
Pagi harinya...
Killa dkk dan juga yang lainnya saat ini berada dimeja makan sedang menikmati sarapan mereka. Seperti biasa tak ada percakapan sama sekali diantara mereka, yang ada hanyalah suara dentingan sendok dan garpu yang saling bertautan. Tak lama kemudian, Killa dkk pun sudah selesai sarapan dan begitupula dengan Melani.
Mel... kapan kita mau berangkat?" tanya Killa pada Melani.
"Sebentar lagi Kil kita akan berangkat.." jawab Melani.
"Okelah.." sahut Killa dkk.
Skip
Setelah selesai sarapan, Killa dkk juga Melani pun berangkat menuju sungai tempat dimana Melani memindahkan sesajen itu dengan niat untuk meminta maaf kepada penghuni disana. Setelah berjalan sekitar 15 menit, Killa dkk dan Melani pun sampai disungai.
"Guys... disini gue nemuin sesajen itu dan gue sama saudara sepupu gue mindahain disana." kata Melani dan menunjuk kearah pohon yang memang terlihat masih ada sesajen.
"Yaudah kita kesana aja..." sahut Killa dan diangguki oleh ketujuh sahabatnya.
Lalu Killa dkk juga Melani pun berjalan menuju arah pohon yang tak jauh dari mereka berdiri. Sesampainya disana, sosok Genderuwo yang mengikuti Melani langsung menampakkan dirinya membuat Melani berteriak ketakutan.
"Aaaaaaaaaarrghhhhhhh...." teriak Melani.
Sedangkan Killa dkk yang sudah melihat sosok itu lebih dulu hanya biasa saja.
"Mau apa kamu sebenarnya?" tanya Killa pada sosok Genderuwo itu.
"Aku tak menginginkan apapun... hanya saja aku meminta pada anak ini agar tak sembarangan memindahkan sesajen ini sesuka hatinya." jawab sosok Genderuwo itu.
"Ma-maafkan aku... aa-aku ha-hanya ber-berniat agar oo-rang la-in t-t-tak meng-menginjak-nya sa-saja." kata Melani meminta maaf sambil terbata-bata karena ketakutan.
"....." sosok Genderuwo itu tak menjawab ia hanya diam saja sambil melihat Melani yang sedang ketakutan.
"Tolong jangan ikuti dia lagi karena dia sudah meminta maaf padamu..." kata Jessie kepada sosok Genderuwo itu.
"Tidak.. aku akan tetap mengikuti dan mengganggunya karena telah berani menyentuh makananku." sahut Genderuwo itu dengan amarahnya.
"Aku jamin dia tak akan menyentuhnya lagi..tapi tolong jangan ganggu dia lagi." kata Killa dengan santainya.
Setelah Killa dkk juga Melani melihat sosok Genderuwo itu pergi, mereka pun memutuskan untuk pulang saja. Didalam pikiran Killa dkk, mereka berpikir begitu mudahnya mereka membantu Melani biasanya mereka akan kesulitan jika berhadapan dengan sosok tak kasat mata.
Sesampainya dirumah nenek Melani sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB, Killa dkk juga Melani beristirahat sejenak lalu membantu nenek Melani untuk memasak makan siang untuk mereka. Setelah selesai, mereka semua pun menikmati makan siang mereka dengan lahap. Selesai makan siang, Felicya langsung menarik Killa dkk juga Melani keruang tengah untuk menanyakan perihal sosok Genderuwo yang mengikuti Melani...
"Ada apa sih kak?" tanya Killa yang diangguki oleh ketujuh sahabatnya begitupula dengan Melani.
"Kakak mau nanya soal sosok yang ngikutin Melani.." jawab Felicya.
"Oohh... udah selesai kok kak." sahut Felix sambil bersandar.
"Iya kak.. udah selesai dan gak ada kendala apapun kok ya walaupun tuh Genderuwo sempet gak ngelepasin Melani tapi kita udah berhasil membujuk Genderuwo buat lepasin Melani." kata Killa sedikit menjelaskan saat berada didekat sungai itu.
"Terus... besok kita mau pulang?" tanya Felicya.
"Yah kalo gak ada kendala yang lain sih kita pulang kak.." jawab Killa yang diangguki ketujuh sahabatnya juga Melani.
"Yaudah kalo gitu, kalian istirahat dulu mumpung masih siang juga..." kata Felicya yang disetujui oleh Killa dkk juga Melani.
Akhirnya Killa dkk juga Melani beranjak dan pergi kekamar masing-masing untuk beristirahat sejenak.
Skip
Malam harinya, Killa dkk dan yang lainnya makan malam bersama seperti biasa. Disaat mereka sedang menikmati makan malam, mereka semua dikejutkan dengan suara heboh dari luar. Mereka semuapun langsung beranjak keluar untuk melihat keadaan diluar. Saat mereka sudah berada diambang pintu rumah, Nenek Melani memanggil salah satu warga yang tak sengaja berjalan melewati rumah Neneknya Melani.
"Cu... ada apa? Kenapa semua warga pada heboh?" tanya Nenek Melani kepada salah satu pemuda didesa.
"Anuu... Anuu Nek... tadi kalo gak salah dengar ada penemuan jasad anak kecil disana." jawab Pemuda tadi sambil menunjukkan arah dimana ditemukannya jasad anak kecil.
"Jasad?" tanya Nenek Melani lagi.
"Iya Nek... katanya anak kecil itu ditemukan didekat sungai dengan sebuah boneka ditangannya." jawab pemuda itu lagi.
"Baiklah... terima kasih cu, nanti Nenek akan melihatnya kesana." kata Nenek Melani yang dianggukki oleh pemuda tadi dan pergi meninggalkan rumah Nenek Melani.
Setelah kepergian pemuda tadi, Killa dkk dan yang lainnya pun kembali masuk kedalam untuk melanjutkan makan malam mereka yang tertunda. Killa dkk sangat penasaran dengan penyebab kematian anak kecil itu. Setelah selesai makan malam Killa dkk dan yang lainnya pun pergi menuju arah sungai dimana jasad anak kecil itu ditemukan.
sesampainya disana...