The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Kisah Sosok Kiki



Skip rumah Siska...


Killa dan yang lainnya telah sampai di rumah Siska, Siska pun mengajak mereka untuk masuk. Siska menuju kamarnya yang di ikuti oleh Killa, Jessie, juga Riri. Sedangkan para cowok menunggu di ruang tamu.


Killa, Jessie, Siska, juga Riri pun memasuki kamar Siska yang berada di lantai atas. Siska yang di bantu oleh ketiga sahabatnya pun mulai memasukkan barang yang penting seperti buku-buku kuliah dan juga pakaian secukupnya. Setelah selesai mereka langsung menemui temannya yang lain di ruang tamu.


Skip....


Mereka semua sudah mengambil barang-barang mereka yang akan di bawa ke mansionnya Killa. Mereka pun berangkat menuju mansion Killa kembali.


Skip mansion Killa...


Sesampainya di mansion Killa, mereka langsung membawa ke kamar masing-masing. Tak lama kemudian mereka kembali dan berkumpul di ruang tengah sambil menunggu hari sore. Tiba-tiba saja sosok Kiki muncul di hadapan mereka.


"Haii semua..."sapa sosok Kiki.


"Hai juga Kunti Kiki."jawab Killa dkk.


"Tumben gak ngagetin lo Kunti..."kata Alex


"Hihihihi.... yang ada kalian jantungan nanti kalo aku kagetin."jawab sosok Kiki.


"Ada apaan woii Kunti?"tanya Daniel.


"Kata kalian kemarin mau dengerin cerita tentang aku kan?"tanya sosok Kiki kepada Killa dkk.


"Emangnya lo dah siap nih buat cerita semuanya ke kita Kunti."jawab Siska.


"Iya aku udah siap menceritakan semuanya..."kata sosok Kiki.


"Yaudah kalo lo dah siap, ceritain aja."kata Killa.


"Oke... jadi..."kata sosok Kiki memulai bercerita.


Flashback On


Kiki adalah anak tunggal dan juga anak perempuan satu-satunya di keluarga besarnya. Kiki sangat di sayangi oleh semua keluarga besarnya. Kiki memiliki tunangan bernama Rafa dan satu sahabat yang bernama Mayang. Malam itu Kiki ada janji dengan sahabatnya mayang di cafe untuk makan malam bersama.


Tapi saat ia berada di dalam cafe tersebut Kiki sengaja melihat ke arah meja lain. Saat itu juga ia melihat tunangannya yang juga sedang berada di cafe yang sama dengannya. Tetapi tunangannya itu tidak sendirian, melainkan dengan seorang perempuan yang tak di kenal oleh Kiki.


Saat itu juga Kiki mendekati tunangannya yang mejanya tidak terlalu jauh dari tempat ia duduk. Pada saat Kiki mengahmpirinya, tunangannya sangat terkejut dengan keberadaan Kiki di sana.


"Sayang... kok kamu ada di sini?"kaget tunangannya.


"Aku di sini dengan Mayang. Lalu dia siapa? Atau... kamu selingkh di belakangku selama ini?"tanya Kiki beruntun.


"Dia.... bu-..."belum sempat Rafa menyelesaikan perkataannya sudah di potong oleh perempuan yang bersamanya.


"Kenalin gue ******Mona****** pacarnya Rafa... dan lo siapanya Rafa? Dan kamu Rafa kenapa panggil dia sayang sih?"tanya perempuan yang bersama Rafa.


"Gue Kiki... dan gue tunangannya Rafa."jawab Kiki yang menahan emosi.


"Yank dia bukan pacar aku beneran deh..."sahut Rafa.


"Kamu kok gitu sih sayang... aku pacar kamu loh. Dan lo jangan ngaku-ngaku deh tunangannya Rafa."kata perempuan yang bernama Mona itu.


"Mulai saat ini kita bukan tunangan lagi Rafa. gue gak mau punya suami penghianat kayak lo. Dan untuk lo Mona makasih banyak udah nunjukkin kalo dia gak pantes buat gue."kata Kiki sambil mengembalikan cincin tunangannya ke Rafa.


Setelah itu Kiki langsung menarik sahabatnya Mayang untuk segera pulang saja. Untungnya saat itu mereka telah selesai makan malam dan membayarnya juga. Kiki pun pergi dari cafe itu meninggalkan Rafa dengan selingkuhannya itu.


"Ki.. terus gimana pernikahan lo kan udah deket 3 bulan lagi tapi untungnya undangannya belum di sebarkan."kata Mayang kepada Kiki.


"Iya May... gue gak nyangka dia tega banget khianatin gue selama ini."sahut Kiki.


"Yaudah Ki.. lo pulang tenangin diri lo dan lo ceritain semuanya sama orang tua lo biar mereka juga tahu kelakuannya si Rafa."saran Mayang ke Kiki.


"May.... gue boleh minta lo anterin gue ke taman gak? Ntar gue balik sendiri ke rumah."pinta Kiki.


"Tapi Ki.. ini kan udah malem nanti lo kenapa-kenapa gimana kalo di sana sendiri, mending gue temenin lo aja ya Ki..."kata Mayang khawatir dengan Kiki'


"Huhh.... yaudah deh kalo gitu..."pasrah Mayang.


Akhirnya Mayang mengantarkan Kiki ke taman seperti yang yang di pintanya. Setelah mereka sampai Mayang menanyakan lagi kepada Kiki.


