
Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, Killa dkk sedang duduk santai diruang tengah sambil masih memikirkan cara untuk memusnahkan kuyang itu agar tak kembali memakan korban. Tiba-tiba saja Killa mengejutkan semua sahabatnya dengan berteriak memanggil mereka.
"Guysss...."teriak Killa.
Ketujuh sahabatnya yang mendengarnya sangat terkejut dengan teriakan Killa sambil mengelus dada mereka.
"Apaan sih Kil ngangetin aja deh... Ada apaan?"tanya Jessie sewot.
"Hehehe.... maaf guys. Jadi gini guyss, kata Alex kemarin kan itu kuyang bisa ditangkep juga dibakar. Karena kita udah nyoba buat nangkep tapi gagal berarti kita harus...."kata Killa menjeda perkataannya.
Ketujuh sahabatnya itupun sempat bingung dan terdiam sejenak, tetapi tak lama setelah itu mereka mengerti apa yang dimaksud oleh Killa.
"Membakarnya...."sahut mereka bersama.
"Iya betul syekali..."kata Killa sambil tersenyum.
"Kalo kita mau membakarnya... kita harus mencari dimana tubuh wanita itu disembunyikan saat ia sedang menjadi kuyang."kata Alex sambil menatap ketujuh sahabatnya itu.
Killa dan yang lainnya hanya menjawab dengan menganggukan kepala. Setelah pembicaraan itu, Killa dkk pun langsung bergegas menuju rumah pak RT untuk menyampaikan rencana mereka nanti.
Sesampainya dirumah pak RT Killa dkk langsung menyampaikan maksudnya, pak RT pun setuju dengan rencana yang mereka buat. Kebetulan juga, salah satu warga yang semalam ikut untuk menangkap kuyang itu pun mengetahui letak rumah wanita itu.
Setelah menyampaikan maksudnya, Killa dkk pun kembali ke mansion untuk menyiapkan alat untuk membakar tubuh kuyang itu. Sesampainya dimansion, Killa pun langsung menuju dapur yang diikuti oleh Siska untuk mengambil korek api untuk nanti malam.
Saat mereka sedang sibuk menyiapkan alat untuk nanti malam sampai tak menyadari jika Arga, Laura dan Felicya berada disana memperhatikan Killa dkk. Arga, Felicya dan Laura hanya diam memperhatikan dan tak ada niat untuk mengajak mereka mengobrol. Sampai akhirnya Arga bosan dengan keheningan itu, maka ia pun membuka obrolan yang membuat Killa dkk terkejut.
"Serius amat dek..."kata Arga mengagetkan Killa dkk.
"Ishh... kakak ngangetin kita aja deh."sewot Killa.
"Abisnya kalian serius banget sampe-sampe kakak, Laura, sama kak Feli disini aja gak ada yang sadar."sahut Arga.
"Masa...?"tanya Killa dkk kompak.
"Iya..."jawab Arga.
"Lalu... apa rencana kalian?"tanya Felicya.
"Kita mau ngebakar tubuh kuyang itu kak..."jawab Felix.
"Caranya..."tanya Arga dan Felicya berbarengan, sedangkan Laura hanya menyimak saja.
"Nanti kita cari tubuhnya kak saat kuyang itu sedang mencari korban dirumahnya."jawab Daniel.
"Tapi... kita kan gak tau dimana rumah kuyang itu dan dimana dia menyembunyikan tubuhnya?"tanya Felicya lagi.
"Tenang aja kak, salah satu warga yang semalam ikut tahu dimana rumahnya berada. Dan kita akan sama-sama mencari tubuhnya diseluruh ruangan rumahnya."jawab Raka.
"Dan satu lagii.... kita udah bilang tentang ini sama pak RT juga warga lainnya."sambung Riri.
"Yaudahh... kalo kak Feli ikut bantuin kalian deh."kata Felicya sambil tersenyum.
"Enggakk yank... kamu disini aja sama aku dan Laura ya."kata Arga melarangnya.
"Iya kak Arga bener, kak Fel dimansion aja ya..."pinta Killa.
"Hemm.... yaudah deh."kata Felicya pasrah.
*************************
Sehabis makan malam Killa dkk kembali memeriksa alat yang akan mereka gunakan malam ini. Setelah merasa lengkap tak kurang apapun, Killa dkk duduk bersantai diruang tamu. Tak lama kemudian Arga, Laura dan Felicya menyusul Killa dkk yang telah berada diruang tamu. Killa dkk juga yang lainnya mengobrol dengan diselingi canda dan tawa hanya sekedar untuk menghilangkan rasa tegang yang Killa dkk rasakan.
Tak lama kemudian warga yang kemarin malam ikut untuk menangkap kuyang pun kembali hadir, bedanya malam ini warga yang ikut sedikit lebih banyak dibandingkan dengan kemarin.
