The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Amarah Sosok Bergaun Pengantin



Sampai akhirnya, Arga mengingat apa yang ia liat. Ia samar-samar melihat ada sosok perempuan bergaun pengantin sedang berjalan didepan mereka.


"Kil... kakak tadi liat sosok perempuan bergaun pengantin tapi samar-samar aja." kata Arga.


"Iya... tapi Killa dkk melihatnya sangat jelas bukan samar-samar, sosok itu sedang berjalan didepan kita." sahut Killa.


"Iya Kil.. kok kakak bisa liat sosok itu sih kan serem?" tanya Arga pada Killa.


"Bisa aja kak, kalo dia mau menunjukkan wujudnya sama orang yang dia ingin kan..." jawab Killa.


Tak lama setelah itu, pelayan pun datang membawa makanan yang telah mereka pesan lalu menyantap makanan masing-masing. Setelah makan malam selesai, mereka memutuskan untuk kembali kehotel.


Jam menunjukkan pukul 21.55 WIB Kiilla dkk, Felicya, Mama Ana, Papa Chandra, Kak Bimo, Lia, Laura, Zia dan juga Yoga saat ini sedang berkumpul dikamarnya Arga. Mereka mengobrol seperti biasanya dengan diselingi candaan oleh Killa dkk. Disaat mereka sedang asik bercanda, Killa dkk merasa hawa didalam kamar Arga mulai terasa berbeda.


"Guys... kalian ngerasa gak sih kalo hawa dikamar ini berubah?" tanya Daniel berbisik.


"Iya kita juga ngerasain Niel.." jawab Killa dan keenam sahabatnya dengan berbisik juga.


Ternyata saat itu Felicya mendengar pembicaraan Killa dkk sedang membicarakan perubahan hawa dikamar Arga, Felicya pun mendekat dan duduk disamping Killa.


"Dek..." panggil Felicya.


Killa dkk yang merasa dipanggil pun langsung menoleh kepada Felicya yang sudah duduk disampingnya.


"Ada apa kak...?" tanya Killa dkk bersamaan.


"Ssttt... tadi kakak ngggak sengaja mendengar obrolan kalian, kakak cuma mau bilang kalo kakak juga merasakan hal yang sama seperti kalian." jawab Felicya yang diangguki oleh Killa dkk.


Saat itu Killa dkk juga Felicya tak menyadari jika disaat mereka mengobrol Arga selalu memperhatikan mereka sedari tadi penasaran dengan apa yang Killa dkk juga Felicya bicarakan. Tetapi Arga tak mau mengganggu Killa dkk juga Felcya, ia hanya memperhatikan. Saat itupula Siska menyadari, jika Arga memperhatikan mereka.


"Ehm... tapi kak, apa mereka juga merasakan hal yang sama kayak kita ya?" tanya Siska pada Felicya.


"Enggak kayaknya Sis..." jawab Felicya santai.


Killa dkk pun hanya menjawab dengan anggukan kepala saja. Tak lama setelah itu, Killa dkk juga Felicya melihat ada penampakan sosok perempuan bergaun pengantin yang berdiri didekat meja tv dengan wajah yang penuh luka dan lebam serta darah yang membasahi gaunnya. Saat Killa dkk jugs Felicya menyadari keberadaan sosok perempuan itu, sosok perempuan itupun menghilang. Lalu Killa dkk juga Felicya terdiam tak ada sepatah katapun yang keluar dari mereka cukup lama.


Sampai akhirnya sosok perempuan itu kembali muncul, ia muncul tepat disebelah Bimo dengan wajah yang lebih menyeramkan dari yang sebelumnya. Sontak membuat Killa dkk juga Felicya refleks berteriak karena terkejut dengan penampilan sosok perempuan itu.



"Aaaaaarrrghhhhh...." teriak Killa dkk juga Felicya bersamaan.


"Kalian kenapa sih teriak-teriak?" tanya Mama Ana pada Killa dkk juga Felicya dengan lembut.


"Itu... ehm...." jawab Jessie ragu.


"Itu apaan?' tanya Papa Chandra penasaran.


"Ehm... disebelahnya Kak Bimo ada sosok perempuan bergaun pengantin itu pa." jawab Killa to the point.


