
"Tadi... gue.. diteror lagi sama sosok itu Jess terus sosok itu juga menampakkan wujudnya sama gue hiks.. hiks... hiks..." jawab Melani yang kembali menangis dan sangat ketakutan.
"Diteror gimana Mel?" tanya Siska.
"Tadi gue lagi dengerin musik dari hp gue, tapi gue denger suara berisik dari dapur gue pikir ada maling yang masuk kerumah. Gue coba ngecek kedapur tapi gak ada apa-apa, peralatan dapur juga masih ditempatnya. Gue saat itu mutusin buat kembali kekamar tapi saat diruang keluarga gue, sosok itu menampakkan diri sama gue..." cerita Melani pada Killa dkk.
"Mel... kayaknya kita harus kembali kedesa tempat nenek lo tinggal." sahut Killa yang diangguki oleh ketujuh sahabatnya.
"Tapi Kill... gue takut." kata Melani yang masih menangis.
"Katanya lo mau bebas dari Genderuwo itu... Lo harus balik kedesa itu." kata Riri yang disetujui oleh mereka bertujuh.
"Yaudah deh..." kata Melani pasrah.
"Kalo gitu kita pulang dulu, nanti lo tentuin aja kapan mau kesananya Mel." sahut Alex.
Melani hanya menjawab dengan anggukkan kepala.
Killa dkk pun berpamitan untuk pulang, karena hari sudah mulai sore. Diperjalanan killa dkk tak ada pembahasan apapun yang ada hanya keheningan, Killa dkk sibuk dengan ponsel masing-masing bahkan saat mereka telah tiba dimansion. Setelah memarkirkan mobil, Killa dkk pun memasuki mansion. Killa dkk melihat Arga yang sedang duduk santai diruang tengah sambil menonton tv, Killa dkk pun memutuskan untuk duduk bersama Arga yang sedang menonton acara berita di tv.
Arga yang melihat Killa dkk yang sudah kembali entah darimana pun bertanya kepada Killa dkk...
"Kalian darimana...?" tanya Arga pada Killa dkk.
"Dari rumah teman kuliah kak." jawab mereka kompak.
"Ngapain?" tanya Arga lagi.
"Bantuin dia kak." jawab Killa yang sambil bersandar disofa.
"Emang bantuin apaan?" tanya Arga penasaran.
"Jadi, dia minta bantuan kita untuk melepaskan sosok yang mengikutinya dan juga neror dia." jawab Felix.
"Sosok? Teror?" beo Arga.
"Iya kak... sosok itu sosok Genderuwo yang ngikut dia sewaktu dia liburan kedesa neneknya dan tadi kita abis dari rumahnya katanya dia diteror sama Genderuwo ini." kata Jessie bercerita.
"Terus sekarang gimana udah selesai..?" tanya Arga kembali.
"Belum kak... kita semua harus kedesa tempat neneknya itu biar tuntas." jawab Raka yang diangguki ketujuh sahabatnya.
Setelah Arga mendapatkan jawaban dari Killa dkk pun hanya diam membisu.
Skip
Jam menunjukkan pukul 19.00 WIB Killa dkk, Arga, Zea, Yoga, Lia, dan juga Laura saat ini sedang menikmati makan malam mereka dengan hening hanya ada suara dentingan sendok dan garpu. Setelah makan malam selesai Killa dkk memutuskan untuk duduk bersantai diruang tengah sambil menonton tv yang diikuti oleh Laura, Zia, dan juga Yoga. Sedangkan Arga ia memilih pergi keruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang belum sempat ia selesaikan.
Diruang Tengah
Killa dkk, Yoga, Laura, dan Zia sedang asik dan fokus menonton tv. Tak lama kemudian Lia menghampiri mereka dengan membawa cemilan dan minuman dingin untuk mereka semua, lalu menaruhnya diatas meja. Setelah Lia telah menaruh cemilan dan minuman itu, ia memutuskan untuk bergabung dengan mereka. Saat ia ingin duduk, tak sengaja ia melihat sosok tinggi besar dengan mata yang merah dan juga bertaring sedang berada didekat jendela kedua ruang tengah.