Saat jam sudah berada di angka 23.15 tengah malam, Killa dkk dan para warga mulai menyusuri jalan dilingkungan tempat mereka tinggal. Killa dkk dan warga berpencar untuk menyusuri jalanan, sampai tiba-tiba Killa melihat ada kuyang yang terbang dari arah yang berlawanan.
Killa yang melihat itu langsung memberi kabar pada ketujuh sahabatnya dan juga para warga. Mendapat kabar dari Killa, mereka langsung bergegas dimana Killa berada. Killa dkk dan warga pun mulai menuju rumah wanita kuyang itu untuk mencari keberadaan tubuhnya.
Sesampainya dirumah wanita kuyang itu, mereka semua berpencar untuk mencari keberadaan tubuhnya. Mereka semua pun langsung saja berbagi tugas, Killa dkk masuk kedalam rumah wanita itu sedangkan warga akan mencari diarea belakang rumah yang terdapat hutan.
Ruang demi ruang Killa dkk telusuri, sampai akhirnya Killa sampai disalah satu kamar. Killa pun membuka kamar itu dan memasukinya, lalu saat Killa masuk kedalam kamar itu ia melihat banyak sekali botol-botol yang berisi minyak yang Killa tak tahu itu minyak apa.
Sampai akhirnya Killa sampai disudut ruangan yang tak terlihat, ia menemukan tubuh wanita kuyang itu. Sontak saja membuat Killa berteriak untuk memanggil ketujuh sahabatnya itu. Tak lama Killa berteriak, sahabatnya pun datang menghampirinya. Killa juga meminta para cowok untuk membawa tubuh itu keruang tamu. Killa dkk pun tak lupa memanggil semua warga yang berada diluar rumah wanita itu.
"Udah mending langsung kita bakar aja..."kata salah satu warga yang bernama pak Irwan.
"Iya baiklah pak..."sahut Felix yang diangguki juga oleh yang lainnya.
Akhirnya tubuh wanita kuyang itu dibakar oleh mereka semua, sampai menjadi abu.
"Ehmm.... ini kan udah jadi abu nih terus diapain lagi?"tanya Raka.
"Kalian masukin kedalam guci... lalu bawa abu itu ketempat yang jauh atau kalian taburkan saja disungai abunya."jawab Alex yang paham dengan pertanyaan Raka.
"Lalu kuyang itu tak akan kembali lagi?"tanya pak Irwan.
"Dia akan kembali untuk masuk kedalam tubuhnya lagi saat ia telah selesai memangsa korbannya... tetapi sekarang dia tak akan bisa kembali jika tubuhnya telah ditemukan juga dibakar."jawab Alex pada pak Irwan.
"Apa kita perlu menunggu?"tanya Riri.
"Iya kita tunggu saja..."jawab Alex.
"Lex.. katanya kalo kuyang itu tak bisa kembali kedalam tubuhnya ia akan mati apa benar?"tanya Siska pada Alex.
"Benar Sis... saat dia masih jadi manusia dia akan mendapat nutrisi seperti kita tapi saat dia menjadi kuyang dan tubuhnya dibakar dia tak akan bisa kembali lagi bukan, nah saat ia tak bisa kembali dia tak akan mendapatkan nutrisi seperti saat ia menjadi manusia itulah yang akan menyebabkan ia mati dengan perlahan."jelas Alex yang langsung dimengerti oleh mereka semua.
Abu wanita kuyang itu pun dimasukkan kedalam guci, empat orang warga pun membawanya kearag sungai terdekat dan menaburkan abunya. Tak lama mereka pun kembali lagi kerumah wanita kuyang itu dimana Killa dkk dan warga lainnya masih disana.
Saat itu Killa dkk dan warga sedang bersembunyi didekat rumah wanita kuyang itu, mereka semua melihat kuyang itu kembali kerumahnya. Kuyang itu mencari tubuhnya, tetapi tak ia temukan. Killa dkk juga warga akhirnya keluar dari persembunyian mereka membuat kuyang itu terkejut dengan kehadiran mereka semua.
"Dimana tubuhku...?"tanya kuyang itu marah
"Sudah kami bakar dan abunya kami taburkan disungai."jawab Felix santai.
"*Iya... dan kau tak akan bisa kembali lagi ke*dalam tubuhmu."lanjut Jessie.
"Aku bisa mati jika tidak ada tubuhku..."marah kuyang itu.
Tak ada sahutan lagi dari Killa dkk, sedangkan warga hanya menyimak percakapan mereka. Perlahan kuyang itu melemah tak berdaya dan tak lama setelah itu kuyang itupun mati karena lemah tak mendapat nutrisi dari tubuh manusianya.
Akhirnya, diperumahan elite tempat Killa dkk dan warga lain pun kembali tenang dan aman tak ada gangguan apapun lagi.