
Keesokan paginya,
Sehabis sarapan Killa dkk, Arga, dan Felicya menuju ke rumah ketua RT. Sesampainya dikediaman ketua RT, mereka disambut hangat oleh pak RT. Arga pun mengatakan ingin membicarakan tentang kuyang semalam juga rencana mereka untuk memusnahkannya.
Setelah mendengar perkataan Arga, pak RT pun menelepon seseorang dan memintanya untuk memanggil beberapa perwakilan jika sewaktu-waktu Killa dkk, Arga, juga Felicya akan membutuhkan bantuan yang lainnya.
Tak lama kemudian, muncul lah bapak-bapak dan ibu-ibu yang mewakili tak lupa juga dengan dua orang Hansip ikut datang bersama mereka. Setelah mereka semua telah berkumpul, barulah pak RT bicara tentang apa yang terjadi ditempat tinggal mereka. Tak lupa juga ia menceritakan rencana yang akan dilakukan oleh Killa dkk kepada warga yang datang kerumahnya.
Sebagian warga yang berada disana pun menyetujui dengan rencana Killa dkk dan memutuskan untuk membantu menjalankan rencana mereka, agar tak ada lagi gangguan yang membuat mereka semua resah dan gelisah saat meninggalkan keluarga mereka disaat bekerja.
Killa dkk, Arga, juga Felicya pun mengatakan pada mereka untuk melaksanakan itu malam ini. Killa dkk tak ingin ada korban lagi yang akan menjadi santapan kuyang itu.
Setelah menyampaikan apa yang ingin mereka lakukan, Killa dkk dan yang lainnya pun pulang ke mansion untuk mempersiapkan barang yang akan digunakan untuk nanti malam.
Jam sudah menunjukkan pukul 11.50 yang artinya sebentar lagi waktu makan siang, sedangkan Killa dkk masih saja berkutat dengan barang yang akan digunakan nanti malam. Tak lama kemudian, Killa dkk selesai membereskan barang-barangnya dan bersiap untuk makan siang.
Skip
Hari mulai menjelang sore, Killa dkk sedang berada diruang tamu hanya sekedar bersantai sejenak. Tapi tiba-tiba saja Killa dkk tak sengaja melihat wanita bersyal itu lagi, wanita itu sedang celingukkan seperti mencari sesuatu. Killa dkk hanya memperhatikan saja gerak-geriknya dari ruang tamu mansionnya.
Menurut Killa dkk gerak-geriknya sangat mencurigakan sekali, tak lama Killa dkk melihat wanita itu sedang menghampiri seorang ibu muda juga bayinya dan berusaha untuk menghibur si bayi tersebut.
"Guys... kalo kata tetangga gue dulu yang pernah nangkep kuyang ciri-cirinya itu kayak yang wanita itu lakuin."kata Alex.
"Hah.... seriusan lo Lex?"tanya mereka bersamaan sambil berbisik.
"Iya bener.... pasti nanti malem tuh wanita kuyang bakal dateng lagi kerumah itu."jawab Alex sambil memberitahu.
"Kita harus tetep ngawasin tuh wanita kuyang."kata Riri.
"Jika benar nanti malam targetnya bayi itu kita harus cepat memberitahu warga lainnya."kata Siska yang diangguki oleh ketujuh sahabatnya itu.
Killa dkk pun tetap mengawasi gerak-gerik wanita bersyal yang masih berada dirumah ibu muda juga bayinya. Tak lama kemudian wanita itu berpamitan dan menuju rumahnya yang berada tak jauh dari mansion Killa.
Killa yang saat itu sengaja untuk keluar dari mansionnya yang akan berpura-pura menuju warung terdekat. Saat wanita bersyal itu berada didepan mansion Killa juga berpas-pasan dengannya, Killa memberikan senyum manisnya begitu pula dengan wanita bersyal itu.
"Dari mana mbak?"tanya Killa sopan dengan segala keramahannya tak lupa ia juga tersenyum pada wanita itu.
"Dari rumah mbak Nisa tadi main sama anaknya."jawab wanita bersyal itu sambil membalas senyum Killa.
"Maaf mbak boleh saya bertanya?"tanya Killa dengan formal.
"Boleh... tanyakan saja.."jawab wanita bersyal.
"Killa perhatiin kok mbak pake syal terus..? Mbak suka ya pake syal?"tanya Killa beruntun.
"Ahh iya... ii..itu... itu... iya saya cuma suka saja memakai syal karena ini pemberian almh ibu saya."jawab wanita bersyal gugup.
