
Flashback On
Fira adalah anak tunggal, ayah dan ibunya sudah bercerai saat Fira masih bayi. Fira sendiri dirawat oleh Nenek dan ibunya, sedangkan ayahnya tak tahu kemana setelah mereka bercerai. Saat Fira masih berumur 3 tahun, ibunya menikah lagi dengan seorang laki-laki yang lebih bertanggung jawab. Setelah 4 tahun berlalu lebih tepatnya saat Fira berumur 7 tahun tiba-tiba saja seorang laki-laki datang menghampirinya dan mengatakan jika ia adalah ayah kandungnya. Tetapi Fira yang saat itu masih belum mengerti hanya bisa lari ketakutan menuju ibunya sambil menangis.
"Fira kenapa Nak?" tanya ibunya khawatir saat melihat Fira menghampirinya sambil menangis.
"Bunda... Fira takut hiks.." kata Fira masih menangis.
"Fira takut sama siapa?" tanya Bundanya dengan lembut.
"Paman yang ada didepan rumah kita Bunda hiks..." jawab Fira sambil menunjuk arah pintu luar.
Ibunya Fira pun langsung menuju keluar rumah dan melihat siapa gerangan yang membuat anaknya menangis ketakutan. Saat ibunya sampai dihalaman rumah, ia sangat terkejut saat melihat ayah kandung Fira berada didepan rumahnya.
"Mau apa kamu kesini?" tanya Ibunya Fira.
"Aku mau melihat anakku.. aku juga mau mengenalnya." jawab Ayah kandung Fira.
"Dengan cara kamu membuatnya menangis ketakutan seperti itu..?" tanya Ibunya Fira.
"Maafkan aku... aku tak berniat membuatnya menangis ketakutan." jawab Ayah kandung Fira.
"Sekarang kau pulanglah dulu, nanti aku coba membujuknya agar ia tak takut padamu." kata Ibunya Fira.
Ayah kandung Fira hanya mengangguk, lalu berpamitan pulang. Setelah ayah kandung Fira pulang, ibunya Fira pun masuk kembali kedalam rumah. Ibunya Fira menemukan Fira sedang duduk sendirian meringkuk ketakutan. Ibunya Fira pun memeluknya dan membawanya masuk kedalam kamar berniat untuk membicarakan tentang ayah kandungnya. Sesampainya didalam kamar...
"Fira..." panggil sang Ibu sambil mengelus rambut putrinya agar tenang.
"Iya Bunda.." sahut Fira lembut sambil menatap ibunya penuh tanya.
"Fira.. Bunda mau mengatakan sesuatu sama kamu Nak." kata Ibunya Fira.
"Apa itu Bunda..?" tanya Fira penasaran.
"Fira... orang yang kamu panggil paman itu sebenernya adalah ayah kandung kamu." jawab Ibunya Fira.
"Bukan.. dia bukan ayahku bunda, Fira hanya punya satu ayah saja." kata Fira pada Bundanya.
"Fira sebenarnya..." kata Bundanya sedikit ragu untuk menceritakan semuanya.
"Sebenarnya apa Bunda?" tanya Fira penasaran.
"Sebenarnya... dulu sewaktu kamu masih bayi Bunda dan Ayahmu berpisah karena kami sudah tak sejalan. Ayahmu yang dulu suka bermain judi dan mabuk-mabukkan juga suka memukul Bunda jika Bunda tak memberinya uang untuk bermain judi. Awalnya Bunda tetap bertahan bersama ayahmu berharap ayahmu perlahan-lahan akan berubah, tetapi ayahmu masih tetap saja sama." cerita sang Bunda, berharap putrinya itu mengerti.
Fira yang mendengar cerita dari Bundanya mulai sedikit memahaminya, ia merasa bersalah sudah tak sopan kepada ayah kandungnya. Semenjak ibunya Fira menceritakan semuanya, ayah kandungnya Fira juga Fira selalu bertemu. Fira mulai menerima keberadaan ayah kandungnya, Fira dan ayah kandungnya semakin dekat. Sedangkan ayah sambungnya Fira tak mempermasalahkan jika Fira dekat dengan ayah kandungnya.
Sampai suatu ketika Fira diajak oleh ayah kandungnya pergi untuk jalan-jalan berdua disekitaran desa saja. Fira yang diajak oleh ayah kandungnya berjalan-jalan sangat bahagia walaupun hanya disekitaran desanya. Awalnya Fira dan ayah kandungnya baik-baik saja dan bersenang-senang sambil bercanda bersama. Sampai akhirnya, Ayah kandungnya Fira mendapatkan telepon dari seseorang yang Fira tak tahu siapa orang itu.
Drrrttt....drrrtttt....drrrtt....
"Kamu dimana?" kata wanita ditelepon.
"Aku sedang berjalan-jalan dengan anakku, ada apa sayang?" ucapnya lalu bertanya kepada wanita pujaan hatinya.
"Pulanglah atau aku bunuh anak itu.." ucap wanita itu mengancam.
"Baiklah aku pulang tapi jangan kau bunuh anakku.." sahut Ayah Fira sambil menutup telepon.
