sengaja bentak kamu, maaf ya Kil.."kata Felicya.
"Iya gak papa kok kak santai aja..."sahut Killa dengan senyum manisnya.
Tak lama kemudian semua sahabat Killa juga Laura pun turun dan menuju ruang tengah sambil menunggu jam makan malam, mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol ringan (kalo ngobrol berat gimana ya 🤔) dan di selingi juga canda tawa.
Waktu makan malam pun tiba, mereka semua tak lupa Felicya yang masih di mansion pun beranjak ke meja makan. Seperti biasa mereka makan dengan tenang dan hening, hanya suara dentingan sendok dan garpu yang saling beradu.
Saat mereka sedang menikmati makan malam, tiba-tiba saja listrik padam membuat kegiatan makan malam mereka terhenti sejenak. Felix pun beranjak menuju dapur untuk mengambil lilin di bantu dengan senter ponselnya.
Baru saja Felix tiba di dapur ia di kagetkan dengan sosok penampakan pocong sedang berdiri tegak di dekat jendela dapur. Felix pun berusaha untuk mengalihkan pandangannya dari sosok pocong itu, ia pun mengambil lilin lalu menyalakannya dan segera ke meja makan.
Sesampainya di meja makan, Felix langsung menaruh beberapa lilin di meja dan melanjutkan makan malam mereka yang sempat tertunda.
Selesai makan malam, Killa dkk juga Laura kembali menuju ruang tengah. Sedangkan Arga dia mengantarkan Felicya pulang ke rumahnya.
Skipp......