The Ghost Hunter

The Ghost Hunter
Kiriman Teluh Dan Teror



(Soal kiriman teluh cuma sedikit ya maaf gak terlalu paham)


Lanjut


Skip malam harinya...


Seperti biasa sehabis menyantap makan malam mereka menuju ruang tengah untuk bersantai melepas rasa penat mereka. Saat itu mereka sedang membahas rencana selanjutnya, tetapi mereka mendengar ada suara seperti adanya badai. Killa yang menyadari itu adalah kiriman teluh dari pelaku yang ingin menghancurkan keluarganya.


"Kayaknya itu ada badai?"tanya Alex.


"Itu bukan badai Lex, tapi itu adalah kiriman teluh."jawab Killa.


"Apaaaa !!!"kata mereka semua.


"Jadii.... dia benar-benar melakukannya seperti yang ia katakan di kantor kak Arga."jelas Daniel.


Baru saja Alex hendak menyahuti perkataan Daniel, sudah terdengar suara ketukan pintu yang sangat brutal (pintu belike :Setan gak ada akhlak).


"Buseet... siapa dah ngetuk pintu sampe segitunya?"tanya Alex kaget.


"Kayaknya itu bagian dari kiriman mereka juga, gue bisa ngerasainnya kalo itu sama kayak suara badai."jawab Killa.


Tak lama Killa bicara listrik di mansion padam di iringi dengan suara gemuruh dan hujan bersamaan. Saat itu juga Killa beranjak untuk mengambil lilin dengan menggunakan penerangan senter di ponselnya, tetapi saat Killa menyenter ke arah meja makan ia melihat ada sosok pocong yang seram membuat Killa meminta salah satu dari mereka menemaninya.



"Guyss.... tolong dong salah satu dari kalian temenin gue ke dapur buat ngambil lilin."kata Killa.


"Biar gue yang nemenin lo Kil..."sahut Felix.


Killa dan Felix pun menuju dapur, setelah sampai di dapur mereka mencari tempat lilin di simpan. Di saat mereka sedang mencari lilin mereka melihat sosok anak kecil berwajah sangat pucat. Membuat mereka harus cepat-cepat menemukan lilin. Tak lama Killa menemukan tempat lilin itu di simpan dan mengambilnya agak lumayan banyak, tak lupa dengan koreknya.



Mereka berdua pun langsung saja menuju ruang tengah kembali, dan menyalakan lilin satu persatu dan menaruh lilin di tempat-tempat tertentu. Selesai menaruh lilin, mereka dua duduk kembali bersama yang lainnya.


Saat hujan lebat dan kilat, mereka semua tanpa terkecuali melihat sosok tante Kunti yang lagi nangkring di atas pohon dengan darah yang berada di tubuhnya. Saat itu juga mereka langsung merapatkan diri satu sama lain.


Suara gedoran pintu depan dan suara cakaran di jendela juga yang semakin kencang membuat malam itu semakin mencekam. Penampakan demi penampakan mereka lihat malam itu, sosok yang mereka lihat sangatlah menyeramkan.


Dari lantai atas mereka semua juga mendengar seperti ada benda yang di jatuhkan dengan sengaja, lalu tak lama itu terdengar suara seperti tawa, tangisan, jeritan, dll. Di karenakan posisi ruang tengah dengan tangga lantai atas sangat bedekatan.


Jessie yang tak sengaja melihat ke arah plafon mansion pun melihat penampakan sosok yang merangkak juga nemplok (Kayak cicak aja lu setan nemplok 🤭). Melihat itu Jessie pun refleks berteriak membuat semua sahabatnya juga Arga begitu terkejut mendengar jeritan Jessie.



"Aaaaaargghhhhhhhhh....."teriak Jessie.


"Lo kenapa sih Jess?"tanya Siska.


"😑😑😑 refleks Jess bukan tripleks."protes mereka semua.


"Emang kenapa sih lo Jess?"tanya Alex.


"Gue liat sosok lagi merangkak di plafon mansion dan mukanya itu serem banget woii... makanya gue refleks teriak."jawab Jessie.


Mendengar jawaban Jessie mereka semua pun ikut melihat ke atas plafon tetapi sosok itu sudah menghilang saat Jessie berteriak.


"Gak ada tuh Jess..."kata Daniel.


"Beneran deh.. tadi gue liat, mungkin waktu gue teriak itu tuh setan kabur takut keciduk sama kalian."sahut Jessie.


"Lo kira tuh setan apaan Jess takut keciduk segala 🤦‍♀️🤦‍♀️"kata Killa.


"Udah-udah woii.... keadaan lagi mencekam gini kalian masih sempat-sempatnya ya debat kayak gini, bukannya cari solusinya."lerai Arga pada mereka bertiga.


Teror dan kiriman teluh pada malam itu masih berlanjut, sampai membuat mereka semua tidak tidur semalaman agar mereka semua tidak lengah dengan teror terlebih dari kiriman teluh itu.


Akhirnya teror dan kiriman teluh itu berhenti tepat adzan subuh berkumandang, membuat mereka sangat lega tetapi tetap waspada. Karena bisa saja teror juga teluh kembali datang ke mansion mereka.


"Kak kita harus nangkep mereka secepetnya...."kata Killa.


"Iya bener yang di katakan Killa kak, mereka berdua semakin merajalela kalo kita diemin."lanjut Riri.


"Iya Killa dan Riri ada benarnya kak, mereka akan semakin berbahaya nantinya."sahut Raka.


"Iya itu juga yang kakak pikirkan sedari tadi."jawab Arga.


"Tapi kita cari mereka di mana, kita aja gak tau keberadaan mereka kan?"tanya Siska.


"Gue sama Daniel akan coba ngikutin pak Anto saat mereka jam kantor selesai."saran Alex.


"Okey..."kata Arga.


"Dan gue akan cari benda di sekitar mansion ini."kata Killa.


"Maksudnya gimana Kil?"tanya Felix.


"Gini deh... mereka ngirim teluh itu kan harus ada media untuk mendeteksi keberadaan korbannya, mungkin aja benda itu di tanam atau di sembunyikan di dekat mansion ini."jelas Killa.


"Tapi Kil.. itu kan benda pasti bahaya."kata Arga khawatir.


"Iya gue setuju sama ide Killa, kita yang di sini akan bantu Killa buat cari benda itu kak, jadi kakak tenang aja ya."jawab Jessie yang di angguki oleh yang lainnya.


Skipppppp.....