"Ki.. beneran yakin gak mau gue temenin?"tanya Mayang lagi.


"Iya May yakin..."kata Kiki meyakinkan Mayang.


"Kalo ada apa-apa telpon gue ya Ki...."kata Mayang.


"Iya May..."jawab Kiki sambil tersenyum.


Mayang pun pergi meninggalkan Kiki yang berada di taman dengan perasaan yang tidak enak juga was-was. Sedangkan Kiki beranjak pergi dari taman dan menuju mall. Kiki masih terngiang oleh pertemuannya dengan mantan tunangannya dicafe itu membuatnya kesal dan juga putus asa.


Kiki yang merasa putus asa itu pun berjalan tanpa tentu arah, sampailah ia di parkiran mobil lantai 10. Lalu Kiki pun tanpa aba-aba langsung saja terjun dari lantai 10 di mall itu. Orang-orang yang berada di sana melihat Kiki telah terjun itu langsung menelepon ambulance.


Saat Kiki berada di rs, suster yang menangani Kiki pun mencari identitas Kiki dan menghubungi Mayang yang saat itu kontak Mayang tertera di panggilan terakhirnya. Mayang yang mendapatkan kabar seperti itu tentu saja syok juga kaget.


Mayang yang saat itu baru saja sampai di rumah langsung saja bergegas pergi menuju rs sambil menelpon keluarga Kiki. Sesampainya di rs Mayang langsung menanyakan ruangan Kiki di rawat.


Kiki yang berada dalam ruang ICU sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh Dokter. Tak lama Mayang pun sampai di ruang ICU dengan perasaan yang khawatir juga berurai air mata. Tak lama kemudian keluarga besar Kiki pun datang menyusul setelah di telepon oleh Mayang dan juga di beri kabar ruangan Kiki berada.


Mayang dan keluarga Kiki pun sangat cemas dengan Kiki. Tak lama Dokter yang menangani Kiki pun keluar dari ruang ICU.


"Dok, bagaimana keadaan sahabat saya?"tanya Mayang kepada Dokter yang baru saja keluar dari ICU.


"Pasien kehilangan banyak darah, untungnya kami memiliki banyak stok yang bergolongan darah A dan kami juga sudah melakukan transfusi darah pada pasien. Tetapi pasien mengalami koma, kami tak tahu berapa lama pasien akan mengalami koma. Kami akan memindahkan pasien ke ruangan khusus untuk pasien agar ia beristirahat dengan tenang."jawab Dokter.


"Apakah kami boleh melihatnya Dok?"tanya Ibu Kiki.


"Tentu saja... tetapi kalian melihatnya bergantian saja."saran Dokter.


Satu persatu mereka memasuki ruangan ICU untuk melihat keadaan Kiki. Setelah mereka selesai melihat Kiki, Kiki pun di pindahkan ke ruangan khusus. Mayang dan keluarga Kiki yang saat itu melihat kondisi Kiki yang di penuhi alat medis sangat sedih.


Tiga bulan Kiki mengalami koma, tidak ada tanda-tanda Kiki akan siuman. Saat itu Mayang yang menjaga Kiki, ia tertunduk sedih melihat sahabatnya terbaring tak berdaya. Kemudian Mayang mendenagar alat pendeteksi jantung Kiki berbunyi, ia juga melihat detak jantung Kiki semakin melemah. Mayang pun langsung memanggil dokter dan menghubungi keluarga Kiki.


Keluarga Kiki pun bergegas menuju rs saat mendapatkan kabar dari Mayang, setibanya di rs seluruh keluarga besar Kiki melihat Mayang yang menangis melihat konidisi Kiki semakin melemah. Tak lama kemudian Dokter yang menangani Kiki pun keluar dan.....


"Maafkan saya, saya harus mengatakannya kepada kalain, saya telah berusaha keras untuk menyelamatkan pasien tapi Tuhan berkata lain.."kata Dokter sambil menunduk.


"Gak mungkin kan dok, Kiki gak mungkin ninggalin kita semua..."kata Mayang menangis histeris.


"Maafkan saya.. saya sudah berusaha menyelamatkannya."sesal Dokter.


Keluarga Kiki dan sahabatnya Mayang pun menangis histeris saat di beritahukan bahwa Kiki telah tiada meninggalkan mereka tanpa adanya ucapan selamat tinggal.


Flashback Off


"Begitulah kisahku..."kata sosok Kiki mengakhiri ceritanya.


"Lalu kenapa kamu bisa bergentayangan Ki?"tanya Felix.


"Karena aku belum sempat meminta maaf dan mengucapkan selamat tinggal dengan mereka semua."jawab sosok Kiki.


"Ehmm... kamu mau kita bantu bertemu dengan keluargamu dan sahabatmu Mayang?"tanya Killa.


"Apa boleh..."kata sosok Kiki.


"Tentu saja..."sahut Jessie.


"Kau hanya memberitahukan kepada kami alamat rumah keluargamu dan sahabatmu yang bernama Mayang itu, kami semua akan mencarinya dan mempertemukan kalian."lanjut Alex yang di angguki oleh temannya yang lain.


"Rumah keluargaku tak jauh dari mall yang kalian datangi kemarin, sedangkan rumah Mayang berada di dekat kampus kalian."kata sosok Kiki.


"Baiklah... kita akan memulainya besok saja..."kata Killa yang disetujui oleh mereka semua.


Skip besok harinya....