Bimo yang mendengar penjelasan Killa seketika wajahnya pucat, ketakutan, dan juga merinding lalu ia pun beranjak pindah kesebelah Arga. Tak lama setelah itu, sosok perempuan itu mulai menujukkan wujudnya kepada semua orang yang saat itu memang berada dikamarnya Arga. Bersamaan dengan itu sosok perempuan bergaun pengantin itu memberikan aura yang bisa rasakan oleh Killa dkk juga Felicya. Killa dkk juga Felicya saat itu merasakan aura yang tak enak pada sosok perempuan itu. Saat itu pula...


"PERGIIIII....." kata sosok perempuan itu marah sambil menunjukkan pintu kamar dengan tangan pucatnya.


"Apa kami ada salah kepada kamu..?" tanya Felix pada sosok itu.


"AKU TAK SUKA JIKA RUANGAN INI DIHUNI OLEH MANUSIA SEPERTI KALIAN." kata sosok itu masih dengan amarah.


"Memangnya kenapa...?" tanya Raka.


"DIAM KAMU... TAK USAH BANYAK BERTANYA." jawab sosok perempuan itu sambil membentak Raka.


"Apa aku boleh bertanya satu hal..." kata Killa.


"Apa itu...?" tanya sosok perempuan itu.


"Apa yang membuatmu marah?" tanya Killa.


"Aku tak menyukai manusia, terutama pada laki-laki. Laki-laki itu membuatku menjadi seperti ini." jawab sosok perempuan bergaun pengantin.


"Apa dia adalah calon suamimu?" tanya Riri memberanikan diri bertanya.


"IYA.... DIA TELAH MEMBUNUHKU DEMI WANITA LAIN. KALIAN PERGI DARI SINI... INI TEMPATKU, AKU TAK MAU MENYAKITI KALIAN." jawab sosok itu kembali marah.


"Baiklah... tapi izinkan kami untuk mengambil semua barang kami." kata Daniel pada sosok itu.


"Ambil lah..." sahut sosok itu.


Sosok itupun menghilang, Killa dkk dan yang lainnya dengan kecewa sambil membereskan barang masing-masing. Arga juga memutuskan untuk mengakhiri liburannya dikota Bandung malam itu juga, ia tak ingin ada kejadian tak diinginkan untung-untung sosok itu tak melukai mereka semua pikir Arga.


"Semuanya.... maaf sepertinya kita harus mengakhiri libuaran kita dibandung, kakak gak mau terjadi hal yang tak diinginkan dan untungnya itu setan nggak melukai kita semua." kata Arga menjelaskan.


"Tapi kak... lebih baik kita cari hotel lain aja, Killa masih mau liburan disini." sahut Killa yang disetujui oleh semua orang.


"Yaudahh kita check-out dulu dan cari hotel lain." kata Arga.


"Oke..." sahut mereka semua.


Setelah selesai Check-out dari hotel, mereka semua pun langsung meluncur mencari hotel terdekat. Beberapa menit kemudian, mereka mendapatkan penginapan yang lumayan sedikit jauh dari hotel sebelumnya. Lalu mereka pun langasung saja Check-in dan setelah mendapat kamar, mereka langsung beranjak berjalan menuju kamar masing-masing yang jarak kamar mereka tak berjauhan.


Killa & Jessie POV On


Killa dan Jessie telah memasuki kamar mereka, entah kenapa sedari tadi Killa dan Jessie merasakan ada sosok yang mengikuti mereka dari hotel sebelumnya.


"Kil... lo ngerasain nggak sih kalo dari tadi kita seperti diikutin oleh sosok tapi gue gak tau itu sosok apaan?" tanya Jessie pada Killa yang sedang merapikan barang-barangnya.


"Iyaa... gue ngerasain juga, tapi kok perasaan gue kayaknya yang ikutin kita itu sosok yang ada dihotel sebelumnya deh." jawab Killa yang masih merapikan barangnya.


"Apa perlu kita ceritain ke anak-anak Kil?" tanya Jessie lagi.


"Boleh... nanti besok aja kita ceritain." jawab Killa.


Killa & Jessie POV Off


Keesokan harinyaa....