Sontak saja Lia yang melihat itu langsung berteriak membuat Killa dkk juga Yoga, Zia dan Laura melihat kearahnya. Saat Killa dkk ingin bertanya pada Lia, Arga pun menghampiri mereka semua dengan wajah yang panik juga khawatir saat mendengar suara teriakan Lia.
"Iya... mbak ada apa?" tanya Killa dkk bersamaan.
Sedangkan Yoga, Laura, dan Zia hanya diam menunggu jawaban dari Lia.
"Arga, Killa dkk... tadi mbak liat ada sosok tinggi besar, matanya merah, dan ada taringnya juga.." jawab Lia yang masih agak ketakutan.
Killa dkk yang mendengar jawaban Lia pun saling berpandangan satu sama lain dan kembali menanyakan dimana ia melihat sosok itu.
"Mbak liat sosok itu ada dimana?" tanya Alex.
"Sosok itu berada didekat jendela itu..." jawab Lia sambil menunjuk jendela kedua diruang tengah.
Killa dkk pun langsung beralih melihat kearah jendela kedua yang dimaksud oleh Lia, tetapi saat mereka melihat kejendela itu sosok yang dimaksud oleh Lia sudah tak berada disana.
"Yaudah mbak jangan takut lagi ya... sosoknya udah gak ada disana kok." kata Siska menenangkan Lia.
"Iya mbak... mending mbak istirahat aja ya." kata Raka.
Lia yang mendengar perkataan Killa dkk hanya mengangguk saja karena ia masih sedikit takut, lalu ia pun perlahan berjalan menuju kamarnya.
Arga yang sedari tadi hanya menyimak perkataan mereka akhirnya membuka suara...
"Apa mungkin sosok yang dilihat oleh mbak Lia adalah sosok Genderuwo yang mengikuti temen kamu Kil?" tanya Arga pada Killa.
"Entahlah kak... Killa belum yakin." jawab Killa.
"Kapan kalian akan menyelesaikan membantu teman kalian?" tanya Arga.
"Secepatnya kak..." jawab mereka berdelapan.
"Kalo gitu... kakak, mbak Lia, dan Felicya akan ikut bersama kalian juga." kata Arga.
"Tapi kak... siapa yang akan menjaga mereka bertiga?" tanya Killa sambil menunjuk Laura, Yoga, dan Zia.
Arga terdiam saat mendengar pertanyaan Killa, lalu ia melirik ketiga anak kecil itu.
"Kak... kita bertiga ikut aja ya." pinta Laura pada Arga juga killa dkk.
Killa dkk juga Arga pun terdiam dan berpikir sejenak dan pada akhirnya mereka memutuskan akan membawa ketiga anak kecil itu bersama mereka.
"Baiklah... kalian bertiga akan ikut juga karena nanti jika kalian dimansion tak ada yang menjaga kalian." kata Arga yang diangguki oleh Killa dkk.
"Horee... terima kasih kak." kata mereka bertiga bersamaan.
"Iya.. sama-sama." sahut Arga juga Killa dkk kompak.
Setelah itu Arga kembali keruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya kembali. Sedangkan Killa dan ketiga anak kecil itu masih berada diruang tengah dan melanjutkan acara menonton acara ditelevisi.
Saat itu, jam sudah menunjukkan pukul 21.15 WIB Killa dkk, Laura, Yoga, dan Zia memutuskan untuk tidur dikarenakan mereka harus bangun pagi untuk bersekolah begitupula dengan Killa dkk yang mendapatkan jadwal kuliah pagi. Akhirnya mereka semua pun beranjak dan berjalan menuju kamar mereka masing-masing dan bersiap menjemput mimpi indah mereka.
Keesokkan harinya....