"Ohh gitu..."sahut Killa sambil tersenyum.
"Kalo begitu saya permisi dulu ya."kata wanita itu.
"Iya silakan..."sahut Killa.
Akhirnya Killa dan wanita kuyang itu berpisah, Killa secepat kilat memasuki mansion yang hampir saja membuatnya bertabrakan dengan Felix yang kebetulan sedang berjalan menuju depan mansion.
"Hadeuhh Kil... lo kenapa dah kayak abis liat setan aja sampe mau nabrak gue?"tanya Felix sewot.
"Yaelah Kil.... lo ngapain narik gue kedalem lagi sih?"tanya Felix sewot.
"Gue mau ngomong sesuatu sama kalian..."jawab Killa santai.
"Ngomong apaan sih Kil? Kayaknya penting banget ya?"tanya Raka pada Killa.
"Iya bener... ini soal wanita kuyang itu guys..."jawab Killa lagi.
"Ada apa dengan wanita itu Kil?"tanya Siska.
"Gue tadi sempet ngobrol sama tuh wanita kuyang..."jawab Killa.
Ketujuh sahabatnya yang mendengar itu langsung terkejut juga tak percaya.
"Hah....!!!"teriak ketujuh sahabatnya.
"Terus apa yang lo liat dari wanita itu?"tanya Jessie penasaran.
"Gue gak sengaja ngeliat dilehernya seperti ada luka yang tak tertutup oleh syalnya itu guys... dan satu lagi, gue mencium bau seperti minyak tapi baunya itu sangat aneh dan gak enak banget."jawab Killa.
"Gue yakin dia seorang kuyangnya guys.... karena apa yang dikatakan Killa itu adalah salah ciri-cirinya juga."sahut Alex yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka.
"Baiklahh.... biar lebih meyakinkan lagi, nanti malam kita buktikan saja sama-sama guys..."kata Daniel yang disetujui oleh yang lainnya.
********************
Malam harinya....
Jam menunjukkan pukul 21.15 malam, Killa dkk juga warga yang lain sedang berada di mansion Killa. Mereka sama-sama menunggu wanita kuyang itu beraksi untuk mengambil mangsanya malam itu. Disela-sela mereka menunggu, Killa dkk sempat bertanya pada beberapa warga mengenai wanita itu.
"Pak, apa bapak kenal sama wanita yang selalu memakai syal kemanapun?"tanya Killa.
"Iya saya kenal neng, namanya mbak Nala. Dia tinggal tak jauh dari mansion neng Killa."jawab bapak yang bernama Joko.
"Kalo gak salah... pernah dia dirumorkan sedang mendalami ilmu hitam untuk menjadi abadi neng Killa."sahut bapak yang bernama Ijal.
Mendengar pernyataan dari Pak Ijal sontak saja membuat Killa dkk sangat terkejut. Setelah percakapan itu tak ada lagi yang membuka suara. Tak lama kemudian keluarlah Arga bersama Laura dan Felicya ikut bergabung bersama mereka.
Sudah berjam-jam mereka menunggu kuyang itu muncul, tetapi sampai saat ini tak ada tanda-tanda kuyang itu akan muncul. Tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan seorang perempuan yang berada disisi kanan mansion Killa.
"Toloooong....toloooong.....tolooooonggg...."teriak perempuan itu.
Killa dkk dan warga pun langsung berlarian menuju asal suara teriakan itu. Ternyata orang yang berteriak itu adalah Nisa ibu muda yang ia lihat tadi sore bersama bayinya.
"Ada apa neng?"tanya Pak Ijal.
"Pak... tolongg... tolongg selamatkan bayi saya, bayi saya dibawa oleh kuyang itu hiks...hiks...hiks..."jawab Nisa.
Tak lama Nisa menjawab, Daniel melihat kuyang itu sedang terbang kearah pepohonan disana. Membuat Daniel refleks berteriak kearah kuyang itu, warga yang mendengar pun juga langsung mengejar kuyang itu untuk mereka tangkap.
Mereka terus mengejar kuyang itu dan berusaha untuk menangkapnya. Tetapi usaha mereka semua sia-sia, mereka tak berhasil menangkap kuyang itu.
Killa dkk pun berkata akan mencari cara lain untuk menangkapnya. Lalu mereka pun kembali kerumah Nisa dan mengatakan mereka tak berhasil menangkapnya. Sontak membuat Nisa sangat sedih dan juga terpukul kehilangan bayinya. Setelah itu Killa dkk dan para warga pun memutuskan untuk kembali kerumah masing-masing dan akan melanjutkan esok harinya.