Setelah menutup telepon dari kekasihnya, Yoga ayah kandung Fira menghembuskan nafas lelah. Ia lelah menghadapi sikap kekasihnya yang egois tak memperbolehkan dirinya bertemu Fira anaknya. Mau tak mau ia harus mengikuti kemauan kekasihnya atau nyawa anaknya yang akan terancam jika ia tak mengikuti kemauannya. Lalu Yoga pun mengajak Fira untuk kembali kerumah, Fira yang diajak pulang pun merasa kecewa karena ia masih ingin berjalan-jalan dan menghabiskan waktu berdua dengan sang ayah tetapi mau tak mau ia menuruti keinginan ayahnya yang mengajaknya untuk pulang.
Saat diperjalanan pulang, Fira dan ayahnya bersenandung kecil sambil bercanda bersama. Saat mereka sedang asik bersenandung dan bercanda, tanpa menyadari jika seseorang yang sedang mengawasi mereka berdua dari kejauhan. Tiba-tiba datanglah orang asing yang memakai masker juga hoodie yang kebesaran dengan perawakan seperti perempuan. Perempuan itu membawa sebuah pisau yang sangat tajam dibalik hoodie kebesarannya. Yoga sejak awal yang melihat perempuan asing yang berjalan kearah mereka sudah merasa curiga dengannya tetapi ia buang jauh-jauh perasaan itu. Perempuan asing itu berjalan semakin mendekat kearah mereka dengan posisi satu tangannya yang berada dibelakang memegang benda tajam yang akan ia gunakan untuk melukai Fira.
Setelah mereka sudah semakin dekat, perempuan itu mulai mengeluarkan pisau yang sangat tajam yang ia sembunyikan sedari tadi dibalik hoodienya. Ia berjalan sedikit lebih cepat dari yang sebelumnya dan mengarahkan pisau itu kearah Fira yang saat itu sedang asik bersenandung. Yoga yang menyadari jika perempuan berjalan sedikit cepat dan juga memegang pisau yang mengarah kepada putrinya, berusaha dengan cepat menyelamatkan putrinya. Tetapi ia terlambat, perempuan itu lebih dulu menusuk putrinya dengan sangat brutal. Yoga yang melihat itu berusaha menghentikan perempuan itu, tetapi tak sengaja pisau itu mengarah padanya dan juga menusuknya pada bagian dada sebelah kiri. Yoga saat itu sempat melihat perempuan itu berteriak menyebut namanya dan Yoga mengenali suara itu, tak lama perempuan itu melepas maskernya. Terlihat wajah perempuan yang telah menusuknya dan putrinya, ya.. perempuan itu kekasih Ayahnya Fira. Yoga yang melihatnya dengan tatapan marah juga kecewa, lalu ia berpaling melihat anaknya yang sudah tak bergerak karena kehabisan darah ia pun memperdalam tusukkan pisau itu yang akhirnya Yoga menyusul Fira...
Sedangkan perempuan itu atau kekasih ayahnya Fira menangis menyesali perbuatannya yang telah tak sengaja menusuk kekasihnya itu. Lalu ia pun bangkit dari duduknya dan memutuskan untuk kabur dari sana dengan membawa mayat kekasihnya.
"Maafkan aku sayang..." ucap perempuan itu lalu membawa mayat ayah Fira dan meninggalkan mayatnya Fira disana sendiri.
Flashback Off
"Gitu kak ceritanya... tolong bantu Fira ya kak." ucap Fira sambil menunduk.
"Iya.. kita semua akan bantu kamu sampai tuntas." sahut Felix.
"Kamu tenang aja ya dek..." kata Killa yang diangguki oleh sahabatnya yang lain.
"Terima kasih kak.." ucap sosok Fira.
Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB, Killa dkk sudah menceritakan tentang pertemuannya dengan sosok Fira kepada Arga, Felicya, Melani dan juga Neneknya Melani yang meminta bantuan Killa dkk. Neneknya Melani dan Melani pun mendukung Killa dkk untuk membantu sosok Fira agar ia tak bergentayangan dan tak tenang dialamnya jika orang yang telah membunuhnya belum tertangkap.
Skip
Pukul 18.00 WIB, Killa dkk juga yang lainnya sedang bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah. Setelah selesai, mereka pun duduk lesehan untuk makan malam bersama. Disela-sela makan malam, mereka sedikit membahas tentang Killa dkk yang akan membantu sosok Fira.
"Ngomong-ngomong kalian kapan mau ngebantu sosok Fira?" tanya Arga kepada Killa dkk.
"Rencananya sih besok pagi aja kak.." jawab Killa dkk bersamaan.
"Yaudah kalo gitu.. kalian tetap harus hati-hati dan jangan lupa berdoa minta pertolongan sama Allah ya cu." kata Nenek Melani memberi pesan kepada Killa dkk.
"Iya Nek.. pasti kita akan hati-hati dan gak lupa berdoa." sahut Jessie yang diangguki oleh yang lainnya.
Setelah makan malam, Killa dkk dan Melani duduk bersantai diteras rumah Neneknya Melani. Mereka mengobrol dan bercanda bersama sampai larut malam. Sampai akhirnya, Killa mengajak mereka semua untuk masuk kedalam karena Killa melihat sosok yang menyeramkan yang berada dibawah pohon depan rumah Neneknya Melani. Saat sudah berada didalam, Killa langsung mengajak mereka untuk tidur karena besok mereka akan mulai membantu sosok Fira menemukan pembunuhnya.
Keesokkan harinya...